السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jawab Tantangan Transformasi Digital, Prodi MPI STAIN SAR Kepri Gelar Pelatihan AI for Islamic Leader

  • 31 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 129
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mempersiapkan pemimpin pendidikan Islam yang mampu beradaptasi dengan transformasi digital menjadi komitmen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan AI for Islamic Leader bertema "Membangun Kepemimpinan yang Adaptif, Inovatif, dan Beretika di Era Artificial Intelligence" yang berlangsung pada 30–31 Juli 2026 di Ruang Internasional 3 Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri. Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa MPI dari berbagai semester sebagai bekal menghadapi tantangan kepemimpinan di era digital.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang transformasi digital dan teknologi pendidikan, yakni Dwi Afriani, S.Si., M.Sc., dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau, serta Ferdi Charyadi, S.Kom., M.Sc., akademisi yang memiliki kepakaran di bidang teknologi informasi dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Ketua Program Studi MPI STAIN SAR Kepri, Megawati, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir, khususnya Artificial Intelligence, menjadi kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam sebagai calon pemimpin di masa depan.

"Mahasiswa MPI dipersiapkan menjadi pemimpin di berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat. Karena itu, kita tidak boleh tertinggal dalam perkembangan teknologi. Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi, bukan sekadar hadir sebagai peserta. Bekal ini akan sangat bermanfaat ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan narasumber yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan baik.


Pelatihan secara resmi dibuka oleh Plt. Wakil Ketua I STAIN SAR Kepri, Dr. Fadhila Yonata, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Artificial Intelligence merupakan teknologi yang perlu dimanfaatkan secara bijaksana dan bertanggung jawab oleh mahasiswa, khususnya sebagai calon pemimpin pendidikan Islam.

Menurutnya, AI mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi berbagai pekerjaan akademik. Namun demikian, penggunaannya tidak boleh menghilangkan kemampuan berpikir kritis maupun nilai-nilai etika akademik.

"Artificial Intelligence harus menjadi alat bantu yang memperkuat kualitas pekerjaan, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia. Sebagai calon Islamic leader, mahasiswa perlu memahami bahwa penggunaan AI harus disertai etika, tanggung jawab moral, serta integritas akademik," tegasnya.

Pada sesi pertama, Dwi Afriani, S.Si., M.Sc. memaparkan materi mengenai penguatan berpikir komputasional (computational thinking) sebagai fondasi pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu agenda strategis pembangunan pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam paparannya, ia menguraikan berbagai tantangan pendidikan Indonesia, di antaranya penurunan capaian Programme for International Student Assessment (PISA), kesenjangan akses teknologi, rendahnya daya saing sumber daya manusia, serta tuntutan percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.

Ia juga menjelaskan arah kebijakan dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional yang menekankan pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, penguatan pedagogi modern, peningkatan kualitas asesmen, penguatan pendidikan agama, hingga pengembangan sumber daya manusia pendidikan yang kompetitif.


Lebih lanjut, peserta diperkenalkan pada konsep pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran melalui enam aspek utama, yaitu penguatan berpikir komputasional, penyusunan modul ajar, pengembangan media pembelajaran inovatif, penyusunan asesmen berbasis AI, etika penggunaan kecerdasan artifisial, serta diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, pada sesi berikutnya, Ferdi Charyadi, S.Kom., M.Sc. memberikan pelatihan praktis mengenai pemanfaatan berbagai platform Artificial Intelligence untuk mendukung efektivitas kepemimpinan, manajemen pendidikan, penyusunan dokumen akademik, hingga optimalisasi produktivitas kerja berbasis teknologi.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai Artificial Intelligence, tetapi juga dibekali keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi secara efektif, produktif, dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai kepemimpinan Islam.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi MPI STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap transformasi digital, memiliki literasi teknologi yang kuat, serta mampu menjadi Islamic leader yang inovatif, berintegritas, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (LF)