السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Minat masyarakat untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar pada Jumat (31/7/2026). Seleksi Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Magister Studi Islam berlangsung di Laboratorium Komputer STAIN SAR Kepri dengan sistem hybrid, sehingga memberikan kemudahan bagi peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti proses seleksi.
Sebanyak
62 calon mahasiswa mengikuti proses seleksi, terdiri atas 30 peserta yang hadir
langsung di kampus dan 32 peserta yang mengikuti ujian secara daring dari
berbagai daerah. Berdasarkan pilihan program studi, sebanyak 41 peserta
mendaftar pada Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI),
sedangkan 20 peserta memilih Program Studi Magister Studi Islam.
Para peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau, serta sejumlah daerah di Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Tingginya partisipasi peserta dari berbagai wilayah menunjukkan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan pascasarjana di STAIN SAR Kepri.

Tahapan
seleksi diawali dengan Computer Based Test (CBT) yang menguji kemampuan
potensi akademik peserta melalui 50 soal Tes Potensi Akademik (TPA). Setelah
menyelesaikan CBT, peserta melanjutkan tahap wawancara yang dilaksanakan secara
paralel oleh enam tim penguji di beberapa ruang yang telah disiapkan, yakni
Ruang Wakil Ketua I, Ruang Wakil Ketua II, Ruang Kepala Bagian AUAK, Ruang Unit
Halal, serta Ruang Internasional.
Tim
pewawancara terdiri atas Dr. Fadhila Yonata, M.Pd.I. (Plt. Wakil Ketua I
sekaligus Ketua Program Studi S-2 MPI), Dr. Almahfuz, M.Si. (Wakil Ketua II),
Dr. Imam Subekti, M.Pd.I. (Kepala Bagian AUAK), Dr. M. Taufiq, M.S.I. (Ketua
Program Studi S-2 Studi Islam), Dr. Ramandha Rudwi Hantoro, M.Pd.I. (Sekretaris
Program Studi S-2 MPI), serta Dr. Aidillah Suja, M.Pd.I. (Sekretaris Program
Studi S-2 Studi Islam). Sementara itu, peserta yang mengikuti seleksi secara
daring menjalani proses wawancara melalui platform Zoom Meeting dengan
tetap mengikuti standar penilaian yang sama.
Plt. Wakil Ketua I sekaligus Ketua Program Studi Magister MPI, Dr. Fadhila Yonata, M.Pd.I., menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi secara hybrid merupakan bentuk inovasi layanan akademik yang memberikan akses lebih luas bagi calon mahasiswa tanpa mengurangi kualitas proses seleksi.


"Seleksi
tahun ini kami selenggarakan secara hybrid agar dapat mengakomodasi
calon mahasiswa dari berbagai daerah. Meskipun sebagian peserta mengikuti ujian
secara daring, seluruh tahapan tetap dilaksanakan dengan standar akademik yang
sama untuk menjamin objektivitas, transparansi, dan kualitas proses penerimaan
mahasiswa baru," jelasnya.
Ia
menambahkan, peserta yang mengikuti seleksi daring diwajibkan menggunakan
perangkat pribadi, mengerjakan soal melalui platform CBT, serta mengikuti
pengawasan secara langsung melalui Zoom Meeting selama ujian
berlangsung. Mekanisme tersebut dirancang untuk memastikan seluruh peserta
mengikuti seleksi secara jujur, mandiri, dan sesuai ketentuan yang berlaku. (LF)