السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen memperkuat kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta keberlanjutan pengembangan institusi kembali ditegaskan dalam Apel Senin Pagi yang digelar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau di halaman Rektorat kampus pada Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan sebagai forum konsolidasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menghadapi berbagai agenda strategis kampus.
Bertindak
sebagai pembina apel, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag.,
menekankan bahwa seluruh civitas academica perlu membangun semangat kolaborasi
untuk mewujudkan target-target institusi, terutama dalam peningkatan mutu
akademik, penguatan akreditasi program studi, serta optimalisasi penerimaan
mahasiswa baru.
Dalam
amanatnya, Dr. Faisal menegaskan bahwa salah satu prioritas yang sedang
diupayakan kampus adalah peningkatan peringkat akreditasi Program Studi Tadris Bahasa
Inggris (TBI) dan Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menjadi
predikat Baik Sekali.
Menurutnya,
capaian tersebut akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan
reputasi akademik sekaligus memperkuat daya saing institusi.
“Target kita jelas, bagaimana program studi dapat meraih predikat Baik Sekali. Dampaknya sangat besar bagi pengembangan institusi, baik dari sisi kepercayaan masyarakat maupun peningkatan kualitas layanan akademik. Karena itu, saya berharap seluruh unsur kampus dapat saling mendukung dan berkolaborasi dalam proses ini,” tegasnya.

Selain
itu, ia mengingatkan seluruh dosen agar tetap berfokus pada pelaksanaan Tri
Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat. Menurutnya, profesionalisme dosen harus tercermin melalui
pemenuhan kinerja akademik, termasuk publikasi ilmiah dan pelaporan Beban Kerja
Dosen (BKD) secara optimal.
Ia
juga mengajak seluruh dosen untuk terus meningkatkan produktivitas akademik
sebagai bagian dari tanggung jawab profesi sekaligus upaya menjaga kualitas
pendidikan tinggi di STAIN SAR Kepri.
Lebih
lanjut, Muhammad Faisal mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk
bersama-sama menyukseskan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Mandiri yang
masih berlangsung. Menurutnya, keberhasilan PMB tidak hanya menjadi tanggung
jawab pimpinan maupun program studi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama
seluruh warga kampus.
Ia menilai peningkatan jumlah mahasiswa baru akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan kegiatan akademik, penguatan rasio dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kapasitas kelembagaan.
.jpeg)
“Setiap
ASN maupun non-ASN di lingkungan STAIN SAR Kepri memiliki tanggung jawab moral
untuk ikut mempromosikan kampus kepada masyarakat. Mari manfaatkan berbagai
media komunikasi yang kita miliki agar semakin banyak calon mahasiswa mengenal
dan memilih STAIN SAR Kepri,” ajaknya.
Menutup
amanatnya, Ketua STAIN SAR Kepri mengajak seluruh warga kampus untuk tetap
menjaga semangat kerja, memperkuat kekompakan, serta tidak mudah terpengaruh
oleh berbagai isu yang berpotensi mengganggu fokus pengembangan institusi.
“Yang
terpenting bagi kita adalah terus bekerja, berkolaborasi, dan menjaga semangat
untuk memajukan STAIN SAR Kepri. Jika kita bergerak bersama, insyaallah
berbagai target institusi dapat kita capai dengan baik,” pungkasnya.
Melalui
apel rutin tersebut, STAIN SAR Kepri kembali menegaskan komitmennya untuk
membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada
peningkatan mutu pendidikan tinggi, sehingga mampu menghadirkan layanan
akademik yang semakin berkualitas serta berdaya saing di tingkat regional
maupun nasional. (LF)
355 Mahasiswa STAIN Kepri Perkuat Kompetensi Fardhu Kifayah Sebelum Terjun ke Masyarakat
Sinergi STAIN Kepri, Peradi, dan IKADIN Cetak Calon Advokat Berintegritas