السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Sebanyak 355 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau mengikuti kegiatan Praktik Fardhu Kifayah yang dilaksanakan di Laboratorium Kompetensi Keagamaan Terpadu pada Kamis (2/7). Kegiatan ini menjadi salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi KKN.
Peserta yang berasal dari 11 program studi tersebut dibagi ke dalam 20 kelompok, terdiri atas 8 kelompok laki-laki dan 12 kelompok perempuan. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni penyampaian materi terkait tata cara pelaksanaan fardhu kifayah dan praktik yang dikemas dalam bentuk ujian kelompok.
Ketua Panitia, Saepuddin, M.Ag., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan dan praktik fardhu kifayah merupakan agenda yang sejak awal memang diwajibkan bagi mahasiswa peserta KKN. Menurutnya, mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau harus memiliki kompetensi keagamaan yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.
“Pelaksanaan praktik fardhu kifayah ini menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa untuk mengikuti KKN Tahun 2026. Kegiatan ini harus diikuti dengan sebaik-baiknya karena sejak awal memang telah diwajibkan. Mahasiswa STAIN harus mampu mengurus jenazah apabila selama pelaksanaan KKN terdapat warga yang meninggal dunia,” ujarnya.
Saepuddin menjelaskan bahwa sebagai mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam, kemampuan yang harus dimiliki tidak hanya terbatas pada pelaksanaan fardhu kifayah. Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi imam salat, khatib, serta menjadi rujukan keagamaan di lingkungan masyarakat tempat mereka melaksanakan pengabdian.
“Mahasiswa STAIN bukan hanya harus mampu melaksanakan fardhu kifayah, tetapi juga harus siap menjadi imam dan khatib di tengah masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka terjun langsung ke lapangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti masih minimnya masyarakat yang memiliki kemampuan dan keberanian untuk menyelenggarakan proses fardhu kifayah secara lengkap sesuai tuntunan syariat. Karena itu, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi solusi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di beberapa tempat masih sangat sedikit masyarakat yang mampu menyelesaikan fardhu kifayah secara utuh. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat menjadi garansi dan membantu masyarakat dalam melaksanakan kewajiban tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” jelasnya.


Melalui kegiatan ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berupaya memastikan seluruh peserta KKN memiliki kompetensi dasar keagamaan yang memadai sebelum diterjunkan ke berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Riau. Selain sebagai bentuk penguatan kapasitas mahasiswa, praktik fardhu kifayah juga menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan dan pengabdian keagamaan kepada masyarakat. (Gby)
355 Mahasiswa STAIN Kepri Perkuat Kompetensi Fardhu Kifayah Sebelum Terjun ke Masyarakat
Sinergi STAIN Kepri, Peradi, dan IKADIN Cetak Calon Advokat Berintegritas
PB PMII dan STAIN Kepri Bersinergi, Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Zaman
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang