السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Meneladani Rasulullah, STAIN SAR Kepri Jadikan Peringatan Maulid Nabi sebagai Momentum Penguatan Karakter

  • 11 September 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 178
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan perguruan tinggi menjadi momentum untuk kembali menghayati keteladanan Rasulullah dalam kehidupan, sekaligus memperkuat semangat civitas academica dalam menuntut ilmu, membangun akhlak, dan mengabdi kepada masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H yang digelar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau di Laboratorium Keagamaan Terpadu STAIN SAR Kepri, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua STAIN SAR Kepri Prof. Dr. Azni, M.Ag., unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Peringatan Maulid Nabi menghadirkan Letkol Laut (K) Rokhim Hadi Anwar atau yang dikenal sebagai Ustadz Blangkon Loreng sebagai penceramah.

Dalam sambutannya, Ketua STAIN SAR Kepri Prof. Azni, M.Ag. menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalankan kehidupan dan tugas sehari-hari.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah perlu diwujudkan dalam sikap, semangat, tanggung jawab, serta cara setiap individu menjalankan perannya. Nilai-nilai tersebut penting tidak hanya bagi mahasiswa dalam menuntut ilmu, tetapi juga bagi pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan serta membangun lingkungan akademik yang positif.

“Semangat kita menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam hidup dan sebagai rujukan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Mudah-mudahan peringatan ini semakin menguatkan semangat kita dalam menjalankan tugas dan memberikan teladan kepada orang-orang di sekitar kita,” ujar Prof. Azni.


Dalam kesempatan tersebut, Prof. Azni juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kebersamaan yang dirasakannya selama menjalankan amanah sebagai Ketua STAIN SAR Kepri. Menurutnya, kebersamaan tersebut merupakan modal penting dalam membangun dan memajukan perguruan tinggi.

Ia kemudian mengajak mahasiswa untuk memiliki semangat belajar dan keberanian membangun cita-cita. Menurutnya, pendidikan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan masa depan dan mengembangkan potensi sesuai dengan bidang serta cita-cita masing-masing.

“Punya cita-cita itu sangat penting. Cita-cita menjadi mimpi yang harus dijaga dan diperjuangkan. Tidak harus semuanya menjadi dosen. Silakan memiliki cita-cita sesuai dengan bidang yang ingin dicapai. Yang penting, punya tujuan, berusaha meraihnya, dan terus bersemangat,” pesannya kepada mahasiswa.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik dan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Semangat tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, wawasan, dan kontribusi lebih besar bagi masyarakat.

Prof. Azni menutup sambutannya dengan mengingatkan kembali pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai pedoman kehidupan. Keteladanan Nabi, menurutnya, dapat menjadi fondasi dalam membangun pribadi yang tidak hanya berhasil secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.


Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan Letkol Laut (K) Rokhim Hadi Anwar, mahasiswa diajak memahami alasan pentingnya Rasulullah SAW dijadikan sebagai teladan dalam kehidupan. Menurutnya, Rasulullah merupakan sosok yang dapat dijadikan contoh dalam berbagai aspek kehidupan karena beliau adalah manusia yang menjalani kehidupan dengan keteladanan yang dapat dipraktikkan umatnya.

Ia menekankan bahwa keteladanan Rasulullah tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan melalui perbuatan. Nilai tersebut menjadi penting bagi mahasiswa agar ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku.

“Rasulullah patut dijadikan teladan karena beliau adalah manusia seperti kita. Apa yang dilakukan Rasulullah dapat kita contoh dan kita praktikkan dalam kehidupan. Karena itu, jangan hanya bisa mengajar atau berbicara, tetapi harus mampu mengamalkan apa yang kita sampaikan,” ungkapnya.

Ustadz Blangkon Loreng juga mengajak mahasiswa untuk membangun karakter melalui kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kehidupan sosial maupun keluarga perlu dibangun dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, dan menjauhi sikap saling menyakiti.

Dalam ceramahnya, ia turut menekankan pentingnya menghormati orang tua, khususnya ibu. Ia mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menghargai pengorbanan ibu yang telah melahirkan, merawat, mendidik, dan memberikan kasih sayang sejak awal kehidupan.


Pesan tersebut menjadi bagian dari penguatan nilai akhlak yang sejalan dengan semangat pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan akhlak yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, ia memotivasi mahasiswa agar tidak membatasi cita-cita. Latar belakang pendidikan, menurutnya, dapat menjadi bekal untuk menempuh berbagai profesi dan memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di STAIN SAR Kepri akhirnya tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi civitas academica untuk menghadirkan nilai-nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan nyata.

Bagi mahasiswa, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kesungguhan menuntut ilmu, membangun akhlak, menghormati orang tua dan guru, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta berani menetapkan cita-cita dan memperjuangkannya.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, STAIN SAR Kepri terus mendorong terbentuknya generasi yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan semangat pengabdian. Keteladanan Rasulullah diharapkan menjadi pijakan bagi seluruh civitas academica dalam membangun kehidupan kampus yang berilmu, berakhlak, dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. (LF/Gby)