السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Menjaga pesisir tidak cukup hanya dengan kesadaran, tetapi membutuhkan tindakan nyata yang dilakukan secara bersama. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau bersama mahasiswa KKN Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui aksi penanaman bakau di kawasan pesisir Desa Kampe, RW 3, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan
tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran
ekologis sekaligus memperkuat kolaborasi lintas perguruan tinggi melalui
pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat gotong royong, mahasiswa dari
kedua institusi turun langsung ke kawasan pesisir untuk menanam dan menata
bibit bakau.
Penanaman
bakau dipilih karena vegetasi pesisir tersebut memiliki peran ekologis penting
dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ekosistem mangrove dapat membantu
melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota, serta
mendukung keberlangsungan lingkungan pesisir apabila dikelola dan dirawat
secara berkelanjutan.
Perwakilan mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk sederhana dari kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus upaya mengajak masyarakat melihat pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

“Kegiatan
ini bukan sekadar menanam bibit, tetapi menjadi bentuk kepedulian dan komitmen
kami untuk ikut menjaga lingkungan pesisir. Kami berharap setiap bibit yang
ditanam dapat dirawat dan tumbuh sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan
serta masyarakat di masa mendatang,” tegasnya.
Senada
dengan hal tersebut, perwakilan mahasiswa KKN UMRAH menilai kolaborasi dalam
kegiatan lingkungan menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk menerapkan
pengetahuan sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan ekologis yang
dihadapi masyarakat.
“Kami
belajar bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kerja bersama. Teriknya matahari
dan kondisi pesisir bukan menjadi hambatan. Justru melalui kegiatan ini, kami
merasakan langsung bagaimana kebersamaan dan kepedulian dapat diwujudkan dalam
sebuah aksi nyata,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung di kawasan pesisir dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai tahapan, mulai dari mempersiapkan lokasi, menyiapkan bibit, hingga menanam bakau. Kondisi lingkungan pesisir yang berlumpur dan medan yang tidak mudah justru menjadi bagian dari pengalaman pengabdian mahasiswa di lapangan.

Kolaborasi
tersebut juga memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi
ruang pertemuan antara pengetahuan akademik, kepedulian sosial, dan kesadaran
ekologis. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga
sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga
lingkungan.
Setiap
bibit yang ditanam menjadi investasi ekologis bagi masa depan. Pertumbuhannya
membutuhkan waktu dan perawatan, tetapi keberadaannya diharapkan dapat menjadi
bagian dari vegetasi pesisir yang mendukung perlindungan garis pantai serta
menyediakan habitat bagi berbagai organisme.
Bagi
mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri dan UMRAH, aksi hijau di Desa Kampe juga menjadi
pengingat bahwa keberlanjutan lingkungan tidak dapat dibangun melalui kegiatan
sesaat. Diperlukan kepedulian, perawatan, dan keterlibatan berbagai pihak agar
upaya pelestarian dapat memberikan dampak jangka panjang.
Melalui
kegiatan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat semakin memiliki kesadaran
untuk menjaga ekosistem pesisir serta melanjutkan upaya penghijauan di
lingkungan sekitar. Kolaborasi lintas perguruan tinggi juga diharapkan dapat
terus berkembang melalui berbagai program pengabdian yang menyentuh kebutuhan
nyata masyarakat. (LF/KKN Bintan 6)