السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pembinaan Pegawai STAIN SAR Kepri, Ketua Teguhkan Semangat Kolaborasi dan Profesionalisme Tenaga Kependidikan

  • 24 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 185
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Penguatan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian penting dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Hal tersebut ditegaskan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, Prof. Dr. Azni, M.Ag., saat memberikan pembinaan pegawai kepada tenaga kependidikan (tendik) STAIN SAR Kepri di Balai Titah, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua STAIN SAR Kepri bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, dan Wakil Ketua III. Turut hadir Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK) Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I., Kepala Subbagian Tata Usaha, Perlengkapan, dan Rumah Tangga (TU PRT) Martanto, S.Sos., M.Si., Kepala Subbagian Layanan Akademik Dvi Afriansyah, S.Pd.I., M.AP., jajaran Satuan Pengawas Internal (SPI), Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), tim keuangan, serta seluruh tenaga kependidikan STAIN SAR Kepri.

Kepala Bagian AUAK STAIN SAR Kepri, Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I., menyampaikan bahwa saat ini terdapat 60 tenaga kependidikan yang terdiri atas 22 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 38 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi internal sekaligus menyatukan semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan.

Dalam arahannya, Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag., menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang dilandasi semangat kolaborasi. Menurutnya, setiap pegawai memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, tetapi penyelesaian pekerjaan kelembagaan membutuhkan kepedulian dan kerja sama antarpersonel.

“Setiap kita memiliki tugas masing-masing. Namun, ketika ada pekerjaan yang belum selesai dan membutuhkan dukungan, kita harus saling membantu. Semangatnya adalah bekerja sama dan sama-sama bekerja,” tegasnya.

Ia menilai, tenaga kependidikan memiliki posisi strategis dalam mendukung keberlangsungan layanan perguruan tinggi. Kualitas pelayanan administrasi, khususnya kepada mahasiswa dan masyarakat, turut menentukan citra serta kualitas institusi.

Karena itu, Prof. Azni mendorong seluruh tendik untuk menjadikan lingkungan kerja sebagai ruang yang nyaman, tertib, bersih, dan mendukung produktivitas. Menurutnya, pegawai menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja sehingga suasana lingkungan kerja perlu dikelola secara bersama-sama.


“Tempat kerja harus kita jadikan tempat yang nyaman. Kebersihan, ketertiban, dan suasana kerja merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Selain membangun kenyamanan lingkungan kerja, Ketua STAIN SAR Kepri juga menekankan pentingnya transformasi layanan berbasis digital. Di tengah perkembangan teknologi, pelayanan perguruan tinggi dituntut semakin cepat, efektif, dan terintegrasi.

Ia mendorong jajaran TIPD bersama unit terkait untuk terus mengidentifikasi berbagai proses kerja yang dapat didigitalisasi sehingga pelayanan tidak lagi bergantung pada mekanisme manual.

“Di era sekarang, perguruan tinggi harus terus bergerak menuju pelayanan yang lebih profesional dan digital. Kita perlu melihat pekerjaan mana yang dapat disederhanakan dan didigitalisasi secara bertahap,” jelasnya.

Dalam pembinaan tersebut, Prof. Azni juga mengingatkan seluruh tenaga kependidikan agar bekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak mengambil keputusan di luar kewenangan.

Ia menekankan pentingnya konsultasi dan koordinasi dengan atasan dalam setiap persoalan yang membutuhkan keputusan. Selain itu, setiap pekerjaan diharapkan memiliki dokumentasi dan data pendukung yang jelas sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

“Bekerjalah sesuai dengan aturan dan on the track. Jangan mengambil keputusan sendiri ketika persoalan tersebut berada di luar kewenangan. Konsultasikan dengan atasan masing-masing,” pesannya.

Hal lain yang menjadi perhatian ialah peningkatan kompetensi dan profesionalisme. Ketua STAIN SAR Kepri mendorong tenaga kependidikan untuk tidak berhenti belajar serta memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan kompetensi, baik melalui pelatihan, pendidikan, maupun forum peningkatan kapasitas lainnya.


Menurutnya, perkembangan teknologi dan tuntutan tata kelola perguruan tinggi mengharuskan setiap pegawai memiliki kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan.

“Jangan merasa puas dengan kemampuan yang sudah dimiliki. Peningkatan kualitas diri dan profesionalisme sangat penting. Carilah kesempatan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar peningkatan kompetensi senantiasa berjalan beriringan dengan integritas. Menurutnya, kompetensi yang tinggi harus dibangun di atas kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan sebagai bagian dari komitmen menjadi ASN yang profesional dan berintegritas.

“Pada akhirnya, kita tidak hanya dituntut menjadi ASN yang kompeten, tetapi juga ASN yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi institusi dan masyarakat,” tutupnya.

Semangat peningkatan kompetensi tersebut sejalan dengan pelaksanaan profiling ASN yang sebelumnya diikuti 13 tenaga kependidikan STAIN SAR Kepri di UPT BKN Batam. Dr. Imam Subekti menyampaikan bahwa hasil profiling menunjukkan capaian yang sangat baik, dengan rata-rata nilai peserta berada di atas 90.

“Ini menunjukkan bahwa potensi dan kompetensi tenaga kependidikan kita sangat baik. Hasil tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas SDM dan kinerja kelembagaan,” kata Dr. Imam.


Sementara itu, Dr. Imam juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kerja, membangun kebersamaan, serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat tidak hanya dibangun melalui sistem dan aturan, tetapi juga melalui hubungan yang baik antarsesama pegawai.

“Kita bekerja bukan semata-mata untuk menjalankan kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk ibadah. Karena itu, mari kita jalani pekerjaan dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, dan semangat untuk memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Pembinaan kepegawaian tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa peningkatan kualitas STAIN SAR Kepri tidak hanya bergantung pada kebijakan pimpinan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankan roda pelayanan sehari-hari.

Dengan membangun budaya kerja yang kolaboratif, meningkatkan kompetensi, memperkuat digitalisasi, bekerja sesuai regulasi, serta menghadirkan pelayanan yang ramah dan profesional, tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan STAIN SAR Kepri sebagai perguruan tinggi yang semakin maju, adaptif, dan berdaya saing.

Bekerja bersama, meningkatkan kompetensi, dan melayani dengan sepenuh hati menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berkelanjutan. (LF)