السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Penguatan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian penting dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Hal tersebut ditegaskan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, Prof. Dr. Azni, M.Ag., saat memberikan pembinaan pegawai kepada tenaga kependidikan (tendik) STAIN SAR Kepri di Balai Titah, Senin (24/8/2026).
Kegiatan
tersebut dihadiri Ketua STAIN SAR Kepri bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II,
dan Wakil Ketua III. Turut hadir Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan
Keuangan (AUAK) Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I., Kepala Subbagian Tata Usaha,
Perlengkapan, dan Rumah Tangga (TU PRT) Martanto, S.Sos., M.Si., Kepala
Subbagian Layanan Akademik Dvi Afriansyah, S.Pd.I., M.AP., jajaran Satuan
Pengawas Internal (SPI), Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), tim
keuangan, serta seluruh tenaga kependidikan STAIN SAR Kepri.
Kepala
Bagian AUAK STAIN SAR Kepri, Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I., menyampaikan bahwa
saat ini terdapat 60 tenaga kependidikan yang terdiri atas 22 Pegawai Negeri
Sipil (PNS) dan 38 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pertemuan
tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi internal sekaligus
menyatukan semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan.
Dalam
arahannya, Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag., menekankan pentingnya
membangun budaya kerja yang dilandasi semangat kolaborasi. Menurutnya, setiap
pegawai memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, tetapi penyelesaian
pekerjaan kelembagaan membutuhkan kepedulian dan kerja sama antarpersonel.
“Setiap
kita memiliki tugas masing-masing. Namun, ketika ada pekerjaan yang belum
selesai dan membutuhkan dukungan, kita harus saling membantu. Semangatnya
adalah bekerja sama dan sama-sama bekerja,” tegasnya.
Ia
menilai, tenaga kependidikan memiliki posisi strategis dalam mendukung
keberlangsungan layanan perguruan tinggi. Kualitas pelayanan administrasi,
khususnya kepada mahasiswa dan masyarakat, turut menentukan citra serta
kualitas institusi.
Karena itu, Prof. Azni mendorong seluruh tendik untuk menjadikan lingkungan kerja sebagai ruang yang nyaman, tertib, bersih, dan mendukung produktivitas. Menurutnya, pegawai menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja sehingga suasana lingkungan kerja perlu dikelola secara bersama-sama.


“Tempat
kerja harus kita jadikan tempat yang nyaman. Kebersihan, ketertiban, dan
suasana kerja merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Selain
membangun kenyamanan lingkungan kerja, Ketua STAIN SAR Kepri juga menekankan
pentingnya transformasi layanan berbasis digital. Di tengah perkembangan
teknologi, pelayanan perguruan tinggi dituntut semakin cepat, efektif, dan
terintegrasi.
Ia
mendorong jajaran TIPD bersama unit terkait untuk terus mengidentifikasi
berbagai proses kerja yang dapat didigitalisasi sehingga pelayanan tidak lagi
bergantung pada mekanisme manual.
“Di
era sekarang, perguruan tinggi harus terus bergerak menuju pelayanan yang lebih
profesional dan digital. Kita perlu melihat pekerjaan mana yang dapat
disederhanakan dan didigitalisasi secara bertahap,” jelasnya.
Dalam
pembinaan tersebut, Prof. Azni juga mengingatkan seluruh tenaga kependidikan
agar bekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak
mengambil keputusan di luar kewenangan.
Ia
menekankan pentingnya konsultasi dan koordinasi dengan atasan dalam setiap
persoalan yang membutuhkan keputusan. Selain itu, setiap pekerjaan diharapkan
memiliki dokumentasi dan data pendukung yang jelas sehingga dapat
dipertanggungjawabkan secara administratif.
“Bekerjalah
sesuai dengan aturan dan on the track. Jangan mengambil keputusan
sendiri ketika persoalan tersebut berada di luar kewenangan. Konsultasikan
dengan atasan masing-masing,” pesannya.
Hal lain yang menjadi perhatian ialah peningkatan kompetensi dan profesionalisme. Ketua STAIN SAR Kepri mendorong tenaga kependidikan untuk tidak berhenti belajar serta memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan kompetensi, baik melalui pelatihan, pendidikan, maupun forum peningkatan kapasitas lainnya.

.jpeg)
Menurutnya,
perkembangan teknologi dan tuntutan tata kelola perguruan tinggi mengharuskan
setiap pegawai memiliki kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan dan
keterampilan.
“Jangan
merasa puas dengan kemampuan yang sudah dimiliki. Peningkatan kualitas diri dan
profesionalisme sangat penting. Carilah kesempatan untuk menambah pengetahuan
dan keterampilan,” ungkapnya.
Ia
juga mengingatkan agar peningkatan kompetensi senantiasa berjalan beriringan
dengan integritas. Menurutnya, kompetensi yang tinggi harus dibangun di atas
kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan sebagai
bagian dari komitmen menjadi ASN yang profesional dan berintegritas.
“Pada
akhirnya, kita tidak hanya dituntut menjadi ASN yang kompeten, tetapi juga ASN
yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu memberikan pelayanan terbaik
bagi institusi dan masyarakat,” tutupnya.
Semangat
peningkatan kompetensi tersebut sejalan dengan pelaksanaan profiling ASN
yang sebelumnya diikuti 13 tenaga kependidikan STAIN SAR Kepri di UPT BKN
Batam. Dr. Imam Subekti menyampaikan bahwa hasil profiling menunjukkan
capaian yang sangat baik, dengan rata-rata nilai peserta berada di atas 90.
“Ini menunjukkan bahwa potensi dan kompetensi tenaga kependidikan kita sangat baik. Hasil tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas SDM dan kinerja kelembagaan,” kata Dr. Imam.
.jpeg)
Sementara
itu, Dr. Imam juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kerja, membangun
kebersamaan, serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Menurutnya,
lingkungan kerja yang sehat tidak hanya dibangun melalui sistem dan aturan,
tetapi juga melalui hubungan yang baik antarsesama pegawai.
“Kita
bekerja bukan semata-mata untuk menjalankan kewajiban, tetapi juga sebagai
bentuk ibadah. Karena itu, mari kita jalani pekerjaan dengan ikhlas, penuh
tanggung jawab, dan semangat untuk memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Pembinaan
kepegawaian tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa peningkatan kualitas STAIN
SAR Kepri tidak hanya bergantung pada kebijakan pimpinan, tetapi juga pada
kualitas sumber daya manusia yang menjalankan roda pelayanan sehari-hari.
Dengan
membangun budaya kerja yang kolaboratif, meningkatkan kompetensi, memperkuat
digitalisasi, bekerja sesuai regulasi, serta menghadirkan pelayanan yang ramah
dan profesional, tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi bagian penting
dalam mewujudkan STAIN SAR Kepri sebagai perguruan tinggi yang semakin maju,
adaptif, dan berdaya saing.
Bekerja
bersama, meningkatkan kompetensi, dan melayani dengan sepenuh hati menjadi
fondasi penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan
berkelanjutan. (LF)
Perkuat Komunikasi Kelembagaan, Ketua STAIN Kepri Terima Kunjungan Silaturahmi Polres Bintan