السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa KKN STAIN Sultan Abdurrahman Dukung Praktik Ekoteologi melalui Penanaman Cabe Bersama Warga Desa Dendun

  • 21 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 24
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau bersama Pemerintah Desa, Tim Penggerak PKK, dan masyarakat Desa Dendun melaksanakan kegiatan penanaman bibit cabe di samping Posko KKN RT 02 RW 01, Desa Dendun, Jumat (21/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan sederhana berbasis semangat ekoteologi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Dendun Eva Riana, S.H., Ketua PKK Ayu, jajaran PKK, masyarakat setempat, serta mahasiswa KKN STAIN Kepri. Berbeda dengan kegiatan formal pada umumnya, penanaman dilakukan secara langsung tanpa rangkaian seremoni, menekankan praktik nyata dan keterlibatan aktif seluruh peserta.

Penanaman dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan dan mencampur media tanam, mengisi polibag, hingga menanam bibit cabe. Seluruh peserta terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan sehingga tercipta suasana gotong royong yang mempererat hubungan antara warga dan mahasiswa KKN.

Bagi masyarakat Desa Dendun, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan tanaman produktif, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan rumah tangga. Penggunaan polibag dipilih karena mudah diterapkan dan dapat dilakukan oleh masyarakat dengan keterbatasan lahan.

Dalam perspektif ekoteologi, kegiatan menanam cabe tersebut mencerminkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Melalui kegiatan sederhana seperti bercocok tanam, masyarakat diajak untuk memandang alam bukan hanya sebagai sumber daya yang dimanfaatkan, tetapi juga sebagai amanah yang perlu dirawat dan dilestarikan.

Keikutsertaan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memperkuat praktik-praktik yang mendukung ketahanan pangan, kepedulian lingkungan, dan penguatan nilai sosial di tingkat desa.

Ketua Kelompok KKN Desa Dendun, Raihan Saputra, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi sarana pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kami belajar langsung dari masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Penanaman cabe bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara bijak dan berkelanjutan," ujarnya.

Lebih lanjut, Raihan menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berbasis lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai pengabdian yang diperoleh selama perkuliahan. Menurutnya, pendekatan kolaboratif bersama masyarakat menjadi kunci agar program yang dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat terwujud melalui dukungan terhadap inisiatif masyarakat yang telah berjalan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, PKK, pemerintah desa, dan warga menjadi contoh bagaimana sinergi berbagai elemen masyarakat dapat menghasilkan aktivitas yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

Dengan adanya kegiatan penanaman cabe ini, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Selain berpotensi membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, langkah tersebut juga dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap alam, kegiatan ini menjadi bukti bahwa upaya merawat lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Dari Desa Dendun, nilai-nilai ekoteologi diwujudkan dalam tindakan nyata yang tidak hanya menjaga bumi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kemandirian masyarakat. (Gby/Raihan)