السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Lingga, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang berlokasi di Desa Sedamai menggelar Pelatihan Fardhu Kifayah bagi masyarakat setempat pada Kamis (21/8). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat pemahaman dan keterampilan warga dalam pengurusan jenazah sesuai syariat Islam.
Pelatihan tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya jumlah masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis dalam melaksanakan fardhu kifayah, khususnya tata cara memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga proses pemakaman jenazah. Kondisi ini menjadi perhatian mahasiswa KKN mengingat pengurusan jenazah merupakan kewajiban kolektif umat Islam yang harus dapat dilaksanakan dengan baik di lingkungan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi teoritis mengenai hukum, adab, dan tahapan pengurusan jenazah, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung. Melalui metode tersebut, masyarakat tidak hanya memahami konsep fardhu kifayah secara akademis dan keagamaan, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari pembekalan yang diterima mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi KKN. Salah satu materi pembekalan yang diberikan oleh kampus adalah pelatihan fardhu kifayah sebagai bekal pengabdian keagamaan di tengah masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pembekalan tersebut kemudian ditransformasikan kembali kepada masyarakat melalui program kerja yang disusun mahasiswa selama masa KKN.
Ketua Kelompok KKN Desa Sedamai, Muhammad Fahrul, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi ilmu yang telah kami peroleh selama pembekalan KKN. Harapannya, masyarakat Desa Sedamai memiliki lebih banyak kader yang memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, sehingga ketika diperlukan, masyarakat dapat melaksanakannya secara mandiri dan benar," ujarnya.
Menurut Fahrul, keberhasilan program KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari dampak yang dapat dirasakan masyarakat setelah program tersebut selesai. Oleh karena itu, pelatihan fardhu kifayah dipilih karena memiliki nilai manfaat yang tinggi dan dapat menjadi bekal pengetahuan jangka panjang bagi warga.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung, baik saat sesi penyampaian materi maupun praktik. Kehadiran pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sosial-keagamaan serta memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian antarwarga.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN STAIN Kepri menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berupa kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan solusi edukatif yang berdampak nyata. Dengan meningkatnya kapasitas masyarakat dalam pelaksanaan fardhu kifayah, Desa Sedamai diharapkan memiliki sumber daya manusia yang lebih siap dalam menjalankan tanggung jawab keagamaan dan sosial di masa mendatang. (Gby/Fadhlu)