السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa KKN STAIN Kepri Edukasi Anti-Bullying di SMP Negeri 23 Bintan, Perkuat Pembinaan Karakter Siswa

  • 04 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 5
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (SAR Kepri) dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan edukasi pencegahan bullying yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Desa Mantang Baru di SMP Negeri 23 Bintan, Selasa (4/8).

Mengusung tema “Stop Bullying di Sekolah Kita, Teman Bukan Musuh”, kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi yang membawa nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan penghormatan terhadap sesama ke lingkungan sekolah.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Kepala SMP Negeri 23 Bintan, Reni Nova, S.Pd., dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) M. Khafrawi ini dipimpin oleh Ketua Kelompok KKN Desa Mantang Baru, Ade Ramdani, bersama seluruh anggota kelompok.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai bentuk bullying, baik fisik, verbal, sosial, maupun digital. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, pemutaran video, pembacaan puisi, hingga praktik "Butterfly Hug" sebagai sarana mengenali dan mengelola emosi.

Pemateri dari Divisi Humas KKN, Selvi Della Erdyka Nugraha, menegaskan bahwa bullying bukan sekadar candaan yang dianggap lumrah, melainkan perilaku yang dapat menimbulkan dampak psikologis dan sosial yang berkepanjangan bagi korban.

“Setiap siswa berhak merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa mencegah bullying merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan tersebut menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa STAIN Kepri dalam menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah lingkungan pendidikan dasar dan menengah menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesadaran sosial dan karakter generasi muda.

Ketua Kelompok KKN Desa Mantang Baru, Ade Ramdani, mengatakan bahwa program edukasi anti-bullying merupakan salah satu upaya mahasiswa untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat selama pelaksanaan KKN.

“Kami berharap nilai-nilai yang disampaikan dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik,” katanya.

Antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung menjadi indikator positif bahwa edukasi mengenai pencegahan bullying masih sangat dibutuhkan. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi dan terlibat dalam refleksi bersama mengenai pentingnya menghargai perbedaan serta menjaga perasaan teman sebaya.


Melalui program ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kemasyarakatan. Kegiatan KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memperluas kontribusi kampus dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan bebas dari perundungan. (Gby/Aulia)