السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali mendapat ruang untuk menginspirasi masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bintan 11 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, Siti Juariah, menjadi narasumber dalam program Dialog Kentongan RRI Pro 1 Tanjungpinang bertema "Generasi Muda Peduli Lingkungan, Jaga Alam untuk Masa Depan", Selasa (4/8/2026).
Dialog
tersebut menghadirkan Humas KKN Bintan 11, Siti Juariah bersama Ketua Umum
MAPALA STAIN SAR Kepri, Diana Dwi Risti, untuk berbagi pengalaman sekaligus
mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, agar berperan aktif dalam menjaga
kelestarian lingkungan melalui aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan.
Pada
kesempatan tersebut, Siti Juariah membagikan pengalaman selama menjalankan
program KKN di Desa Teluk Bakau, khususnya melalui kolaborasi dengan Lamun
Warrior Indonesia Foundation dalam kegiatan konservasi ekosistem lamun.
Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan tersebut membuka perspektif baru
mengenai pentingnya keberadaan lamun sebagai salah satu ekosistem pesisir yang
memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
"Sebelum
mengikuti kegiatan ini, saya juga belum begitu memahami apa itu lamun dan
bagaimana manfaatnya bagi lingkungan. Melalui kolaborasi bersama Lamun
Warrior Indonesia Foundation, saya belajar bahwa menjaga kawasan pesisir
bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga memahami fungsi setiap
ekosistem yang ada di dalamnya. Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa
langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama dapat memberikan dampak
besar bagi kelestarian lingkungan," ungkap Siti Juariah.
Ia
menjelaskan bahwa selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya melakukan aksi
konservasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat
mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Berbagai kegiatan dilakukan
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mulai dari pengenalan ekosistem lamun,
aksi bersih pantai, hingga pemanfaatan serasah lamun sebagai produk yang
bernilai guna.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan pantai, mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai, serta mengenali potensi ekosistem lokal yang perlu dilestarikan.

Sementara
itu, Ketua Umum MAPALA STAIN SAR Kepri, Diana Dwi Risti, menegaskan bahwa
generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam mewujudkan
pembangunan yang berkelanjutan.
Ia
mengajak kaum muda untuk tidak hanya memiliki kepedulian terhadap isu-isu
lingkungan, tetapi juga mengambil peran melalui berbagai aksi konservasi yang
mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.
Dialog
yang dipandu oleh Fidiawati selaku host berlangsung interaktif. Para pendengar
diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan sebagai investasi bagi masa
depan, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pelestarian alam merupakan tanggung
jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan sekitar.
Partisipasi
mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri dalam siaran publik tersebut menjadi bukti bahwa
pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan di
lapangan, tetapi juga melalui edukasi yang menjangkau masyarakat luas.
Kehadiran mahasiswa di ruang publik diharapkan mampu memperkuat literasi
lingkungan sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terlibat
dalam berbagai gerakan pelestarian alam.
Melalui
kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas lingkungan, media publik, dan
masyarakat, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau terus mendorong lahirnya
generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki
kepedulian ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab moral dalam menjaga
keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang. (LF/KKN Bintan 11)
Pengumumuamn Kelulusan Mahasiswa Baru magister STAIN Tahun 2026