السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Suarakan Konservasi Pesisir di RRI Tanjungpinang, Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Ajak Generasi Muda Menjadi Penjaga Alam Masa Depan

  • 04 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 147
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali mendapat ruang untuk menginspirasi masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bintan 11 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, Siti Juariah, menjadi narasumber dalam program Dialog Kentongan RRI Pro 1 Tanjungpinang bertema "Generasi Muda Peduli Lingkungan, Jaga Alam untuk Masa Depan", Selasa (4/8/2026).

Dialog tersebut menghadirkan Humas KKN Bintan 11, Siti Juariah bersama Ketua Umum MAPALA STAIN SAR Kepri, Diana Dwi Risti, untuk berbagi pengalaman sekaligus mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, agar berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Siti Juariah membagikan pengalaman selama menjalankan program KKN di Desa Teluk Bakau, khususnya melalui kolaborasi dengan Lamun Warrior Indonesia Foundation dalam kegiatan konservasi ekosistem lamun. Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan tersebut membuka perspektif baru mengenai pentingnya keberadaan lamun sebagai salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

"Sebelum mengikuti kegiatan ini, saya juga belum begitu memahami apa itu lamun dan bagaimana manfaatnya bagi lingkungan. Melalui kolaborasi bersama Lamun Warrior Indonesia Foundation, saya belajar bahwa menjaga kawasan pesisir bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga memahami fungsi setiap ekosistem yang ada di dalamnya. Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan," ungkap Siti Juariah.

Ia menjelaskan bahwa selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya melakukan aksi konservasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Berbagai kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mulai dari pengenalan ekosistem lamun, aksi bersih pantai, hingga pemanfaatan serasah lamun sebagai produk yang bernilai guna.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan pantai, mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai, serta mengenali potensi ekosistem lokal yang perlu dilestarikan.


Sementara itu, Ketua Umum MAPALA STAIN SAR Kepri, Diana Dwi Risti, menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia mengajak kaum muda untuk tidak hanya memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan, tetapi juga mengambil peran melalui berbagai aksi konservasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.

Dialog yang dipandu oleh Fidiawati selaku host berlangsung interaktif. Para pendengar diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan sebagai investasi bagi masa depan, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan sekitar.

Partisipasi mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri dalam siaran publik tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan di lapangan, tetapi juga melalui edukasi yang menjangkau masyarakat luas. Kehadiran mahasiswa di ruang publik diharapkan mampu memperkuat literasi lingkungan sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terlibat dalam berbagai gerakan pelestarian alam.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas lingkungan, media publik, dan masyarakat, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab moral dalam menjaga keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang. (LF/KKN Bintan 11)