السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Remaja Hebat Berani Berkata Tidak! Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini di SMPN 2 Singkep Barat

  • 04 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 147
Kegiatan Mahasiswa

Lingga, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing terus dilakukan melalui berbagai program edukasi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menyelenggarakan Workshop Sosialisasi Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini bagi siswa kelas IX SMP Negeri 2 Singkep Barat, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pergaulan bebas, risiko pernikahan usia dini, serta pentingnya mempersiapkan masa depan melalui pendidikan.

Workshop berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan mahasiswa KKN sebagai narasumber. Selama kegiatan, para siswa diajak memahami berbagai persoalan yang kerap dihadapi remaja serta strategi untuk menghindari perilaku yang dapat menghambat masa depan mereka.

Dalam pemaparannya, perwakilan mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pergaulan bebas merupakan bentuk interaksi yang bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya. Menurutnya, perilaku tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lingkungan pergaulan, media sosial, serta kurangnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga.

"Pergaulan bebas dapat memberikan dampak yang serius, baik terhadap kesehatan fisik maupun mental. Selain menurunkan rasa percaya diri, perilaku tersebut juga dapat merusak hubungan sosial dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu, remaja perlu memiliki kemampuan untuk menyaring pengaruh negatif dan berani mengambil keputusan yang benar," jelasnya di hadapan para siswa.


Selain membahas pergaulan bebas, materi juga mengulas mengenai pernikahan usia dini, yaitu pernikahan yang dilakukan oleh individu berusia di bawah 18 tahun. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pernikahan pada usia anak berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari tingginya risiko kesehatan reproduksi, meningkatnya angka kematian ibu dan bayi, anemia, gangguan pada organ reproduksi, hingga persoalan psikologis, ekonomi, dan tingginya potensi perceraian. Kondisi tersebut juga berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia karena pendidikan sering kali terhenti akibat pernikahan dini.

Sebagai langkah pencegahan, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun karakter yang kuat, berani menolak ajakan negatif dari teman sebaya, menjaga kesehatan jasmani dan rohani, serta memperkuat komunikasi dengan orang tua. Mahasiswa juga menekankan bahwa edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas merupakan salah satu kunci dalam melindungi remaja dari berbagai risiko sosial.

Kegiatan berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias menyampaikan pendapat dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar tantangan yang dihadapi remaja di era digital.

Perwakilan siswa kelas IX, Zahrotul Jannah, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini sangat menyenangkan dan menambah wawasan kami. Materi yang disampaikan membuat kami lebih memahami pentingnya menjaga diri, fokus belajar, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik," ujarnya.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berharap para pelajar semakin memahami pentingnya melindungi diri dari perilaku berisiko serta menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam meraih cita-cita. Remaja didorong untuk tidak terburu-buru memasuki jenjang pernikahan, melainkan fokus menyelesaikan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan secara matang.

Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri dalam mendukung perlindungan hak-hak anak, meningkatkan kualitas generasi muda, serta membangun kesadaran bahwa pernikahan memerlukan kesiapan yang komprehensif, baik secara fisik, mental, sosial, maupun ekonomi. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, diharapkan lahir generasi yang mampu meraih pendidikan tinggi, sukses dalam karier, serta menjadi agen perubahan bagi pembangunan masyarakat dan bangsa. (LF/KKN Desa Bakong)