السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Tugas Kuliah ke Prestasi Nasional, Mahasiswa TBI STAIN SAR Kepri Masuk 20 Besar Lomba Artikel Kemendikdasmen RI

  • 25 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 213
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebuah tugas perkuliahan mampu menjadi pintu menuju prestasi nasional apabila dikerjakan dengan kesungguhan. Hal itulah yang dibuktikan oleh Afnesia Tamara, mahasiswa semester III Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, yang berhasil masuk 20 karya artikel terbaik dalam Lomba Artikel dan Foto "Cerita Pendidikan & Wajah Pendidikan" kategori Masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.

Kompetisi nasional tersebut mengusung tema besar "Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari guru dan tenaga kependidikan (GTK), murid, masyarakat umum, hingga wartawan. Pada kategori artikel, peserta ditantang menyampaikan gagasan kritis mengenai isu-isu pendidikan melalui tulisan orisinal sepanjang 800–1.000 kata yang dinilai berdasarkan orisinalitas ide, kedalaman isi, kesesuaian tema, dan gaya bahasa.

Menariknya, artikel yang mengantarkan Afnesia meraih prestasi nasional tersebut berawal dari tugas Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Paragraph Writing yang diampu oleh Dr. Fadhila Yonata, M.Pd. Berbekal arahan dari perkuliahan, ia mengembangkan tugas akademiknya menjadi sebuah artikel yang kemudian diikutsertakan dalam kompetisi nasional.

Mengangkat judul "Ketika Pendidikan Bermutu Belum Menjadi Hak yang Nyata", Afnesia mengulas berbagai tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia, mulai dari kesenjangan akses pendidikan, keterbatasan fasilitas belajar, persoalan ekonomi peserta didik, hingga pentingnya kolaborasi pemerintah, tenaga pendidik, mahasiswa, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi semua.

Dalam artikelnya, Afnesia juga menuangkan pengalaman pribadinya sebagai mahasiswa yang sekaligus mengajar di pondok pesantren. Pengalaman tersebut memperkuat sudut pandangnya mengenai pentingnya pemerataan akses pendidikan serta peran setiap elemen masyarakat dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.


Prestasi yang diraih Afnesia menjadi bukti bahwa tugas akademik tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi pembelajaran, tetapi juga dapat berkembang menjadi karya ilmiah yang memiliki daya saing di tingkat nasional. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa budaya menulis dan berpikir kritis yang dibangun di lingkungan perkuliahan mampu melahirkan karya yang memberikan kontribusi terhadap isu-isu strategis di bidang pendidikan.

Afnesia mengaku tidak pernah menyangka bahwa artikel yang awalnya disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah justru mampu mengantarkannya masuk dalam jajaran 20 karya terbaik tingkat nasional.

"Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa masuk 20 besar. Awalnya saya hanya berniat mengikuti lomba karena merupakan tugas UTS dan ingin memberikan hasil yang terbaik. Ternyata artikel tersebut berhasil masuk dalam 20 karya terbaik. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan tidak ragu mencoba berbagai kesempatan baru," ungkap Afnesia Sabtu, (25/7/2026).

Keberhasilan tersebut juga menjadi refleksi bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi capaian akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam ruang publik dan kompetisi nasional.

Capaian Afnesia Tamara menjadi inspirasi bagi mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau bahwa setiap proses belajar memiliki peluang untuk menghasilkan prestasi apabila dijalani dengan kesungguhan, kreativitas, dan keberanian mengambil kesempatan. Dari sebuah tugas perkuliahan, lahirlah karya yang mampu mengharumkan nama kampus di tingkat nasional serta memperkuat budaya akademik yang produktif, inovatif, dan berdampak bagi Masyarakat. (LF)