السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN SAR Kepri Matangkan Semester Baru melalui Evaluasi Akademik dan Penguatan Tata Kelola Pendidikan

  • 23 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 99
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menggelar Rapat Evaluasi Akademik dan Pembahasan Beban Akademik Dosen (BAD) di Ruang Rapat Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri, Kamis (23/7/2026). Forum strategis tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi capaian akademik semester genap sekaligus merumuskan langkah-langkah peningkatan kualitas layanan akademik pada semester mendatang.

Rapat dipimpin oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., dan dihadiri oleh unsur pimpinan, Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK), Ketua dan Sekretaris Senat, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2M), kepala laboratorium, ketua dan sekretaris program studi, Tim Beban Akademik Dosen (BAD), serta dosen di lingkungan STAIN SAR Kepri.

Kepala Bagian AUAK, Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I., menjelaskan bahwa rapat evaluasi akademik dilaksanakan untuk memastikan seluruh proses administrasi dan akademik semester sebelumnya telah diselesaikan sebelum memasuki semester baru.

"Melalui rapat ini kita mengevaluasi seluruh pelaksanaan akademik semester genap, mulai dari penyelesaian nilai mahasiswa, perkembangan penyelesaian skripsi dan tesis, hingga administrasi pembayaran honor dosen. Semua hal tersebut harus dipastikan tuntas agar tidak menjadi kendala ketika memasuki semester baru," ujarnya.


Ia menambahkan bahwa setiap program studi diminta menyampaikan laporan perkembangan akademik, termasuk penyelesaian administrasi pembelajaran, evaluasi pelaksanaan perkuliahan, hingga kinerja dosen sebagai bahan penyusunan langkah-langkah peningkatan mutu akademik pada semester berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasubbag Layanan Akademik, Dvi Afriansyah, S.Pd.I., M.AP., melaporkan bahwa penyelesaian nilai mata kuliah maupun ujian skripsi secara umum telah rampung. Meski demikian, beberapa administrasi akademik, khususnya laporan dosen luar biasa dan dosen kerja sama, masih perlu segera diselesaikan agar proses pembayaran honor dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain mengevaluasi pelaksanaan akademik semester genap, rapat juga membahas berbagai persiapan menghadapi Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, mulai dari penyusunan jadwal perkuliahan, distribusi Beban Akademik Dosen (BAD), kesiapan tenaga pengajar, hingga penguatan tata kelola administrasi akademik.

Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut adalah perkembangan penerimaan mahasiswa baru, khususnya melalui skema Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, kuota penerima KIP Kuliah tahun 2026 mengalami peningkatan sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal.

"Kesempatan ini harus kita maksimalkan. Seluruh program studi perlu bergerak bersama melakukan sosialisasi agar calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan fasilitas KIP Kuliah. Ini merupakan bagian dari komitmen kita dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat," tegasnya.


Ia menginstruksikan seluruh ketua dan sekretaris program studi beserta civitas academica untuk lebih masif melakukan promosi penerimaan mahasiswa baru, khususnya kepada calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang berpotensi memperoleh bantuan KIP Kuliah. Menurutnya, kolaborasi seluruh unit menjadi kunci dalam meningkatkan angka penerimaan mahasiswa baru sekaligus memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan tinggi keagamaan.

Rapat juga membahas penguatan kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dosen melalui skema dosen kerja sama (LK), penyempurnaan administrasi dosen, serta penataan distribusi mata kuliah sesuai bidang keahlian masing-masing dosen. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari implementasi sistem penjaminan mutu dan pemenuhan indikator kinerja perguruan tinggi.

Menutup rapat, Dr. Muhammad Faisal mengajak seluruh unit kerja untuk memperkuat koordinasi, mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan administrasi, serta menjaga komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan akademik.

"Keberhasilan penyelenggaraan akademik bukan hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh sinergi seluruh unsur kampus dalam menyelesaikan setiap pekerjaan secara tepat waktu dan bertanggung jawab," pungkasnya. (LF)