السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pengabdian Berdampak, STAIN SAR Kepri Perkuat Mutu Pendidikan Anak Usia Dini melalui Transformasi Sarana Pembelajaran di RA Al-Falah Bintan

  • 10 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 87
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada penguatan kualitas pendidikan anak usia dini berbasis Islam di RA Al-Falah Toapaya Kabupaten Bintan. Program bertajuk “Penguatan Manajemen Sarana Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Islam di RA Al-Falah Toapaya Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau” ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam memberikan solusi akademik terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan masyarakat. Tim dosen pengabdi terdiri atas Megawati, M.M., Dr. Erlina Gusnita, M.Pd., serta mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Doddy Aswaldy Midduk dan Maysita Anggraini.

RA Al-Falah Toapaya merupakan lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam yang telah berdiri selama kurang lebih 23 tahun dan menjadi satu-satunya Raudhatul Athfal (RA) di wilayah Toapaya, Kabupaten Bintan. Meski memiliki peran penting dalam memberikan layanan pendidikan berbasis nilai keislaman, lembaga ini masih menghadapi keterbatasan sarana pembelajaran, seperti kondisi ruang kelas yang membutuhkan perbaikan, minimnya media edukatif, serta keterbatasan alat permainan edukatif (APE).

Ketua tim pengabdi, Megawati, M.M., menjelaskan bahwa penguatan manajemen sarana pembelajaran menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Sarana pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan spiritual anak.

“Melalui program ini, kami berupaya membantu RA Al-Falah dalam mengidentifikasi kebutuhan, memperbaiki fasilitas pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran kreatif dan kontekstual,” ujarnya Jum'at, (10/7/2026).

Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pihak sekolah secara aktif mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Kegiatan meliputi observasi kebutuhan sarana, pengembangan media pembelajaran, penataan ruang kelas, pelatihan guru, serta pendampingan implementasi pembelajaran di kelas.


Program penguatan sarana pembelajaran mencakup pembuatan media berbasis alat permainan edukatif (APE), penyediaan alat bantu belajar visual dan permainan, serta pengembangan media pembelajaran berbasis bahan lokal. Selain itu, guru juga mendapatkan pelatihan manajemen sarana pembelajaran dan penggunaan media kreatif untuk mendukung pembelajaran aktif dan menyenangkan.

Dr. Erlina Gusnita, M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini membutuhkan lingkungan belajar yang kondusif dan interaktif.

“Anak usia dini belajar melalui pengalaman langsung, permainan, dan interaksi dengan lingkungan. Karena itu, sarana pembelajaran yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam dalam proses pendidikan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, STAIN SAR Kepri berharap RA Al-Falah mampu meningkatkan kualitas pengelolaan sarana pembelajaran, memperkuat kompetensi pendidik, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kreatif dan bermakna bagi peserta didik.

Program pengabdian ini menjadi wujud komitmen STAIN SAR Kepri dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan mutu pendidikan Islam di Kepulauan Riau. (LF)