السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau tidak hanya menjadi tahapan penilaian akreditasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat budaya mutu dan mendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAM Kependidikan) saat membuka asesmen lapangan yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) di Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri.
Tim
asesor yang terdiri atas Prof. Dr. Phil. Saiful Akmal, S.Pd., M.A. dari UIN
Ar-Raniry Banda Aceh dan Dr. Masitowarni Siregar, M.Ed. dari Universitas Negeri
Medan melaksanakan asesmen selama dua hari melalui verifikasi dokumen,
observasi sarana dan prasarana, wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan,
serta peninjauan proses pembelajaran.
Dalam
arahannya, Prof. Saiful Akmal menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan
bagian dari proses pembinaan mutu pendidikan tinggi, bukan sekadar evaluasi
administratif untuk menentukan peringkat akreditasi.
Menurutnya, tim asesor hadir untuk melakukan klarifikasi terhadap data yang telah disampaikan program studi sekaligus memberikan rekomendasi konstruktif guna mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan.

"Fokus
kami adalah meningkatkan mutu, bukan mencari kekurangan. Kehadiran kami di sini
untuk melakukan klarifikasi terhadap berbagai data sekaligus memberikan masukan
agar kualitas program studi semakin baik," jelasnya.
Ia
menambahkan bahwa seluruh proses asesmen dilakukan secara objektif dengan
mengacu pada kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, keterbukaan informasi
dan kolaborasi seluruh sivitas akademika menjadi faktor penting dalam
menghasilkan evaluasi yang komprehensif.
Selama
pelaksanaan asesmen, tim asesor melakukan penelaahan terhadap implementasi
tridarma perguruan tinggi, tata kelola program studi, sistem penjaminan mutu,
capaian pembelajaran lulusan, kerja sama, hingga berbagai dokumen pendukung
lainnya. Selain itu, asesor juga berdialog dengan pimpinan, dosen, tenaga
kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan untuk memperoleh gambaran
menyeluruh mengenai kualitas penyelenggaraan Program Studi Tadris Bahasa
Inggris.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Masitowarni Siregar menegaskan bahwa akreditasi merupakan bentuk akuntabilitas perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus instrumen untuk memastikan sistem penjaminan mutu internal berjalan secara efektif.

Menurutnya,
asesmen lapangan bukan sekadar memverifikasi dokumen, tetapi juga menjadi ruang
bersama bagi asesor dan perguruan tinggi untuk mengidentifikasi berbagai
potensi pengembangan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
"Akreditasi
merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat bahwa perguruan tinggi
memiliki sistem mutu yang terjamin. Karena itu, proses asesmen ini menjadi
ruang bersama untuk melakukan evaluasi dan perbaikan demi peningkatan kualitas
pendidikan," ujarnya.
Tim
asesor juga mengapresiasi kesiapan STAIN SAR Kepri dalam menyambut pelaksanaan
asesmen lapangan, mulai dari penyediaan dokumen, dukungan civitas academica,
hingga komitmen institusi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Menurut mereka, keterlibatan aktif seluruh unsur kampus mencerminkan
kesungguhan institusi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan
tinggi. (LF)
Asesor LAM Kependidikan: AL Jadi Momentum Penguatan Mutu Berkelanjutan Prodi TBI STAIN SAR Kepri
Ukir Prestasi Nasional, Mahasiswa HES STAIN SAR Kepri Sabet Juara III Lomba Esai ISESCO 2026