السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Asesor LAM Kependidikan: AL Jadi Momentum Penguatan Mutu Berkelanjutan Prodi TBI STAIN SAR Kepri

  • 07 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 77
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau tidak hanya menjadi tahapan penilaian akreditasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat budaya mutu dan mendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAM Kependidikan) saat membuka asesmen lapangan yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) di Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri.

Tim asesor yang terdiri atas Prof. Dr. Phil. Saiful Akmal, S.Pd., M.A. dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Dr. Masitowarni Siregar, M.Ed. dari Universitas Negeri Medan melaksanakan asesmen selama dua hari melalui verifikasi dokumen, observasi sarana dan prasarana, wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, serta peninjauan proses pembelajaran.

Dalam arahannya, Prof. Saiful Akmal menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari proses pembinaan mutu pendidikan tinggi, bukan sekadar evaluasi administratif untuk menentukan peringkat akreditasi.

Menurutnya, tim asesor hadir untuk melakukan klarifikasi terhadap data yang telah disampaikan program studi sekaligus memberikan rekomendasi konstruktif guna mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan.


"Fokus kami adalah meningkatkan mutu, bukan mencari kekurangan. Kehadiran kami di sini untuk melakukan klarifikasi terhadap berbagai data sekaligus memberikan masukan agar kualitas program studi semakin baik," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses asesmen dilakukan secara objektif dengan mengacu pada kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, keterbukaan informasi dan kolaborasi seluruh sivitas akademika menjadi faktor penting dalam menghasilkan evaluasi yang komprehensif.

Selama pelaksanaan asesmen, tim asesor melakukan penelaahan terhadap implementasi tridarma perguruan tinggi, tata kelola program studi, sistem penjaminan mutu, capaian pembelajaran lulusan, kerja sama, hingga berbagai dokumen pendukung lainnya. Selain itu, asesor juga berdialog dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kualitas penyelenggaraan Program Studi Tadris Bahasa Inggris.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Masitowarni Siregar menegaskan bahwa akreditasi merupakan bentuk akuntabilitas perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus instrumen untuk memastikan sistem penjaminan mutu internal berjalan secara efektif.


Menurutnya, asesmen lapangan bukan sekadar memverifikasi dokumen, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi asesor dan perguruan tinggi untuk mengidentifikasi berbagai potensi pengembangan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

"Akreditasi merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat bahwa perguruan tinggi memiliki sistem mutu yang terjamin. Karena itu, proses asesmen ini menjadi ruang bersama untuk melakukan evaluasi dan perbaikan demi peningkatan kualitas pendidikan," ujarnya.

Tim asesor juga mengapresiasi kesiapan STAIN SAR Kepri dalam menyambut pelaksanaan asesmen lapangan, mulai dari penyediaan dokumen, dukungan civitas academica, hingga komitmen institusi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Menurut mereka, keterlibatan aktif seluruh unsur kampus mencerminkan kesungguhan institusi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. (LF)