السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

KSR PMI STAIN Kepri Tanamkan Nilai Kemanusiaan melalui Seminar Donor Darah dan Pertolongan Pertama

  • 04 Juni 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 339
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam rangka membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kepedulian kesehatan dan kesiapsiagaan tanggap darurat, Korp Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertema “Kepedulian Donor Darah dan Membangun Kemampuan Dasar Pertolongan Pertama” pada Rabu, 4 Juni 2025, bertempat di Auditorium Razali Jaya, Kampus STAIN Kepri.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Ketua STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan tinggi dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian kemanusiaan.

“Kegiatan ini menunjukkan integrasi nilai-nilai spiritual dan sosial dalam praktik kehidupan nyata yang sangat selaras dengan semangat tridharma perguruan tinggi,” ungkapnya.


Seminar menghadirkan dua narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI), yakni Yan Aquariusta, A.Md.Kep. yang memaparkan materi tentang donor darah, dan Agus Sabana, Sekretaris PMI Kabupaten Bintan, yang membawakan materi mengenai pentingnya pertolongan pertama.

Dalam paparannya, Yan Aquariusta menjelaskan bahwa donor darah merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan yang harus dilakukan secara sukarela, sesuai dengan peraturan pemerintah yang melarang praktik jual beli darah. Ia juga menepis mitos terkait isu bahwa PMI menjual darah, serta menjabarkan manfaat donor darah bagi kesehatan, mulai dari peremajaan sel hingga peningkatan empati sosial.

Sementara itu, Agus Sabana menekankan pentingnya keterampilan pertolongan pertama sebagai langkah awal penyelamatan jiwa sebelum tenaga medis datang. Ia menguraikan prinsip dasar dalam pelayanan gawat darurat, prosedur penggunaan alat pelindung diri (APD), serta perlengkapan kotak P3K yang ideal dimiliki setiap rumah tangga.


Taqiyuddin, M.Pd., selaku Pembina KSR PMI Unit STAIN Kepri, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa seminar ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas relawan muda dalam menjawab isu-isu kesehatan dan kebencanaan di tengah masyarakat.

“Semangat kemanusiaan harus senantiasa tumbuh di lingkungan akademik, khususnya bagi mahasiswa STAIN Kepri sebagai calon intelektual muslim yang peduli terhadap sesama,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, STAIN Kepri menegaskan komitmennya dalam mendukung literasi kesehatan masyarakat serta membangun generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan berintegritas dalam dimensi sosial, spiritual, dan kemanusiaan. (LF/Gby)