السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam rangka membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kepedulian kesehatan dan kesiapsiagaan tanggap darurat, Korp Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertema “Kepedulian Donor Darah dan Membangun Kemampuan Dasar Pertolongan Pertama” pada Rabu, 4 Juni 2025, bertempat di Auditorium Razali Jaya, Kampus STAIN Kepri.
Kegiatan
ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Ketua STAIN Kepri, Dr.
Almahfuz, M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran institusi
pendidikan tinggi dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cakap secara
akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian kemanusiaan.
“Kegiatan ini menunjukkan integrasi nilai-nilai spiritual dan sosial dalam praktik kehidupan nyata yang sangat selaras dengan semangat tridharma perguruan tinggi,” ungkapnya.


Seminar
menghadirkan dua narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI), yakni Yan
Aquariusta, A.Md.Kep. yang memaparkan materi tentang donor darah, dan Agus
Sabana, Sekretaris PMI Kabupaten Bintan, yang membawakan materi mengenai
pentingnya pertolongan pertama.
Dalam
paparannya, Yan Aquariusta menjelaskan bahwa donor darah merupakan bentuk
solidaritas kemanusiaan yang harus dilakukan secara sukarela, sesuai dengan
peraturan pemerintah yang melarang praktik jual beli darah. Ia juga menepis
mitos terkait isu bahwa PMI menjual darah, serta menjabarkan manfaat donor
darah bagi kesehatan, mulai dari peremajaan sel hingga peningkatan empati
sosial.
Sementara itu, Agus Sabana menekankan pentingnya keterampilan pertolongan pertama sebagai langkah awal penyelamatan jiwa sebelum tenaga medis datang. Ia menguraikan prinsip dasar dalam pelayanan gawat darurat, prosedur penggunaan alat pelindung diri (APD), serta perlengkapan kotak P3K yang ideal dimiliki setiap rumah tangga.


Taqiyuddin,
M.Pd., selaku Pembina KSR PMI Unit STAIN Kepri, dalam keterangannya
mengungkapkan bahwa seminar ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas
relawan muda dalam menjawab isu-isu kesehatan dan kebencanaan di tengah
masyarakat.
“Semangat
kemanusiaan harus senantiasa tumbuh di lingkungan akademik, khususnya bagi
mahasiswa STAIN Kepri sebagai calon intelektual muslim yang peduli terhadap
sesama,” ujarnya.
Melalui
kegiatan ini, STAIN Kepri menegaskan komitmennya dalam mendukung literasi
kesehatan masyarakat serta membangun generasi muda yang tangguh, berdaya saing,
dan berintegritas dalam dimensi sosial, spiritual, dan kemanusiaan. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN