السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menjalin kerja sama dengan Yayasan Bintan Darul Masyhur ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Bintan Darul, bertempat di Auditorium Rajali Jaya pada Senin (22/3/2021).
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara STAIN SAR Kepri dengan Yayasan Bintan Darul Masyhur ditandatangani langsung oleh Ketua STAIN SAR Kepri Dr. Muhammad Faisal, M.Ag dengan Pembina Yayasan Bintan Darul Masyhur H. Huzrin Hood, S.H, M.H, M.Pd.
Maksud dari nota kesepahaman ini adalah untuk meningkatkan sinergi dan sebagai pedoman kerja sama dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sementara tujuannya adalah untuk optimalisasi kerja sama, koordinasi dan efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ruang lingkup kerjasama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian masyarakat, pemanfaatan dan pembinaan sumber daya, penyediaan, pertukaran data dan informasi serta publikasi, kuliah umum, Campus Hiring, serta pemasaran dan penjualan produk dan layanan STAIN kepada seluruh civitas akademika.

Ketua STAIN SAR Kepri Dr. Muhammad Faisal, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan MoU ini penting bagi kita semua karena akan memberikan makna terutama bagi kampus STAIN SAR. Seperti yang diketahui Yayasan Bintan Darul Masyur banyak bergerak dibidang pendidikan, sosial budaya dan keumatan. Mudah-mudahan kegiatan yang berhubungan dengan sinergisitas ini bisa sama-sama saling mendukung baik dari STAIN SAR Kepri maupun Yayasan Bintan Darul Masyhur.
“Salah satu yang menjadi fokus STAIN SAR adalah pengembangan konsep ekonomi syariah yang untuk cikal bakalnya ada 3 progam studi yang mengarah kesitu yaitu Hukum Ekonomi Syariah (HES), Manajemen Bisnis Syariah (MBS) dan Akuntansi Syariah. Insya Allah kedepan perbankan syariah dan pariwisata syariah juga akan kita gerakkan di STAIN termasuk didalamnya Pengembangan Vokasi Syariah yang saat ini masih di godok peraturan Menteri Agamanya.” Ujar Ketua.
Sementara itu, H. Huzrin Hood, S.H, M.H, M.Pd. selaku Pembina Yayasan Bintan Darul Masyhur menyampaikan harapannya bahwa kita sebagaimana manusia biasa umat Rasululah SAW punya tugas lebih besar, kita melihat 7 milyar manusia yang ada didunia ini akan tetapi kenapa hanya 1 milyar saja yang mengenal lailahaillallah.
“Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena tugas tidak kita tunaikan sebagai tugas dakwah. Allah SWT akan menjadikan hidup dan mati itu sebagai ujian untuk melihat siapa yang terbaik, maka apa yang terbaik itu? Yang terbaik bukan hanya shalat, zakat, dan puasa saja tapi yang terbaik dakwah menuju Allah SWT. Maka tahap awal ini kita bangun kerja sama dengan harapan masyarakat akan kita gerakkan untuk melaksanakan tugas dakwah bersama-sama di bidang pendidikan.” Ujar Beliau.
“Dengan itu kita harapkan akan membina dan membentuk generasi muda kita kedepan menuju kepada masyarakat yang beriman. Karena kurangnya iman inilah yang menjadi masalah kita kenapa ada perjudian, perzinahan, berbagai macam maksiat. Iman dimulai dari orang-orang yang membumikan Masjid, semestinya Masjid menjadi rahmat kepada kita.” Tutupnya. (luluk)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN