السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Magister Studi Islam STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan visi, misi, dan kurikulum program studi pada Selasa, (12/05), di Ruang Rapat Gedung SBSN Perkuliahan Terpadu STAIN Sultan Abdurrahman Kepri.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, Plt. Ketua Program Studi Magister Studi Islam, Dr. M. Taufiq, para ketua program studi di lingkungan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, serta berbagai stakeholder dari unsur pemerintah, organisasi keagamaan, dunia pendidikan, media, perbankan, hingga pondok pesantren.
FGD tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan mutu akademik dan penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta tuntutan dunia kerja. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang strategis dalam menghimpun masukan guna mendukung target akreditasi unggul bagi Program Studi Magister Studi Islam.
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa penyusunan visi, misi, dan kurikulum perlu dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak agar program studi yang dibangun benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Ia juga menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mendorong kualitas akademik menuju akreditasi unggul.

Sementara itu, Plt. Kaprodi Magister Studi Islam, Dr. M. Taufiq, menyampaikan bahwa forum diskusi ini menjadi wadah untuk menyerap berbagai masukan konstruktif dari stakeholder sebagai bahan penyempurnaan kurikulum dan arah pengembangan program studi ke depan.
Perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Edi Akhyari, menekankan pentingnya orientasi program studi terhadap pencapaian akreditasi unggul. Ia mengingatkan agar penyusunan mata kuliah metodologi dilakukan secara cermat, termasuk memperhatikan aspek visi, misi, tata pamong, serta kualitas lulusan. Menurutnya, dukungan berupa pemberian beasiswa kepada mahasiswa potensial juga dapat menjadi salah satu strategi dalam mendukung capaian akreditasi.
Sementara itu, perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Abu Sofyan, menyampaikan bahwa beban SKS dan struktur mata kuliah perlu dirancang secara proporsional agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Ia juga menyoroti pentingnya memasukkan muatan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ke dalam kurikulum sebagai bagian dari identitas kemelayuan di Kepulauan Riau.
Masukan serupa juga disampaikan oleh perwakilan BKD Kepri, Ade Rahmah, yang menilai capaian akreditasi sangat penting karena berpengaruh terhadap rekomendasi pencantuman gelar dan proses kenaikan pangkat ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Berbagai masukan dan saran strategis turut disampaikan oleh para stakeholder dalam forum tersebut. Di antaranya terkait pentingnya penyesuaian jumlah SKS dan mata kuliah agar lebih efektif dan mendukung percepatan masa studi mahasiswa, termasuk mempertimbangkan pangsa pasar mahasiswa non-pekerja. Selain itu, peserta FGD juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas lulusan melalui komitmen dosen dalam proses pembelajaran dan pembimbingan akademik yang responsif serta mudah diakses mahasiswa.
Para stakeholder juga mendorong penerapan sistem hybrid learning dan pelibatan dosen dari kalangan praktisi guna memperkuat keterhubungan antara teori dan praktik di lapangan. Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan akademik, publikasi jurnal, penerbitan buku ilmiah, hingga pengembangan dan digitalisasi naskah-naskah Melayu turut menjadi perhatian dalam mendukung penguatan mutu institusi.
Tidak hanya itu, dukungan kolaborasi juga datang dari TVRI yang menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam pengembangan dakwah dan komunikasi publik berbasis media. Sementara itu, perwakilan pondok pesantren berharap Program Studi Magister Studi Islam mampu hadir sebagai pusat pengembangan studi Islam di Kepulauan Riau sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan umat di tengah masyarakat.


Melalui FGD ini, diharapkan penyusunan visi, misi, dan kurikulum Program Studi Magister Studi Islam dapat semakin relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing institusi menuju perguruan tinggi Islam yang unggul di Kepulauan Riau. (Gby/Kandar)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN