السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) melakukan pengabdian kepada masyarakat di Pulau Penyengat. Kegiatan ber-tema-kan “Pengembangan Wawasan Sumber Daya Manusia Melalui Pendekatan Kebudayaan dan Nilai Keislaman” ini dilaksanakan bertepatan dengan Haul wafatnya Sultan Abdurrahman Mu’azzamsyah di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat pada Minggu (21/03/2021).
Pada kesempatan tersebut juga disejalankan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau bersama Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga (LAKRL) dan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoA) P3M STAIN SAR. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Pemko Tanjungpinang, melalui Asisten I Drs. H. Tamrin Dahlan, M.Si. dan Lurah Penyengat Al Imron, SST.Par.
Ketua STAIN SAR Kepri Dr. Muhammad Faisal, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terimakasih kepada Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga yang telah bersedia mengundang STAIN untuk sama-sama menyukseskan kegiatan Haul Sultan Abdurrahman Mu’azzamsyah. Nama kampus STAIN sendiri diambil dari nama Sultan Abdurrahman atas seizin keluarganya di tahun 2010. Kedepan STAIN akan terus bersinergi bersama masyarakat, zuriat, kerabat, dan para orang tua untuk terus menyukseskan kegiatan yang berhubungan dengan keislaman dan kemelayuan. Dengan Kegiatan Haul ini juga menjadi salah satu sarana untuk memahami dan meresapi makna nilai-nilai perjuangan yang telah dilakukan oleh Sultan Abdurrahman yang merupakan seorang Sultan yang terakhir.
Lebih lanjut Ketua menjelaskan STAIN sendiri statusnya sudah negeri sejak tahun 2017 dan memiliki 11 progam studi yang sebagian besar sudah terakreditasi. Maka jika ada sanak keluarga atau kerabat yang ingin berkuliah di STAIN SAR Kepri kami akan menerima dengan lapang dada karena ini merupakan bagian tanggungjawab kita dalam memajukan dunia pendidikan.
“Kami memohon do’a restu kepada semua hadirin bahwa Sekolah Tinggi akan di upgrade menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang selanjutnya akan berproses menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.” Ujarnya.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pengurus Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat, mudah-mudahan naskah-naskah akademik, beberapa kajian yang memberikan manfaat semoga STAIN bisa diikutsertakan di dalamnya.” Tambahnya.
Sementara itu ketua Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga Tengku Armizan menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak STAIN SAR Kepri yang telah bersedia hadir dalam rangkaian acara Haul wafatnya Sultan Abdurrahman Mu’azzamsyah.
“Bagi kami para zuriat dan kerabat berupaya meneruskan perjuangan beliau yang terkandas dan pada semua ahli keluarga terkhusus pada zuriat Sultan Abdurrahman Mu’azzamsyah Singapura yang tergabung dan secara sinergi membantu melaksanakan haul tahun ini semoga silaturahmi tidak akan putus sampai akhir hayat.” Ujar Beliau.
Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa STAIN SAR Kepri merupakan salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Kepulauan Riau, yang selalu hadir dan selalu dekat bersama lembaga, yang terus berupaya dalam membangkitkan dan memunculkan syiar-syiar keislaman, kemelayuan yang menjadikan sebuah cerminan bagi generasi penerus agar menjaga dan merawat nilai-nilai historis yang ada di Kepulauan Riau sebagai basik pengembangan wawasan sumber daya manusia dalam berbagai pendekatan ilmu dan pengetahuan.
Ketua Pengurus Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Raja Alhafiz, S.E juga menyambut baik kehadiran STAIN SAR, dimana setelah ini akan dilakukan MoU bersama Pengurus Masjid Sultan Riau Penyengat. Beliau menyampaikan akan melakukan rapat terlebih dahulu bersama Pengurus terkait nota kesepahaman dan kesepakatan yang telah disusun oleh STAIN SAR, baru setelah itu akan dilakukan penandatanganan, hal ini mengingat bahwa masih banyak naskah-naskah zaman kerajaan dan kesultanan yang ada di Masjid, belum tersentuh secara maksimal dan berharap dengan kehadiran STAIN SAR akan ada Kerjasama, sinergisitas dan kolaborasi yang baik dalam menelaah naskah-naskah, agar ke depan publik juga dapat memahami secara baik.
Di samping itu Plt. Kepala P3M STAIN SAR, Doni Septian, M.IP menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang kita dilakukan ini meliputi: penelitian, pengabdian, kajian naskah, pengabdian keagamaan dalam bentuk haul dan napak tilas sejarah, ke Masjid, ke Istana Tengku Bilik, Gedung Kantor, Istana Laut, Perigi Suluk, Ziarah Makam Engku Putri, Raja Haji, Raja Ali Haji dan makam Embong Fatimah.

Sebagaimana kita ketahui Bersama bahwa Pengabdian kepada Masyarakat itu merupakan kegiatan yang memberi kesempatan kepada Perguruan Tinggi untuk belajar dan bekerja bersama-sama dengan masyarakat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi bukan berarti mengajar masyarakat tentang sesuatu yang terbaik untuk mereka, tetapi melakukan pemberdayaan sebagai sebuah proses pencarian (research) yang dilakukan bersama-sama untuk mencari jalan terbaik dalam penyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Artinya masyarakat disini tidak lagi menjadi objek (tujuan pencarian), melainkan masyarakat menjadi subjek (sebuah proses pencarian dan/atau orang diberdayakan).
Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu misi dari sebuah Perguruan Tinggi yang pelaksanaannya perlu didukung oleh segenap warga Perguruan Tinggi yang disertai dengan penalaran yang utuh tentang konsep, strategi dan program. Dengan demikian ada usaha sadar untuk mencegah terjadinya isolasi Perguruan Tinggi dari masyarakat sekitarnya. Usaha tersebut sejalan dengan tujuan Pendidikan Tinggi yaitu mengembangkan untuk dapat meningkatkan wawasan ilmu dan pengetahuan masyarakat dalam pembangunan maupun memperkaya kebudayaan nasional.
Selanjutnya, maksud dari nota kesepahaman dan kesepakatan bersama yang kita lakukan ini adalah untuk mewujudkan kerjasama dibidang pendidikan, kebudayaan, seni, syiar keislaman, kemelayuan, serta pengembangan wawasan sumber daya manusia, melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara tujuan nota kesepahaman dan kesepakatan bersama ini adalah untuk memanfaatkan kemampuan sumber daya yang dimiliki para pihak secara optimal, khususnya dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung penyusunan kebijakan daerah.

Salah satu output dari kerjasama yang dilakukan, ke depan memudahkan ruang akses Dosen/Peneliti/Ustadz dan Ustadzah dari STAIN SAR dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, penelitian, pengumpulan data-data riset yang berkaitan dengan naskah, terutama dalam pengembangan riset yang berkaitan dengan distingsi kampus tentang Nilai Keislaman dan Kemelayuan.
“Alhamdulilah akses tersebut sudah kita dapatkan, Kami P3M Selaku Pusat teknis, selalu terus melakukan upaya-upaya untuk mendukung perkembangan kemajuan Kampus, khususnya memudahkan para Dosen/ Peneliti STAIN SAR dalam mengembangkan karir dan mengabdikan diri di tengah masyarakat, dalam hal ini Kepulauan Riau.” Ujar Doni Septian. (luluk/doni)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN