السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu – Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri DR. Muhammad Faisal, M.Ag menghadiri rapat persiapan alih status STAIN SAR Kepri menjadi IAIN yang diselenggarakan di Ruang Rapat Balai Titah STAIN SAR Kepri Senin, 1 Februari 2021.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Mahbub Daryanto, para pejabat dilingkungan STAIN SAR Kepri, para pejabat eselon III dilingkungan Kanwil Kemenag Kepri, dan tim alih status.
Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. Muhammad Faisal mengatakan perjuangan alih status membutuhkan egergi yang besar. Untuk itu perlu sinergi antar semua pihak, dalam hal ini dukungan Kakanwil sangat diperlukan. Beliau menambahkan sudah enam kali rapat alih status dilaksanakan.
“STAIN SAR Kepri berdiri pada 2010 dengan status swasta. Perkembangannya sangat pesat dan dinegerikan pada 2017, dalam hal ini jasa Drs. H. Razali sangat besar.” Ungkapnya.
Ketua mengatakan syarat alih status sesuai dengan PMA harus terpenuhi terlebih dahulu. Alasan alih status adalah untuk meningkatkan akses pelayanan, meningkatkan daya jangkau, meningkatkan daya saing, menjadi pusat kajian nilai nilai kemelayuan, meningkatnya animo masyarakat, keterbatasan penerimaan mahasiswa, pengembangan penelitian, meningkatkan angka partisipasi kasar dan memperkuat khazanah kemelayuan kita yang belum memadai.
“Hingga saat ini syarat alih status sudah terpenuhi dengan tersedianya pengajar Doktor 12 orang, pengajar Magister 87 orang, asisten ahli, lektor, lektor kepala, program studi 11 dengan standar minimal B, lahan 7,7 hektar bersertifikat, dan koleksi buku perpustakaan 5.344 judul belum termasuk buku karya dosen.” Ujarnya.
Untuk itu pihaknya akan memperkuat promosi, perkuat jaringan, perkuat program beasiswa, perkuat program asrama mahasiswa, membuat milestone ketercapaian, kerjasama luar negeri terutama dengan Malaysia, mengembangkan pusat kajian keislaman dan kemelayuan, penguatan kapasitas kemahasiswaan dan pusat pengembangan ekonomi syariah.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Kepri H. Mahbub Daryanto dalam arahannya mengatakan Kanwil Kemenag Kepri akan mendukung penuh alih status STAIN SAR Kepri karena satu-satunya PTKIN yang ada di Kepri.
Jika memenuhi syarat akan didukung penuh karena perjuangannya berat terutama dalam kelembagaan karena setara pejabat eselon I. Organisasinya juga akan berkembang dengan meminta dukungan finansial APBN yang besar dengan bertambahnya struktur organisasi.
Agar proses alih status berjalan mudah, Kakanwil meminta jajaran STAIN SAR Kepri mengikuti standar penjaminan mutu yang wajib terpenuhi. Integrasikan sistem informasi akademik dengan berbagai sistem informasi lainnya.
"Semua harus terintegrasi sehingga saat akreditasi jadi mudah. Prodi-prodi dengan basis sains dan teknologi secara perlahan sehingga pada saat dibutuhkan sudah siap. Berdayakan dosen-dosen muda yang unggul dalam bidang sians dan teknologi," Pesan Kakanwil.
"Beasiswa akan kami bantu terutama mereka yang hafidz Qur’an. Kampus perlu juga menjalin kerjasama dengan kampus keagamaan Islam di Malaysia, Singapura dan Thailand.” Pungkasnya. (Luluk)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN