السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pembinaan Pegawai di Lingkungan Kanwil Kemenag Kepri. Sekjen Kemenag RI: Himbau Bersama-Sama Berkomitmen Dalam Meningatkan Kualitas Kehidupan Beragama

  • 22 Juli 2019
  • Oleh:
  • 2357
Berita Utama

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Sekjen Kemenag RI yang telah berkenan hadir dan memberikan pembinaan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri.

Sekjen Kemenag RI mengatakan ada 6 (enam) sasaran strategis Kementerian Agama tahun 2019 ini, diantaranya, peningkatan kualitas kehidupan umat beragama, peningkatan harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas pelayanan keagamaan, peningkatan akses layanan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan dan peningkatan kualitas tata kelola pembangunan di bidang agama.“Saya ingin kita berkomitmen Bersama-sama dalam peningkatan kualitas kehidupan beragama,”ujar Nur Kholis Setiawan.

Di tambahkan Nur Kholis, dalam peningkatan kualitas umat beragama ini kita harus bisa menggaransi bahwa semakin agamais nya seseorang kehidupan beragamanya semakin arif. “Indikatornya, makin agamais seseorang atau makin agamais sebuah komunitas maka komunitas tersebut semakin arif dan bertoleran,”tuturnya.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, setelah acara mengatakan, kecerdasan intelektual dan kecerdasan beragama mempunyai peran yang amat penting untuk generasi milenial, mahasiswa milenial harus membekali diri dengan pemahaman agama yang cukup dan ilmu pengetahuan yang memadai untuk menjawab masalah kekinian. Karena ilmu tanpa agama akan buta dan agama tanpa ilmu akan lumpuh, nilai-nilai intelektualitas dan religiulitas perlu diimplementasikan berimbang dalam pengembangan dunia kemahasiswaan untuk memenuhi mahasiswa milenial, karenanya mahasiswa khususnya STAIN Sultan Abdurrahman Kepri untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang ada diluar terutama soal keagamaan.

“Jadikan Lembaga kemahasiswaan sebagai laboratorium moderasi beragama tempat saling berdialog dan mengkaji secara terbuka,”ucapnya. (nDr).