السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

KULIAH UMUM BERSAMA DIRJEN PENDIS KEMENAG RI

  • 02 April 2019
  • Oleh:
  • 1051
Berita Utama

BINTAN-Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Melaksanakan Kuliah Umum dengan mengundang Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam kementerian Agama RI yakni Prof. Dr. M. Arskal Salim Gp. M.Ag, Selasa, tanggal 2 April 2019, acara yang ditaja di Auditorium Razali Jaya ini dihadiri oleh segenap Civitas Akademika Stain Sultan Abdurrahman Kepri.

Kuliah Umum ini bertema ‘Peningkatan Kapasitas Literasi Mahasiswa’ dibuka langsung dengan sambutan Ketua Stain SAR Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, beliau mengatakan berterima kasih kepada Narasumber karena telah berkenan hadir untuk memberi pencerahan kepada segenap civitas akademika Stain SAR, semoga apa yang disampaikan narasumber memberikan pengaruh yang signifikan untuk Stain SAR kedepan, tuturnya.

Prof. Dr. M. Arskal Salim Gp, M.Ag mengatakan, literasi budaya adalah hal yang penting dalam era globalisasi ini, Literasi merupakan salah satu faktor yang menentukan prediksi pendidikan dan Literasi juga memberi keterbukaan wawasan berbasis teknologi. Saya berharap mahasiswa tidak pernah berhenti berambisi dan berprestasi, ada tiga hal yang harus dimiliki mahasiswa dalam era milenial saat ini, kebutuhan untuk berprestasi, harus ada gizi untuk berprestasi dan Networking yakni membangun jaringan baik dikampus maupun diluar kampus.

Beliau menambahkan, saat ini kita akan memasuki Revolusi Industri 4.0 hendaknya ini bisa menjadi pegangan jangan sampai kita terkejut dengan era yang tengah kita jalani ini. “Kita perlu menyikapinya secara positif supaya tidak muncul dampak negatif,” tambahnya.

Generasi milenial saat ini punya tiga karakteristik atau ciri, yakni sangat mendambakan tekhnologi yang cepat, progresif dalam menyukai informasi dan mereka suka berkolaborasi.

Ditambahkan beliau, Pendidikan agama mempunyai peranan penting sebagai benteng kepribadian dan pembekalan hidup dalam persaingan di Revolusi Industri 4.0. ‘Mahasiswa harus terus meningkatkan kualitas kompetensi, terus giat belajar, memperkuat jaringan dan juga bisa meningkatkan kemampuan berbicara dalam menggunakan Bahasa asing’, tandasnya.

Lebih lanjut, Prof. Arskal Salim mengatakan, Ada beberapa tantangan yang perlu dijawab oleh PTKI saat ini, yaitu bagaimana PTKI merespon dan dapat beradaptasi dengan generasi millenial, bagaimana nilai-nilai keislaman dapat ditanamkan dengan baik kepada generasi millenial secara relevan dan kontekstual. (nDr).