السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat kebersamaan menjadi pijakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau dalam menata langkah organisasi periode 2026–2030. Semangat tersebut diwujudkan melalui pertemuan pengurus yang digelar di Ruang Rapat Balai Titah STAIN SAR Kepri, Jumat (4/9/2026), sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi, menyatukan persepsi, sekaligus memantapkan program kerja ke depan.
Pertemuan
tersebut dipimpin Ketua DWP STAIN SAR Kepri, Zulina, S.Ag., M.Pd., dan dihadiri
jajaran pengurus DWP STAIN SAR Kepri. Forum menjadi ruang silaturahmi sekaligus
konsolidasi internal untuk menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi
antarpengurus, serta menyusun langkah strategis dalam menjalankan program
organisasi.
Dalam
arahannya, Zulina menekankan pentingnya membangun kepengurusan yang solid,
komunikatif, dan mampu bekerja secara kolaboratif. Menurutnya, setiap dinamika
dalam organisasi perlu disikapi secara bijaksana dengan mengambil hikmah serta
menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan perbaikan.
“Setiap
kejadian pasti memiliki hikmah. Karena itu, apa pun yang kita hadapi dalam
perjalanan organisasi harus kita sikapi dengan ikhlas, tetap berkomunikasi, dan
tidak berlarut-larut dalam kekecewaan. Yang terpenting, kita terus berjalan dan
memberikan yang terbaik,” ujar Zulina.
“Selama proses administrasi berjalan, kegiatan tetap kita lanjutkan. Jangan sampai karena menunggu sesuatu, program dan silaturahmi kita justru berhenti. Kita tetap bergerak dengan kegiatan yang bermanfaat,” tambahnya.

.jpeg)
Tiga
Bidang Prioritas
Dalam
pertemuan tersebut, pengurus membahas arah program kerja DWP STAIN SAR Kepri
yang akan difokuskan pada tiga bidang utama, yakni pendidikan, sosial budaya,
dan ekonomi.
Bidang
pendidikan diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kepedulian
terhadap pendidikan, baik melalui kegiatan internal maupun program yang dapat
memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Sementara bidang sosial budaya
akan menjadi ruang penguatan kepedulian sosial, silaturahmi, serta pelestarian
nilai-nilai budaya dalam kehidupan bermasyarakat.
Adapun
bidang ekonomi diarahkan pada pengembangan kegiatan produktif dan pemberdayaan
yang berpotensi meningkatkan kemandirian anggota. Dalam pembahasan, turut
muncul gagasan untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak sehingga
program ekonomi tidak hanya bersifat internal, tetapi juga dapat berkembang
menjadi kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Kolaborasi
dengan mitra, termasuk lembaga yang memiliki program pemberdayaan masyarakat,
menjadi salah satu alternatif yang dibahas. Pengurus melihat peluang
pengembangan produk, pelatihan keterampilan, maupun kegiatan ekonomi kreatif
sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat program DWP.
Perkuat
Tata Kelola Organisasi
Selain
program kerja, pertemuan juga membahas penguatan administrasi dan tata kelola
organisasi. Pengurus didorong untuk memiliki pembagian tugas yang jelas pada
setiap bidang sehingga pelaksanaan program dapat berlangsung secara terarah dan
terukur.
Struktur
kepengurusan DWP STAIN SAR Kepri periode 2026–2030 mencakup unsur ketua,
sekretaris, bendahara, serta tiga bidang utama, yaitu bidang pendidikan, sosial
budaya, dan ekonomi. Masing-masing bidang selanjutnya diharapkan dapat menyusun
program yang realistis, sesuai kebutuhan anggota, dan memiliki dampak nyata.
Dalam
forum tersebut, aspek pengelolaan keuangan organisasi juga menjadi perhatian.
Pengurus membahas mekanisme iuran, pengelolaan kas, alokasi untuk kegiatan
sosial dan konsumsi, serta bantuan bagi anggota yang mengalami kondisi tertentu
seperti sakit atau keperluan sosial lainnya.
Pembahasan
tersebut menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan secara transparan dan
tertib. Setiap pemasukan dan pengeluaran perlu dicatat dengan baik sehingga
dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota.
“Keuangan organisasi merupakan hal yang sensitif sehingga harus dikelola secara terbuka, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap pengeluaran harus jelas pencatatannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ungkap Zulina.
.jpeg)
.jpeg)
Menjadikan
DWP sebagai Ruang Kolaborasi dan Kemanfaatan
Pertemuan
pengurus DWP STAIN SAR Kepri tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi
juga menjadi momentum untuk membangun kembali semangat kebersamaan. Melalui
komunikasi yang lebih intensif dan pembagian peran yang jelas, DWP diharapkan
mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan anggota dan lingkungan
sekitar.
Ketiga
bidang yang telah ditetapkan pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi diharapkan
dapat berjalan secara sinergis. Pendidikan menjadi fondasi penguatan kapasitas,
sosial budaya menjadi ruang membangun kepedulian dan kebersamaan, sedangkan
bidang ekonomi diarahkan untuk mendorong kemandirian dan kreativitas.
Dengan
semangat kebersamaan tersebut, DWP STAIN SAR Kepri berkomitmen menjadikan
organisasi bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga ruang kolaborasi,
pemberdayaan, dan pengabdian yang mampu memberikan kontribusi positif bagi
keluarga besar STAIN SAR Kepri dan masyarakat.
Melalui
konsolidasi yang dilakukan secara berkelanjutan, DWP STAIN SAR Kepri diharapkan
semakin solid dalam menjalankan amanah organisasi serta menghadirkan
program-program yang inspiratif, adaptif, dan berorientasi pada kemanfaatan.
(LF)
Pengumuman Rekrutmen KIP Kuliah 2026