السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

DWP STAIN SAR Kepri Mantapkan Program Kerja, Perkuat Kolaborasi dalam Pendidikan, Sosial Budaya, dan Ekonomi

  • 04 September 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 196
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat kebersamaan menjadi pijakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau dalam menata langkah organisasi periode 2026–2030. Semangat tersebut diwujudkan melalui pertemuan pengurus yang digelar di Ruang Rapat Balai Titah STAIN SAR Kepri, Jumat (4/9/2026), sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi, menyatukan persepsi, sekaligus memantapkan program kerja ke depan.

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua DWP STAIN SAR Kepri, Zulina, S.Ag., M.Pd., dan dihadiri jajaran pengurus DWP STAIN SAR Kepri. Forum menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi internal untuk menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi antarpengurus, serta menyusun langkah strategis dalam menjalankan program organisasi.

Dalam arahannya, Zulina menekankan pentingnya membangun kepengurusan yang solid, komunikatif, dan mampu bekerja secara kolaboratif. Menurutnya, setiap dinamika dalam organisasi perlu disikapi secara bijaksana dengan mengambil hikmah serta menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan perbaikan.

“Setiap kejadian pasti memiliki hikmah. Karena itu, apa pun yang kita hadapi dalam perjalanan organisasi harus kita sikapi dengan ikhlas, tetap berkomunikasi, dan tidak berlarut-larut dalam kekecewaan. Yang terpenting, kita terus berjalan dan memberikan yang terbaik,” ujar Zulina.

“Selama proses administrasi berjalan, kegiatan tetap kita lanjutkan. Jangan sampai karena menunggu sesuatu, program dan silaturahmi kita justru berhenti. Kita tetap bergerak dengan kegiatan yang bermanfaat,” tambahnya.


Tiga Bidang Prioritas

Dalam pertemuan tersebut, pengurus membahas arah program kerja DWP STAIN SAR Kepri yang akan difokuskan pada tiga bidang utama, yakni pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi.

Bidang pendidikan diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kepedulian terhadap pendidikan, baik melalui kegiatan internal maupun program yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Sementara bidang sosial budaya akan menjadi ruang penguatan kepedulian sosial, silaturahmi, serta pelestarian nilai-nilai budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun bidang ekonomi diarahkan pada pengembangan kegiatan produktif dan pemberdayaan yang berpotensi meningkatkan kemandirian anggota. Dalam pembahasan, turut muncul gagasan untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak sehingga program ekonomi tidak hanya bersifat internal, tetapi juga dapat berkembang menjadi kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Kolaborasi dengan mitra, termasuk lembaga yang memiliki program pemberdayaan masyarakat, menjadi salah satu alternatif yang dibahas. Pengurus melihat peluang pengembangan produk, pelatihan keterampilan, maupun kegiatan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat program DWP.

Perkuat Tata Kelola Organisasi

Selain program kerja, pertemuan juga membahas penguatan administrasi dan tata kelola organisasi. Pengurus didorong untuk memiliki pembagian tugas yang jelas pada setiap bidang sehingga pelaksanaan program dapat berlangsung secara terarah dan terukur.

Struktur kepengurusan DWP STAIN SAR Kepri periode 2026–2030 mencakup unsur ketua, sekretaris, bendahara, serta tiga bidang utama, yaitu bidang pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi. Masing-masing bidang selanjutnya diharapkan dapat menyusun program yang realistis, sesuai kebutuhan anggota, dan memiliki dampak nyata.

Dalam forum tersebut, aspek pengelolaan keuangan organisasi juga menjadi perhatian. Pengurus membahas mekanisme iuran, pengelolaan kas, alokasi untuk kegiatan sosial dan konsumsi, serta bantuan bagi anggota yang mengalami kondisi tertentu seperti sakit atau keperluan sosial lainnya.

Pembahasan tersebut menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan secara transparan dan tertib. Setiap pemasukan dan pengeluaran perlu dicatat dengan baik sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota.

“Keuangan organisasi merupakan hal yang sensitif sehingga harus dikelola secara terbuka, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap pengeluaran harus jelas pencatatannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ungkap Zulina.


Menjadikan DWP sebagai Ruang Kolaborasi dan Kemanfaatan

Pertemuan pengurus DWP STAIN SAR Kepri tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kembali semangat kebersamaan. Melalui komunikasi yang lebih intensif dan pembagian peran yang jelas, DWP diharapkan mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan anggota dan lingkungan sekitar.

Ketiga bidang yang telah ditetapkan pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi diharapkan dapat berjalan secara sinergis. Pendidikan menjadi fondasi penguatan kapasitas, sosial budaya menjadi ruang membangun kepedulian dan kebersamaan, sedangkan bidang ekonomi diarahkan untuk mendorong kemandirian dan kreativitas.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, DWP STAIN SAR Kepri berkomitmen menjadikan organisasi bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga ruang kolaborasi, pemberdayaan, dan pengabdian yang mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga besar STAIN SAR Kepri dan masyarakat.

Melalui konsolidasi yang dilakukan secara berkelanjutan, DWP STAIN SAR Kepri diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah organisasi serta menghadirkan program-program yang inspiratif, adaptif, dan berorientasi pada kemanfaatan. (LF)