السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menjaga Marwah Almamater, Prodi IAT STAIN SAR Kepri Bekali Mahasiswa PPL dengan Etika dan Profesionalisme

  • 04 September 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 181
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa dalam mengaktualisasikan kompetensi akademik ke dalam praktik profesional di dunia kerja. Karena itu, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau membekali mahasiswa dengan penguatan teknis, etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab profesional sebelum terjun ke lokasi penempatan.

Pembekalan PPL Prodi IAT tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) di Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri. Kegiatan dihadiri Ketua Prodi IAT Islamiyah, M.Ag., Sekretaris Prodi Putri Halimatusa'Diah, M.A., dosen homebase, serta seluruh mahasiswa peserta PPL Prodi IAT.

Dalam arahannya, Ketua Prodi IAT Islamiyah, M.Ag., menegaskan bahwa PPL bukan sekadar kegiatan akademik untuk memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji dan mengembangkan kompetensi di tengah lingkungan kerja yang sesungguhnya.

“Sebagai mahasiswa tingkat akhir, kalian adalah representasi kaum intelektual sekaligus cerminan identitas akademik kampus di tengah masyarakat dan dunia kerja. Tunjukkan kapasitas intelektual yang matang dan berikan kontribusi terbaik melalui gagasan-gagasan kreatif yang solutif bagi instansi tempat kalian mengabdi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, mahasiswa Prodi IAT memiliki ruang pengabdian yang luas sesuai dengan kompetensi keilmuan yang dimiliki. Dalam pelaksanaan PPL, mahasiswa dapat ditempatkan pada berbagai bidang, seperti kepenghuluan, penyuluhan agama, pengembangan keilmuan Al-Qur’an, maupun pendidikan Al-Qur’an.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa di lokasi PPL harus memberikan nilai tambah bagi lembaga mitra. Oleh sebab itu, mahasiswa didorong tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga mampu membaca kebutuhan lingkungan kerja dan menawarkan gagasan yang relevan.

Selain kompetensi akademik, aspek etika dan akhlak menjadi perhatian utama dalam pembekalan. Mahasiswa diingatkan untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam bersikap, berkomunikasi, dan membangun relasi selama berada di lingkungan kerja.

“Etika dan akhlak merupakan fondasi utama selama pelaksanaan PPL. Jadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap tindakan dan interaksi sosial. Berusahalah membawa kualitas diri ke tingkat yang lebih baik dalam setiap kesempatan,” pesannya.

Islamiyah juga mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menghormati tokoh masyarakat, aparatur, pegawai, serta pihak-pihak yang lebih senior di lokasi penempatan. Sikap sopan santun, integritas, dan kemampuan menjaga adab dinilai menjadi bagian penting dari keberhasilan PPL.

Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan citra pribadi mahasiswa, tetapi juga menyangkut nama baik Guru Pamong, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan institusi STAIN SAR Kepri.


“Jaga integritas, adab, dan sopan santun. Setiap perilaku kalian di lapangan turut membawa nama almamater. Jangan sampai ada tindakan yang justru menimbulkan stigma negatif terhadap mahasiswa maupun institusi,” ujarnya.

Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan penegasan mengenai kedisiplinan selama menjalankan tugas. Peserta PPL diwajibkan hadir tepat waktu, mengikuti jam kerja secara penuh, serta tidak meninggalkan lokasi penempatan tanpa alasan yang sah.

Dari sisi penampilan, mahasiswa diwajibkan mengenakan pakaian resmi yang rapi dan sopan, sepatu dan kaus kaki, serta peci bagi mahasiswa laki-laki. Penggunaan sandal selama kegiatan PPL tidak diperkenankan. Mahasiswa juga wajib mengenakan name tag dan jas almamater sebagai identitas resmi selama bertugas.

Mengenai prosedur perizinan, mahasiswa yang menghadapi kondisi mendesak atau halangan yang dapat dipertanggungjawabkan wajib menyampaikan izin secara resmi kepada Guru Pamong di instansi penempatan dan DPL masing-masing.

Sementara itu, aspek administrasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian PPL. Setiap mahasiswa diwajibkan menyusun dan mengumpulkan laporan kelompok serta laporan individu sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas pelaksanaan kegiatan.

Penilaian akhir PPL akan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan akumulasi penilaian dari Guru Pamong di lapangan dan DPL. Dengan demikian, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari kehadiran, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan tugas, kedisiplinan, etika, tanggung jawab, serta kemampuan mengimplementasikan kompetensi akademik.

DPL juga memiliki kewenangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala ke lokasi penempatan. Monitoring dapat dilakukan secara terjadwal maupun melalui kunjungan langsung sesuai dengan kebijakan dan agenda masing-masing DPL.

Karena itu, mahasiswa diminta menjaga konsistensi kinerja selama berada di lokasi PPL dan senantiasa siap menjalankan tugas selama jam kerja berlangsung.

Melalui pembekalan tersebut, Prodi IAT STAIN SAR Kepri berharap pelaksanaan PPL tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi menjadi proses pembentukan mahasiswa yang kompeten, berintegritas, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. (LF/Putri)