السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa dalam mengaktualisasikan kompetensi akademik ke dalam praktik profesional di dunia kerja. Karena itu, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau membekali mahasiswa dengan penguatan teknis, etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab profesional sebelum terjun ke lokasi penempatan.
Pembekalan
PPL Prodi IAT tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) di Gedung Kuliah
Terpadu STAIN SAR Kepri. Kegiatan dihadiri Ketua Prodi IAT Islamiyah, M.Ag.,
Sekretaris Prodi Putri Halimatusa'Diah, M.A., dosen homebase, serta
seluruh mahasiswa peserta PPL Prodi IAT.
Dalam
arahannya, Ketua Prodi IAT Islamiyah, M.Ag., menegaskan bahwa PPL bukan sekadar
kegiatan akademik untuk memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi menjadi ruang bagi
mahasiswa untuk menguji dan mengembangkan kompetensi di tengah lingkungan kerja
yang sesungguhnya.
“Sebagai
mahasiswa tingkat akhir, kalian adalah representasi kaum intelektual sekaligus
cerminan identitas akademik kampus di tengah masyarakat dan dunia kerja.
Tunjukkan kapasitas intelektual yang matang dan berikan kontribusi terbaik
melalui gagasan-gagasan kreatif yang solutif bagi instansi tempat kalian
mengabdi,” tegasnya.
Ia
menjelaskan, mahasiswa Prodi IAT memiliki ruang pengabdian yang luas sesuai
dengan kompetensi keilmuan yang dimiliki. Dalam pelaksanaan PPL, mahasiswa
dapat ditempatkan pada berbagai bidang, seperti kepenghuluan, penyuluhan agama,
pengembangan keilmuan Al-Qur’an, maupun pendidikan Al-Qur’an.
Menurutnya,
keberadaan mahasiswa di lokasi PPL harus memberikan nilai tambah bagi lembaga
mitra. Oleh sebab itu, mahasiswa didorong tidak hanya menjalankan tugas secara
administratif, tetapi juga mampu membaca kebutuhan lingkungan kerja dan
menawarkan gagasan yang relevan.
Selain
kompetensi akademik, aspek etika dan akhlak menjadi perhatian utama dalam
pembekalan. Mahasiswa diingatkan untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai
landasan dalam bersikap, berkomunikasi, dan membangun relasi selama berada di
lingkungan kerja.
“Etika
dan akhlak merupakan fondasi utama selama pelaksanaan PPL. Jadikan nilai-nilai
Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap tindakan dan interaksi sosial.
Berusahalah membawa kualitas diri ke tingkat yang lebih baik dalam setiap
kesempatan,” pesannya.
Islamiyah
juga mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menghormati tokoh masyarakat,
aparatur, pegawai, serta pihak-pihak yang lebih senior di lokasi penempatan.
Sikap sopan santun, integritas, dan kemampuan menjaga adab dinilai menjadi
bagian penting dari keberhasilan PPL.
Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan citra pribadi mahasiswa, tetapi juga menyangkut nama baik Guru Pamong, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan institusi STAIN SAR Kepri.

“Jaga
integritas, adab, dan sopan santun. Setiap perilaku kalian di lapangan turut
membawa nama almamater. Jangan sampai ada tindakan yang justru menimbulkan
stigma negatif terhadap mahasiswa maupun institusi,” ujarnya.
Dalam
pembekalan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan penegasan mengenai kedisiplinan
selama menjalankan tugas. Peserta PPL diwajibkan hadir tepat waktu, mengikuti
jam kerja secara penuh, serta tidak meninggalkan lokasi penempatan tanpa alasan
yang sah.
Dari
sisi penampilan, mahasiswa diwajibkan mengenakan pakaian resmi yang rapi dan
sopan, sepatu dan kaus kaki, serta peci bagi mahasiswa laki-laki. Penggunaan
sandal selama kegiatan PPL tidak diperkenankan. Mahasiswa juga wajib mengenakan
name tag dan jas almamater sebagai identitas resmi selama bertugas.
Mengenai
prosedur perizinan, mahasiswa yang menghadapi kondisi mendesak atau halangan
yang dapat dipertanggungjawabkan wajib menyampaikan izin secara resmi kepada
Guru Pamong di instansi penempatan dan DPL masing-masing.
Sementara
itu, aspek administrasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian
PPL. Setiap mahasiswa diwajibkan menyusun dan mengumpulkan laporan kelompok
serta laporan individu sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas
pelaksanaan kegiatan.
Penilaian
akhir PPL akan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan akumulasi
penilaian dari Guru Pamong di lapangan dan DPL. Dengan demikian, keberhasilan
mahasiswa tidak hanya diukur dari kehadiran, tetapi juga dari kualitas
pelaksanaan tugas, kedisiplinan, etika, tanggung jawab, serta kemampuan
mengimplementasikan kompetensi akademik.
DPL
juga memiliki kewenangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala
ke lokasi penempatan. Monitoring dapat dilakukan secara terjadwal maupun
melalui kunjungan langsung sesuai dengan kebijakan dan agenda masing-masing
DPL.
Karena
itu, mahasiswa diminta menjaga konsistensi kinerja selama berada di lokasi PPL
dan senantiasa siap menjalankan tugas selama jam kerja berlangsung.
Melalui
pembekalan tersebut, Prodi IAT STAIN SAR Kepri berharap pelaksanaan PPL tidak
berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi menjadi proses pembentukan
mahasiswa yang kompeten, berintegritas, berakhlak, dan mampu memberikan
kontribusi nyata di tengah masyarakat. (LF/Putri)
Pengumuman Rekrutmen KIP Kuliah 2026