السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Spanduk Menjadi Strategi Branding, Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Dorong 9 UMKM Bekapur Tampil Profesional

  • 19 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 210
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak selalu harus dimulai dari modal besar. Identitas usaha yang jelas, menarik, dan mudah dikenali juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menghadirkan program penyerahan dan pemasangan spanduk gratis bagi sembilan UMKM di wilayah Bekapur, Rabu (19/8/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung penguatan daya saing usaha lokal melalui pendampingan dan pemetaan potensi UMKM masyarakat. Sebanyak sembilan pelaku usaha yang menerima manfaat memiliki jenis usaha beragam, mulai dari aneka jajanan dan snack, warung kopi, hingga rumah makan keluarga.

Sebelum mendapatkan pendampingan, sebagian UMKM tersebut belum memiliki identitas usaha yang memadai. Beberapa di antaranya masih menggunakan papan nama sederhana yang telah mengalami pemudaran sehingga kurang terlihat oleh masyarakat yang melintas.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya menyerahkan spanduk, tetapi juga mengantarkannya secara langsung ke lokasi usaha masing-masing. Spanduk kemudian dipasang sebagai identitas visual yang membantu memperjelas keberadaan dan jenis usaha yang dijalankan masyarakat.

Kehadiran identitas baru tersebut memberikan perubahan pada tampilan sejumlah tempat usaha. Warung dan rumah makan yang sebelumnya terlihat sederhana kini tampak lebih rapi, mudah dikenali, serta memiliki identitas yang lebih representatif.

Perwakilan mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk sederhana dari kontribusi mahasiswa dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap spanduk ini bukan sekadar menjadi penanda tempat usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen dan membantu UMKM agar semakin dikenal oleh masyarakat,” tegasnya.


Bagi para pelaku UMKM, bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar pembaruan tampilan usaha. Identitas yang lebih jelas diharapkan dapat membantu calon pelanggan menemukan lokasi usaha sekaligus memberikan kesan yang lebih profesional.

Salah seorang penerima manfaat, Ibu Yana, mengungkapkan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, keberadaan spanduk baru membuat usaha yang dijalankannya lebih mudah terlihat dari jalan.

“Dulu warung kami kurang kelihatan dari jalan karena tidak ada spanduk yang jelas. Sekarang setelah dipasangkan spanduk baru ini, tampilannya jadi jauh lebih bagus, bersih, dan kelihatan seperti rumah makan yang profesional. Terima kasih banyak atas bantuannya, ini sangat bermanfaat untuk kelangsungan usaha kami,” ujarnya.

Program tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Identitas visual yang baik menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung branding sekaligus memperkuat daya tarik usaha di tengah persaingan ekonomi lokal.

Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berharap sembilan UMKM penerima manfaat dapat terus mengembangkan usahanya, meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas pemasaran, serta memanfaatkan berbagai peluang digital untuk memperkuat keberlanjutan usaha.

Lebih dari sekadar spanduk, program ini menjadi simbol bahwa perubahan besar dapat dimulai dari perhatian terhadap hal-hal kecil. Ketika identitas usaha diperkuat, kepercayaan dibangun, dan potensi masyarakat didampingi, maka ruang bagi UMKM lokal untuk tumbuh semakin terbuka.

Dari sebuah spanduk, tumbuh identitas; dari identitas, lahir kepercayaan; dan dari kepercayaan, terbuka peluang bagi UMKM untuk semakin berdaya dan berkembang. (LF/KKN Bintan 5)