السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Lingga, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau di Desa Sedamai, Kabupaten Lingga, mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat. Selama menjalankan program pengabdian, mahasiswa dinilai mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung berbagai gerak pembangunan desa, mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, sosial, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Apresiasi
tersebut disampaikan Kepala Desa Sedamai, Ketua Badan Permusyawaratan Desa
(BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat dalam
momentum evaluasi rangkaian kegiatan KKN.
Masyarakat
menilai kehadiran mahasiswa KKN tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan
akademik, tetapi telah berkembang menjadi ruang kolaborasi antara perguruan
tinggi dan masyarakat. Berbagai program yang dilaksanakan mahasiswa memberikan
pengalaman, pengetahuan, serta pendampingan yang dapat dirasakan secara
langsung oleh masyarakat Desa Sedamai.
Salah
satu program yang mendapat perhatian ialah pendampingan budi daya hidroponik sebagai
upaya memperkenalkan alternatif pemanfaatan lahan sekaligus mendorong
keterampilan produktif masyarakat. Di bidang pendidikan dan perlindungan anak,
mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi anti-bullying serta pendampingan
mengenai pencegahan pernikahan dini sebagai bagian dari upaya membangun
kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pendidikan dan masa depan.
Sementara itu, pada aspek lingkungan dan keagamaan, mahasiswa KKN turut mengembangkan edukasi ekoteologi melalui kegiatan pemilahan sampah. Program tersebut mengintegrasikan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga masyarakat diajak memandang menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
.jpeg)

Selain
program tersebut, mahasiswa KKN juga menjalankan berbagai kegiatan lain yang
disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi Desa Sedamai. Rangkaian kegiatan
tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa untuk membangun pendekatan
pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan
manfaat dan meninggalkan pengetahuan yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat.
Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Plt. Wakil Ketua II STAIN SAR Kepri, Dr.
Almahfuz, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah mampu
membangun kesan positif selama berada di tengah masyarakat.
“Saya
memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh mahasiswa yang telah
memberikan kesan positif di tengah masyarakat. Pertahankan dan lanjutkan
program-program yang telah direncanakan, karena mahasiswa adalah agen perubahan
sekaligus agen pembangunan,” ujar Dr. Almahfuz, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya,
keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana,
tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun komunikasi, beradaptasi,
serta menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Terima
kasih kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakat Desa Sedamai atas penerimaan
yang luar biasa kepada mahasiswa KKN. Semoga kolaborasi dan hubungan baik yang
telah terbangun dapat terus berlanjut pada masa mendatang,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sedamai menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri. Menurutnya, mahasiswa telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat selama menjalankan pengabdian di desa.


Apresiasi
serupa juga datang dari tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, serta warga Desa
Sedamai. Mereka menyampaikan terima kasih kepada STAIN SAR Kepri yang telah
memilih Desa Sedamai sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN. Kehadiran
mahasiswa dinilai memberikan warna baru sekaligus memperkuat partisipasi
masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan desa.
Kolaborasi
tersebut memperlihatkan bahwa KKN dapat menjadi jembatan strategis antara
pengetahuan akademik dan realitas kehidupan masyarakat. Mahasiswa membawa
gagasan dan pengetahuan dari kampus, sementara masyarakat memberikan pengalaman
serta pemahaman terhadap kebutuhan lokal.
Bagi
STAIN SAR Kepri, pengalaman KKN di Desa Sedamai menjadi bagian dari komitmen
perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya
pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari sekadar menyelesaikan kewajiban
akademik, mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai insan intelektual yang peka
terhadap persoalan sosial dan mampu mengambil peran dalam menghadirkan
perubahan.
Dari
Desa Sedamai, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri meninggalkan pesan bahwa
pembangunan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ia dapat tumbuh dari
edukasi sederhana, pendampingan yang konsisten, kepedulian terhadap lingkungan,
serta kolaborasi antara kampus dan masyarakat.
Sebab,
ketika ilmu bertemu kebutuhan masyarakat dan kolaborasi melahirkan aksi,
pengabdian tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi jejak
perubahan. (LF)