السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menanam Gagasan, Menumbuhkan Perubahan, Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat Desa Sedamai

  • 19 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 238
Berita Utama

Lingga, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau di Desa Sedamai, Kabupaten Lingga, mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat. Selama menjalankan program pengabdian, mahasiswa dinilai mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung berbagai gerak pembangunan desa, mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, sosial, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Desa Sedamai, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat dalam momentum evaluasi rangkaian kegiatan KKN.

Masyarakat menilai kehadiran mahasiswa KKN tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi telah berkembang menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Berbagai program yang dilaksanakan mahasiswa memberikan pengalaman, pengetahuan, serta pendampingan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Desa Sedamai.

Salah satu program yang mendapat perhatian ialah pendampingan budi daya hidroponik sebagai upaya memperkenalkan alternatif pemanfaatan lahan sekaligus mendorong keterampilan produktif masyarakat. Di bidang pendidikan dan perlindungan anak, mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi anti-bullying serta pendampingan mengenai pencegahan pernikahan dini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pendidikan dan masa depan.

Sementara itu, pada aspek lingkungan dan keagamaan, mahasiswa KKN turut mengembangkan edukasi ekoteologi melalui kegiatan pemilahan sampah. Program tersebut mengintegrasikan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga masyarakat diajak memandang menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.


Selain program tersebut, mahasiswa KKN juga menjalankan berbagai kegiatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi Desa Sedamai. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa untuk membangun pendekatan pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat dan meninggalkan pengetahuan yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Plt. Wakil Ketua II STAIN SAR Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah mampu membangun kesan positif selama berada di tengah masyarakat.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh mahasiswa yang telah memberikan kesan positif di tengah masyarakat. Pertahankan dan lanjutkan program-program yang telah direncanakan, karena mahasiswa adalah agen perubahan sekaligus agen pembangunan,” ujar Dr. Almahfuz, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun komunikasi, beradaptasi, serta menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Terima kasih kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakat Desa Sedamai atas penerimaan yang luar biasa kepada mahasiswa KKN. Semoga kolaborasi dan hubungan baik yang telah terbangun dapat terus berlanjut pada masa mendatang,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sedamai menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri. Menurutnya, mahasiswa telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat selama menjalankan pengabdian di desa.


Apresiasi serupa juga datang dari tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, serta warga Desa Sedamai. Mereka menyampaikan terima kasih kepada STAIN SAR Kepri yang telah memilih Desa Sedamai sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan warna baru sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan desa.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa KKN dapat menjadi jembatan strategis antara pengetahuan akademik dan realitas kehidupan masyarakat. Mahasiswa membawa gagasan dan pengetahuan dari kampus, sementara masyarakat memberikan pengalaman serta pemahaman terhadap kebutuhan lokal.

Bagi STAIN SAR Kepri, pengalaman KKN di Desa Sedamai menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari sekadar menyelesaikan kewajiban akademik, mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai insan intelektual yang peka terhadap persoalan sosial dan mampu mengambil peran dalam menghadirkan perubahan.

Dari Desa Sedamai, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri meninggalkan pesan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ia dapat tumbuh dari edukasi sederhana, pendampingan yang konsisten, kepedulian terhadap lingkungan, serta kolaborasi antara kampus dan masyarakat.

Sebab, ketika ilmu bertemu kebutuhan masyarakat dan kolaborasi melahirkan aksi, pengabdian tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi jejak perubahan. (LF)