السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam mengembangkan budaya akademik dan riset kembali menunjukkan hasil positif. Sebanyak delapan dosen STAIN Kepri berhasil memperoleh pendanaan hibah penelitian dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas dan daya saing penelitian dosen di lingkungan perguruan tinggi keagamaan tersebut.
Pengumuman penerima hibah tersebut disambut sebagai kabar menggembirakan bagi sivitas akademika STAIN Kepri karena menunjukkan bahwa karya dan gagasan para dosen mampu bersaing di tingkat nasional. Program pendanaan penelitian yang dikelola Kementerian Kebudayaan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan riset, kajian kebudayaan, serta penguatan kontribusi akademisi dalam pelestarian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Adapun dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang berhasil memperoleh hibah penelitian Tahun Anggaran 2026 yaitu:
Keberhasilan tersebut menambah deretan prestasi akademik dosen STAIN Kepri sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan keilmuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Kepulauan Riau.
Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Prof. Dr. Azni, M.Ag., mengapresiasi capaian para dosen yang berhasil memperoleh pendanaan hibah penelitian tersebut. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari konsistensi dosen dalam membangun tradisi akademik dan semangat meneliti yang terus berkembang di lingkungan kampus.
“Pencapaian ini patut disyukuri dan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika. Riset merupakan salah satu pilar penting perguruan tinggi. Karena itu, semangat meneliti harus terus dijaga dan dikembangkan agar kampus mampu menghasilkan karya-karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Prof. Azni menegaskan bahwa penelitian tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, pendidikan, budaya, dan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Sella Kurnia Sari, M.Sc., menilai keberhasilan delapan dosen tersebut menunjukkan meningkatnya kualitas proposal penelitian yang dihasilkan dosen kampus.
“Perolehan hibah ini menjadi bukti bahwa dosen STAIN Kepri mampu bersaing dalam kompetisi penelitian tingkat nasional. Kami berharap hasil penelitian yang dilaksanakan nantinya tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan masyarakat,” kata Sella.
Menurutnya, P3M akan terus memperkuat pendampingan, pelatihan, dan ekosistem riset guna meningkatkan jumlah dosen yang memperoleh pendanaan penelitian pada tahun-tahun mendatang.
Perolehan hibah penelitian tersebut juga sejalan dengan upaya STAIN Kepri dalam memperkuat budaya riset di lingkungan kampus. Melalui dukungan terhadap kegiatan penelitian, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan inovasi, publikasi ilmiah, serta rekomendasi kebijakan yang berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Dengan capaian ini, STAIN Kepri semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan pengajaran, tetapi juga aktif mengembangkan penelitian yang relevan, berkualitas, dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat serta pelestarian kebudayaan Indonesia. (Gby)
PKM Internasional, STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Siapkan Gen-Z Melek Keuangan Syariah
Doa Menag Nasaruddin Umar: Menyatukan Hati dan Merawat Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan