السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kolaborasi akademik lintas negara antara Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau dan Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI), Malaysia, terus diarahkan pada kegiatan yang memberi ruang bagi pertukaran gagasan, pengalaman, dan wawasan bagi sivitas akademika. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Internasional bertajuk “Opportunities and Challenges of Dakwah and Economy in the Digital Era; Young Leaders: Innovate, Inspire, Impact” di Ruang Rapat Dosen Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri, Kamis (13/8/2026).
Seminar
ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Program Jaringan Dakwah
Antarabangsa KUIJSI ke STAIN SAR Kepri. Kegiatan tersebut bertujuan
memperkenalkan peluang pendidikan tinggi lintas negara kepada mahasiswa KUIJSI,
khususnya dalam bidang agama dan pendidikan, sekaligus memperluas pemahaman
mengenai budaya, dakwah, dan aktivitas kemahasiswaan di lingkungan STAIN SAR
Kepri.
Hadir
sebagai narasumber, Dekan Sekolah Muamalat dan Pengurusan KUIJSI, Puan Nur
Hafizah Binti Jamaluddin; Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS)
STAIN SAR Kepri, Kamaruzaman, M.M.; Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak
Usia Dini (PIAUD), Nadya Nela Rosa, M.Psi.; serta dosen Program Studi
Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Arinil Haq, M.Sos. Kegiatan dimoderatori
Shidratul Attika, M.Pd.
Dalam
pemaparannya, Kamaruzaman mengangkat tema “Opportunities and Challenges in
Dakwah and Economy in the Digital Era: The Islamic Solution Perspective and the
Strengthening of an Equitable Sharia Economy.” Ia menekankan bahwa
perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi
dakwah dan ekonomi Islam.
Menurutnya,
perkembangan ekonomi digital perlu diimbangi dengan penguatan nilai moral,
keadilan, dan tanggung jawab sosial. Prinsip ekonomi Islam tidak semata-mata
berorientasi pada pencapaian material, tetapi juga menempatkan etika,
kemaslahatan, dan amanah sebagai fondasi dalam aktivitas ekonomi.
“Ekonomi syariah tidak memisahkan pencarian kekayaan material dari nilai moral dan akhlak. Manusia merupakan khalifah yang diberi amanah untuk mengelola sumber daya dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.


Ia
juga menyoroti pentingnya penerapan etika bisnis dalam ekosistem digital,
terutama kejujuran, transparansi, perlindungan konsumen, harga yang adil, serta
orientasi terhadap kemaslahatan bersama. Dalam konteks tersebut, reputasi dan
kepercayaan menjadi modal penting dalam membangun keberlanjutan aktivitas
ekonomi digital.
Sementara
itu, Nadya Nela Rosa, M.Psi., membahas peluang dan tantangan dakwah serta
ekonomi digital dari perspektif Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Perspektif tersebut memperluas diskusi mengenai pentingnya menyiapkan generasi
sejak dini agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa
kehilangan nilai-nilai keislaman.
Sementara
Arinil Haq, M.Sos., turut memperkaya diskusi melalui perspektif komunikasi dan
penyiaran Islam, terutama mengenai perkembangan dakwah di tengah perubahan pola
komunikasi masyarakat pada era digital.
Plt.
Wakil Ketua I STAIN SAR Kepri, Dr. Fadhila Yonata, M.Pd., mengapresiasi
kehadiran delegasi KUIJSI dan menegaskan bahwa kerja sama internasional harus
diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika.
“Kolaborasi
ini kita harapkan tidak hanya sebatas MoU di atas kertas, tetapi dapat
diwujudkan dalam berbagai bentuk kerja sama antara dosen, mahasiswa, maupun
pengembangan program akademik bersama,” ujarnya.
Menurutnya,
seminar internasional tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan
perspektif akademisi dari kedua institusi. Selain memperluas wawasan keilmuan,
kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam penelitian,
publikasi, pengembangan program akademik, serta kegiatan kemahasiswaan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan mahasiswa KUIJSI dan STAIN SAR Kepri. Forum ini diarahkan sebagai ruang pertukaran pengalaman, diskusi lintas budaya, serta penguatan jejaring antarmahasiswa.

Dekan
Sekolah Muamalat dan Pengurusan KUIJSI, Puan Nur Hafizah Binti Jamaluddin,
menyampaikan apresiasi atas sambutan STAIN SAR Kepri. Ia menilai jejaring
internasional memiliki peran penting dalam memperluas wawasan mahasiswa dan
mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan kerja yang semakin kompetitif.
“Jaringan
internasional penting bagi mahasiswa karena dapat membuka wawasan, memperluas
pengalaman, dan memberikan persiapan yang lebih baik ketika mereka memasuki dunia
pekerjaan,” jelasnya.
Ia
juga memperkenalkan sejumlah program akademik KUIJSI yang memadukan
pembelajaran teoretis dan praktis, termasuk bidang pengurusan halal dan
pengajian Islam. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memberikan
pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan profesi.
Melalui
seminar internasional dan rangkaian kegiatan akademik tersebut, STAIN SAR Kepri
dan KUIJSI tidak hanya mempertemukan dua institusi pendidikan tinggi dari
Indonesia dan Malaysia, tetapi juga membangun ruang kolaborasi yang lebih luas
bagi dosen dan mahasiswa.
Kegiatan
ini diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan kerja sama yang
berkelanjutan dalam bidang pendidikan, dakwah, penelitian, publikasi, dan
pengembangan kapasitas mahasiswa, sekaligus memperkuat jejaring perguruan
tinggi Islam di tingkat regional. (LF)
Seminar Antara Penelitian 2026, STAIN Kepri Dorong Budaya Riset dan Publikasi Akademik Dosen