السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan Buyu, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari kebiasaan sederhana memilah sampah, kesadaran ekologis dapat ditanamkan sejak usia sekolah. Semangat inilah yang diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bintan 3 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui sosialisasi pengelolaan sampah organik dan anorganik kepada siswa SD 001 Bintan Buyu, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan
tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN menghadirkan edukasi
lingkungan yang kontekstual sekaligus membangun kebiasaan positif pada peserta
didik. Para siswa diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar benda yang harus
dibuang, tetapi perlu dikenali, dipilah, dan dikelola secara tepat agar tidak
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Dalam
penyampaian materi, mahasiswa KKN Bintan 3 memperkenalkan berbagai jenis sampah
yang lazim ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diberikan pemahaman
mengenai karakteristik sampah organik, seperti sisa makanan, daun, dan bagian
tumbuhan yang relatif lebih mudah terurai, serta sampah anorganik, seperti
plastik dan botol kemasan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai.
“Pemahaman
mengenai jenis dan karakteristik sampah penting dikenalkan sejak usia sekolah.
Dengan mengenali perbedaannya, siswa akan lebih mudah memahami mengapa sampah
perlu dipilah dan bagaimana cara memperlakukannya secara tepat,” jelas
perwakilan mahasiswa KKN Bintan 3.
Tidak
berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKN mengajak siswa berinteraksi dan
mengenali berbagai contoh sampah berdasarkan jenisnya. Materi disampaikan
dengan bahasa sederhana dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta
didik. Interaksi dua arah tersebut membuat suasana kegiatan berlangsung aktif,
komunikatif, dan edukatif.
Mahasiswa
KKN juga menekankan bahwa kepedulian lingkungan dapat dibangun melalui
kebiasaan sehari-hari. Membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah
berdasarkan jenis, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga
kebersihan lingkungan sekolah merupakan langkah sederhana yang apabila
dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif dalam jangka
panjang.
Salah
seorang mahasiswa KKN Bintan 3 mengatakan edukasi lingkungan perlu diberikan
sejak dini karena kebiasaan yang dibangun pada masa sekolah dapat menjadi
bagian dari karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami
berharap melalui sosialisasi ini, siswa tidak hanya mengetahui perbedaan sampah
organik dan anorganik, tetapi juga memiliki kebiasaan untuk memilah sampah,
menjaga kebersihan, dan mengajak orang-orang di sekitarnya melakukan hal yang
sama,” ujarnya.
Pihak
sekolah menyambut positif kegiatan edukasi tersebut. Kehadiran mahasiswa KKN
dinilai memberikan tambahan wawasan bagi siswa sekaligus mendukung upaya
sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang peduli terhadap kebersihan
dan kelestarian lingkungan.
Bagi
mahasiswa KKN Bintan 3, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosialisasi,
melainkan bagian dari pengabdian yang berorientasi pada pembentukan kesadaran
dan perubahan perilaku. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan tidak
berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di
sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.
Melalui
kegiatan ini, mahasiswa KKN STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berharap
lahir generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga
kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial. Sebab, menjaga bumi dapat dimulai
dari hal paling sederhana: mengenali sampah, memilahnya dengan benar, lalu
membangun kebiasaan baik secara bersama-sama.
Dari
satu sampah yang dipilah, tumbuh satu kebiasaan; dari satu kebiasaan yang
dijaga, lahir generasi yang peduli terhadap masa depan lingkungan. (LF/KKN
Bintan 3)
PKM Internasional, STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Siapkan Gen-Z Melek Keuangan Syariah
Doa Menag Nasaruddin Umar: Menyatukan Hati dan Merawat Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan