السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Karimun, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Berawal dari benda sederhana yang kerap dianggap tidak bernilai, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau mengajak siswa SD Negeri 003 Moro menyulap barang bekas menjadi karya kreatif melalui praktik pengolahan sampah. Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, mengasah kreativitas, dan membangun kesadaran siswa bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil.
Kegiatan
yang diikuti siswa kelas III hingga VI tersebut berlangsung secara interaktif.
Para siswa diajak mengenali berbagai jenis sampah yang masih dapat dimanfaatkan
kembali, khususnya tutup botol bekas. Dengan pendampingan mahasiswa KKN, siswa
kemudian mempraktikkan secara langsung proses mengolah tutup botol menjadi
gantungan kunci yang memiliki nilai guna.
Tidak
sekadar menghasilkan karya, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan
kepada siswa konsep pemanfaatan kembali barang bekas sebagai bagian dari upaya
mengurangi timbulan sampah. Pendekatan praktik secara langsung juga memberikan
pengalaman belajar yang kontekstual, sehingga siswa dapat memahami bahwa
kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana
dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui
kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa barang yang dianggap
sebagai sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Dengan
kreativitas dan pengelolaan yang tepat, barang bekas dapat dimanfaatkan menjadi
sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujar perwakilan mahasiswa KKN STAIN SAR
Kepri.
Antusiasme
siswa terlihat ketika mereka mulai merancang dan membuat gantungan kunci dari
tutup botol bekas. Mereka aktif bertanya, mencoba berbagai bentuk, serta saling
membantu menyelesaikan karya masing-masing. Pendampingan mahasiswa KKN turut
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong keberanian
siswa untuk bereksperimen dan menghasilkan karya sesuai kreativitas mereka.
Kegiatan
tersebut juga mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Edukasi pengolahan
sampah dinilai relevan dengan upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli
lingkungan di kalangan peserta didik.
“Pihak
sekolah menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN karena
memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Anak-anak tidak hanya belajar
tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk
berkreasi dan menghasilkan karya dari barang yang sebelumnya dianggap tidak
berguna,” ujar salah seorang guru Rabu, (12/8/2026).
Bagi
mahasiswa KKN, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi edukatif
kepada masyarakat melalui penguatan kesadaran lingkungan di satuan pendidikan.
Edukasi pengelolaan sampah sejak usia sekolah diharapkan dapat membentuk pola
pikir bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya,
tetapi juga mengurangi, menggunakan kembali, dan mengolah barang yang masih
memiliki nilai guna.
Melalui
kegiatan ini, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berharap semangat reduce, reuse,
dan recycle dapat mulai tumbuh dalam keseharian siswa. Sebuah tutup
botol mungkin tampak sederhana, tetapi ketika dipadukan dengan kreativitas dan
kepedulian, benda tersebut dapat menjadi media pembelajaran sekaligus karya
bernilai.
Lebih
jauh, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah kecil dalam membentuk
generasi muda yang kreatif, mandiri, inovatif, dan memiliki kesadaran ekologis.
Dari sampah lahir karya, dari kreativitas tumbuh kepedulian, dan dari kebiasaan
kecil dapat lahir perubahan besar bagi lingkungan. (LF/KKN Desa Sugie)
PKM Internasional, STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Siapkan Gen-Z Melek Keuangan Syariah
Doa Menag Nasaruddin Umar: Menyatukan Hati dan Merawat Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan