السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Sampah Jadi Karya, Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Tumbuhkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan Siswa SDN 003 Moro

  • 12 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 227
Kegiatan Mahasiswa

Karimun, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Berawal dari benda sederhana yang kerap dianggap tidak bernilai, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau mengajak siswa SD Negeri 003 Moro menyulap barang bekas menjadi karya kreatif melalui praktik pengolahan sampah. Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, mengasah kreativitas, dan membangun kesadaran siswa bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil.

Kegiatan yang diikuti siswa kelas III hingga VI tersebut berlangsung secara interaktif. Para siswa diajak mengenali berbagai jenis sampah yang masih dapat dimanfaatkan kembali, khususnya tutup botol bekas. Dengan pendampingan mahasiswa KKN, siswa kemudian mempraktikkan secara langsung proses mengolah tutup botol menjadi gantungan kunci yang memiliki nilai guna.

Tidak sekadar menghasilkan karya, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan kepada siswa konsep pemanfaatan kembali barang bekas sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah. Pendekatan praktik secara langsung juga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, sehingga siswa dapat memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa barang yang dianggap sebagai sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, barang bekas dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujar perwakilan mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mulai merancang dan membuat gantungan kunci dari tutup botol bekas. Mereka aktif bertanya, mencoba berbagai bentuk, serta saling membantu menyelesaikan karya masing-masing. Pendampingan mahasiswa KKN turut menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong keberanian siswa untuk bereksperimen dan menghasilkan karya sesuai kreativitas mereka.

Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Edukasi pengolahan sampah dinilai relevan dengan upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan di kalangan peserta didik.

“Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Anak-anak tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berkreasi dan menghasilkan karya dari barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna,” ujar salah seorang guru Rabu, (12/8/2026).

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi edukatif kepada masyarakat melalui penguatan kesadaran lingkungan di satuan pendidikan. Edukasi pengelolaan sampah sejak usia sekolah diharapkan dapat membentuk pola pikir bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengurangi, menggunakan kembali, dan mengolah barang yang masih memiliki nilai guna.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berharap semangat reduce, reuse, dan recycle dapat mulai tumbuh dalam keseharian siswa. Sebuah tutup botol mungkin tampak sederhana, tetapi ketika dipadukan dengan kreativitas dan kepedulian, benda tersebut dapat menjadi media pembelajaran sekaligus karya bernilai.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah kecil dalam membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, inovatif, dan memiliki kesadaran ekologis. Dari sampah lahir karya, dari kreativitas tumbuh kepedulian, dan dari kebiasaan kecil dapat lahir perubahan besar bagi lingkungan. (LF/KKN Desa Sugie)