السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menguatkan Literasi Al-Qur'an, Mahasiswa KKN STAIN Kepri Dampingi Siswa Belajar Tajwid

  • 07 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 22
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Di sebuah ruang kelas SMA Negeri 2 Bintan Pesisir, Desa Kelong, Jumat (7/8), puluhan siswa tampak mengikuti pembelajaran yang berbeda dari biasanya. Bukan pelajaran akademik, melainkan pengenalan Ilmu Tajwid yang dibawakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Kepri.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk memperkuat pemahaman keagamaan siswa, khususnya dalam membaca Al-Qur'an sesuai dengan kaidah yang benar. Di tengah masih ditemukannya siswa yang belum memahami hukum-hukum bacaan Al-Qur'an secara utuh, pembelajaran tajwid dinilai menjadi bekal penting yang dapat menunjang kemampuan membaca sekaligus meningkatkan kedekatan generasi muda dengan kitab suci.

Melalui metode penyampaian yang interaktif, mahasiswa KKN mengenalkan dasar-dasar ilmu tajwid, mulai dari makharijul huruf hingga hukum bacaan yang sering dijumpai dalam Al-Qur'an. Materi yang disampaikan tidak berhenti pada penjelasan teori, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik membaca agar siswa dapat langsung memahami penerapannya.

Antusiasme terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah siswa aktif mengajukan pertanyaan dan mencoba memperbaiki bacaan mereka berdasarkan arahan yang diberikan. Bagi sebagian siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru karena memberikan kesempatan untuk mempelajari tajwid secara lebih mendalam di luar pembelajaran rutin.

Ketua Kelompok KKN Desa Kelong, Muhammad Syafiq, mengatakan bahwa kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik merupakan keterampilan dasar yang perlu terus diperkuat sejak usia sekolah.

“Masih ada siswa yang mampu membaca Al-Qur'an, tetapi belum memahami kaidah bacaan yang benar. Karena itu, kami berupaya menghadirkan pembelajaran yang sederhana dan mudah dipahami agar mereka lebih percaya diri dalam membaca Al-Qur'an,” ujarnya.

Menurut Syafiq, pendidikan keagamaan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Pemahaman yang baik terhadap Al-Qur'an diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai program sesaat. Pengetahuan yang diperoleh siswa dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat,” katanya.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui pendidikan keagamaan, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga berupaya menjawab kebutuhan yang ada di lingkungan tempat mereka mengabdi.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan SMA Negeri 2 Bintan Pesisir ini menunjukkan bahwa penguatan literasi Al-Qur'an dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana namun berkelanjutan. Dari ruang kelas di Desa Kelong, upaya memperbaiki bacaan Al-Qur'an menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi muda yang lebih dekat dengan nilai-nilai keislaman dan memiliki karakter yang kuat di tengah perkembangan zaman. (Gby/Syafiq)