السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa KKN Bintan 04 Olah Ampas Tahu Menjadi Kerupuk, Kenalkan Pemanfaatan Limbah Bernilai Ekonomi

  • 10 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 22
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bintan 04 Dusun II Tahun 2026 melaksanakan eksperimen pembuatan kerupuk berbahan dasar ampas tahu di Desa Bintan Buyu Dusun II, Senin (10/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan limbah pangan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Lukman Sardi, Mika Darsih, Muhammad Rizwan, Maysita Angraini, Agung Pribadi, Ahmad Hidayad, Imna Asiyah Ramadahani, Juanda, Ardi Arjuna, Azllina, Iman Safriandi, dan Suci Nurfazila bersama mahasiswa KKN Bintan 04 Dusun II Tahun 2026. Turut hadir Ketua RT 007 Desa Bintan Buyu, Sutarti.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan ampas tahu sebagai limbah sisa pengolahan tahu yang masih mengandung berbagai zat gizi, terutama protein dan serat. Meski memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik, ampas tahu kerap dianggap tidak bernilai dan berakhir menjadi limbah.

Melalui eksperimen ini, peserta diajak memahami bahwa bahan yang selama ini sering dibuang dapat diolah menjadi produk pangan sederhana, salah satunya kerupuk. Selain mengurangi jumlah limbah organik, pemanfaatan ampas tahu juga dinilai dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang mudah diterapkan dengan modal relatif terjangkau.

Ketua Kelompok KKN Bintan 04 Dusun II, Lukman Sardi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah sekaligus mendorong kreativitas dalam menciptakan produk yang bermanfaat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang. Dengan sedikit kreativitas dan pengolahan yang tepat, ampas tahu dapat diubah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Menurut Lukman, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran sederhana mengenai sifat bahan makanan serta proses pengolahannya. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga membawa pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat dinilai dapat membantu mengurangi tumpukan sampah sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat membentuk pola pikir yang lebih hemat dan kreatif dalam memanfaatkan bahan yang masih memiliki nilai guna. Selain menambah wawasan mengenai kandungan gizi ampas tahu dan keterampilan mengolah makanan sederhana, program tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi serupa. (Gby/Mika)