السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bintan 04 Dusun II Tahun 2026 melakukan kunjungan edukatif ke lokasi budidaya ikan cupang di Desa Bintan Buyu Dusun II, Sabtu (8/8). Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa dan masyarakat mengenai teknik budidaya ikan cupang yang baik sekaligus melihat potensi usaha yang dapat dikembangkan di lingkungan desa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Muhammad Rizwan, Ahmad Hidayad, Juanda, Ardi Arjuna, Iman Safriandi, mahasiswa KKN Bintan 04 Dusun II Tahun 2026, serta Ketua RT 007, Sutarti.
Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai aspek penting dalam budidaya ikan cupang. Salah satunya terkait penggunaan wadah pemeliharaan, seperti gelas, toples, maupun akuarium kecil. Ikan cupang jantan disarankan tidak ditempatkan dalam satu wadah yang sama karena memiliki sifat teritorial dan cenderung agresif terhadap sesamanya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan kualitas air yang baik. Air yang digunakan untuk pemeliharaan sebaiknya telah diendapkan terlebih dahulu dan diganti secara berkala untuk menjaga kesehatan ikan. Penggunaan air keran secara langsung juga tidak dianjurkan karena kandungan klorin dapat berdampak buruk bagi ikan.
Materi lainnya yang disampaikan berkaitan dengan suhu dan kebersihan lingkungan pemeliharaan. Suhu ruangan perlu dijaga tetap stabil serta wadah budidaya dihindarkan dari paparan sinar matahari langsung yang berlebihan agar kondisi ikan tetap optimal.
Ketua Kelompok KKN Bintan 04 Dusun II, Lukman Sardi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam memahami potensi budidaya ikan hias yang dapat dikembangkan di tingkat masyarakat.
“Budidaya ikan cupang tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Melalui kunjungan ini, kami belajar bahwa usaha skala kecil yang dikelola dengan baik dapat menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Lukman, pengetahuan mengenai teknik perawatan, pengelolaan kualitas air, hingga pemeliharaan jenis ikan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun warga yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan cupang.
Mahasiswa KKN menilai kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami budidaya ikan hias yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat. Dengan perawatan yang tepat, budidaya ikan cupang dapat menghasilkan ikan yang sehat, memiliki warna yang menarik, serta menjaga kualitas dan kemurnian jenisnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tertarik mempelajari budidaya ikan cupang. Selain melatih tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian terhadap makhluk hidup, kegiatan tersebut juga dapat menjadi alternatif usaha yang mampu memberikan tambahan pendapatan bagi warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dengan modal yang relatif terjangkau.
“Kami berharap budidaya ikan cupang dapat terus berkembang dan menjadi salah satu kegiatan produktif yang diminati masyarakat. Selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda untuk belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan makhluk hidup,” kata Lukman. (Gby/Mika)
PKM Internasional, STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Siapkan Gen-Z Melek Keuangan Syariah
Doa Menag Nasaruddin Umar: Menyatukan Hati dan Merawat Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan