السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Belajar dari Alam, Bermain dengan Kreativitas! Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Hadirkan Pembelajaran Edukatif bagi Anak PAUD

  • 08 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 167
Kegiatan Mahasiswa

Teluk Bakau, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Alam dapat menjadi ruang belajar yang kaya bagi anak usia dini. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bintan 11 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan “Bermain Sambil Belajar Berbasis Alam” di PAUD Harapan Jaya, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang dipimpin Merry Dwi Astuti, mahasiswa KKN Bintan 11, tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dengan memanfaatkan berbagai unsur alam sebagai media pembelajaran. Anak-anak PAUD Harapan Jaya diajak mengenal lingkungan sekitar melalui aktivitas kreatif yang memadukan unsur bermain, seni, pengenalan angka, serta koordinasi gerak.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengajak anak-anak mengikuti sejumlah permainan edukatif, antara lain melukis kerang, menempel gambar hewan laut pada karton, serta mencocokkan dan menempelkan kerang pada gambar angka. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi sekaligus belajar mengenali bentuk, warna, angka, dan objek yang berkaitan dengan lingkungan pesisir.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak. Alam dapat menjadi media belajar yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan bermain, anak-anak dapat mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, sekaligus melatih koordinasi motorik,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.


Pendekatan bermain sambil belajar dipilih karena sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Melalui aktivitas yang sederhana dan konkret, anak-anak memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung. Proses tersebut diharapkan dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik halus, kreativitas, konsentrasi, serta kemampuan kognitif anak secara bertahap.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kepala Dusun Desa Teluk Bakau, Arsyad, dan perwakilan warga RT 03, Shyla. Kehadiran unsur pemerintah desa dan masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

“Kami mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak. Kegiatan yang memanfaatkan lingkungan sekitar dapat membuat proses belajar lebih menarik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap alam,” ujar Arsyad.

Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tampak aktif mengikuti instruksi mahasiswa KKN, memilih warna, menghias kerang, serta menyusun berbagai gambar dan angka. Suasana belajar pun berlangsung cair dan penuh keceriaan karena anak-anak memperoleh ruang untuk berekspresi tanpa meninggalkan tujuan pembelajaran.


Bagi mahasiswa KKN Bintan 11, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari program kerja, tetapi juga menjadi ruang pengabdian untuk menghadirkan alternatif pembelajaran yang kontekstual bagi anak usia dini. Pemanfaatan bahan-bahan dari lingkungan sekitar menunjukkan bahwa proses pendidikan dapat dikembangkan melalui media sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.

Melalui kegiatan “Bermain Sambil Belajar Berbasis Alam”, mahasiswa KKN Bintan 11 berharap anak-anak PAUD Harapan Jaya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus tumbuh dengan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun pembelajaran yang kreatif, edukatif, dan kontekstual, sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mendukung tumbuh kembang anak serta membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. (LF/KKN Bintan 11)