السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Teluk Bakau, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Alam dapat menjadi ruang belajar yang kaya bagi anak usia dini. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bintan 11 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan “Bermain Sambil Belajar Berbasis Alam” di PAUD Harapan Jaya, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan
yang dipimpin Merry Dwi Astuti, mahasiswa KKN Bintan 11, tersebut dirancang
untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dengan memanfaatkan
berbagai unsur alam sebagai media pembelajaran. Anak-anak PAUD Harapan Jaya
diajak mengenal lingkungan sekitar melalui aktivitas kreatif yang memadukan
unsur bermain, seni, pengenalan angka, serta koordinasi gerak.
Dalam
pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengajak anak-anak mengikuti sejumlah permainan
edukatif, antara lain melukis kerang, menempel gambar hewan laut pada karton,
serta mencocokkan dan menempelkan kerang pada gambar angka. Aktivitas tersebut
memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi sekaligus belajar
mengenali bentuk, warna, angka, dan objek yang berkaitan dengan lingkungan
pesisir.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak. Alam dapat menjadi media belajar yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan bermain, anak-anak dapat mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, sekaligus melatih koordinasi motorik,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.


Pendekatan
bermain sambil belajar dipilih karena sesuai dengan karakteristik perkembangan
anak usia dini. Melalui aktivitas yang sederhana dan konkret, anak-anak
memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung. Proses
tersebut diharapkan dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik halus,
kreativitas, konsentrasi, serta kemampuan kognitif anak secara bertahap.
Kegiatan
tersebut turut mendapat dukungan dari Kepala Dusun Desa Teluk Bakau, Arsyad,
dan perwakilan warga RT 03, Shyla. Kehadiran unsur pemerintah desa dan
masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan edukatif yang melibatkan
anak-anak sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia sejak
usia dini.
“Kami
mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan pengalaman belajar yang
berbeda bagi anak-anak. Kegiatan yang memanfaatkan lingkungan sekitar dapat
membuat proses belajar lebih menarik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap
alam,” ujar Arsyad.
Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tampak aktif mengikuti instruksi mahasiswa KKN, memilih warna, menghias kerang, serta menyusun berbagai gambar dan angka. Suasana belajar pun berlangsung cair dan penuh keceriaan karena anak-anak memperoleh ruang untuk berekspresi tanpa meninggalkan tujuan pembelajaran.
.jpeg)

Bagi
mahasiswa KKN Bintan 11, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari
program kerja, tetapi juga menjadi ruang pengabdian untuk menghadirkan
alternatif pembelajaran yang kontekstual bagi anak usia dini. Pemanfaatan
bahan-bahan dari lingkungan sekitar menunjukkan bahwa proses pendidikan dapat
dikembangkan melalui media sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.
Melalui
kegiatan “Bermain Sambil Belajar Berbasis Alam”, mahasiswa KKN Bintan 11
berharap anak-anak PAUD Harapan Jaya memperoleh pengalaman belajar yang
menyenangkan sekaligus tumbuh dengan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap
lingkungan.
Kegiatan
tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun pembelajaran yang
kreatif, edukatif, dan kontekstual, sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa
dalam mendukung tumbuh kembang anak serta membangun kesadaran lingkungan sejak
usia dini. (LF/KKN Bintan 11)
PKM Internasional, STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Siapkan Gen-Z Melek Keuangan Syariah
Doa Menag Nasaruddin Umar: Menyatukan Hati dan Merawat Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan