السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Karimun, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan pengumpulan dan pemindahan bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Sugie, Senin (10/8/2026).
Kegiatan
tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat
sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem
pesisir. Dengan turun langsung ke kawasan pantai, mahasiswa bersama masyarakat
mengumpulkan dan memindahkan bibit mangrove yang selanjutnya dipersiapkan untuk
kegiatan penanaman.
Sejak
pagi, mahasiswa KKN terlibat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari mencari
bibit, mengangkat, hingga menata dan memindahkan bibit ke lokasi yang telah
dipersiapkan. Aktivitas tersebut dilakukan secara gotong royong sebagai bagian
dari komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan lingkungan Desa Sugie.
Salah
seorang mahasiswa KKN mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan
pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem
pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat kepulauan.
“Kegiatan
ini mengajarkan kami bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan memahami
pentingnya kelestarian alam, tetapi juga membutuhkan tindakan nyata. Bibit yang
kami kumpulkan hari ini diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi
masyarakat serta lingkungan Desa Sugie,” ungkapnya.
Mangrove
memiliki fungsi ekologis yang penting bagi kawasan pesisir. Selain membantu
mengurangi dampak abrasi, keberadaan mangrove turut menjaga kualitas ekosistem
pesisir dan menjadi habitat bagi berbagai jenis biota. Karena itu, upaya
pelestarian mangrove menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan
lingkungan sekaligus keberlanjutan sumber daya pesisir.
Bagi
mahasiswa KKN, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas lingkungan, melainkan
bagian dari proses pembelajaran sosial yang mempertemukan pengetahuan akademik
dengan persoalan nyata di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan langsung,
mahasiswa didorong untuk membangun kepedulian, mengembangkan semangat gotong
royong, serta mengambil peran dalam menjawab persoalan lingkungan di wilayah
pengabdian.
Melalui
kegiatan pengumpulan dan pemindahan bibit mangrove tersebut, mahasiswa KKN
STAIN SAR Kepri berharap langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat
memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Sugie. Setiap bibit yang
dipersiapkan menjadi simbol harapan bagi terciptanya kawasan pesisir yang lebih
hijau, terlindungi, dan berkelanjutan.
Kegiatan
ini sekaligus menegaskan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi dan
tindakan nyata. Dari satu bibit yang dirawat, tumbuh harapan; dari langkah
kecil yang dilakukan bersama, terbuka peluang bagi perubahan yang lebih besar
bagi lingkungan dan generasi mendatang. (LF/KKN Desa Sugie)
PKM Internasional, STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Siapkan Gen-Z Melek Keuangan Syariah
Doa Menag Nasaruddin Umar: Menyatukan Hati dan Merawat Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan