السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Karimun, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Membangun kesadaran remaja tentang pentingnya mempersiapkan masa depan menjadi bagian penting dalam upaya membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas dan dampak pernikahan dini bagi remaja di SMA Negeri 1 Sugie Besar, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan
yang diikuti siswa-siswi kelas XII tersebut dirancang sebagai ruang edukasi dan
refleksi bagi peserta didik untuk memahami berbagai risiko sosial yang dapat
muncul akibat pergaulan yang tidak sehat sekaligus pentingnya mempersiapkan
diri sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Edukasi
disampaikan oleh mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri, Indah Sarpina dan Nadwi
Kamelia. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan bahwa pernikahan merupakan
keputusan besar yang membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek, bukan hanya
kesiapan usia, tetapi juga kematangan fisik, mental, emosional, sosial,
pendidikan, dan ekonomi.
Para
siswa diajak memahami bahwa pernikahan pada usia yang belum matang dapat
menghadirkan berbagai tantangan, antara lain terhambatnya keberlanjutan
pendidikan, meningkatnya risiko kesehatan, ketidaksiapan menghadapi tanggung
jawab rumah tangga, serta munculnya persoalan ekonomi dan psikologis.
"Remaja
perlu memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi. Karena itu, masa
sekolah sebaiknya dimanfaatkan untuk membangun karakter, mengembangkan potensi
diri, menyelesaikan pendidikan, dan mempersiapkan masa depan secara
matang," jelas Indah dalam pemaparannya.
Selain
membahas dampak pernikahan dini, mahasiswa KKN juga mengajak peserta didik
membangun pola pergaulan yang sehat. Lingkungan pertemanan, penggunaan media
sosial, kemampuan menentukan batas diri, serta komunikasi dengan keluarga
menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan remaja dalam menghadapi berbagai
tantangan sosial.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para siswa kelas XII tampak antusias menyimak materi serta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari.

Salah
seorang siswa mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru
mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan besar dalam
kehidupan.
"Kegiatan
ini menambah pengetahuan dan membuat kami lebih memahami dampak pernikahan
dini. Kami juga semakin menyadari pentingnya menyelesaikan pendidikan dan
mempersiapkan masa depan terlebih dahulu," ungkapnya.
Melalui
kegiatan tersebut, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berupaya menghadirkan edukasi
preventif yang tidak sekadar memberikan informasi, tetapi juga mendorong
peserta didik untuk memiliki kemampuan mengambil keputusan secara bijak dan
bertanggung jawab.
Edukasi
mengenai pernikahan dini juga menjadi bagian dari penguatan peran mahasiswa
sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan pendidikan,
mahasiswa berupaya membantu generasi muda mengenali tantangan sosial sekaligus
menemukan pilihan yang lebih konstruktif bagi masa depan mereka.
Mahasiswa
KKN berharap siswa-siswi SMA Negeri 1 Sugie Besar dapat menjadikan masa remaja
sebagai fase untuk belajar, berkarya, mengembangkan kompetensi, dan mengejar
cita-cita. Dengan pendidikan yang kuat dan kesiapan yang matang, generasi muda
diharapkan mampu membangun kehidupan masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan
berkualitas.
Kegiatan
ini sekaligus menegaskan bahwa investasi terbaik bagi generasi muda bukan hanya
melalui pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga melalui penguatan
pengetahuan, karakter, dan kemampuan mengambil keputusan. (LF/KKN Desa Sugie)
PKM Internasional, STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Siapkan Gen-Z Melek Keuangan Syariah
Doa Menag Nasaruddin Umar: Menyatukan Hati dan Merawat Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan