السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Langkah Preventif Menuju Generasi Unggul, Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Edukasi Pelajar tentang Dampak Pernikahan Dini

  • 06 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 121
Kegiatan Mahasiswa

Karimun, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Membangun kesadaran remaja tentang pentingnya mempersiapkan masa depan menjadi bagian penting dalam upaya membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas dan dampak pernikahan dini bagi remaja di SMA Negeri 1 Sugie Besar, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang diikuti siswa-siswi kelas XII tersebut dirancang sebagai ruang edukasi dan refleksi bagi peserta didik untuk memahami berbagai risiko sosial yang dapat muncul akibat pergaulan yang tidak sehat sekaligus pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

Edukasi disampaikan oleh mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri, Indah Sarpina dan Nadwi Kamelia. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan bahwa pernikahan merupakan keputusan besar yang membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek, bukan hanya kesiapan usia, tetapi juga kematangan fisik, mental, emosional, sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Para siswa diajak memahami bahwa pernikahan pada usia yang belum matang dapat menghadirkan berbagai tantangan, antara lain terhambatnya keberlanjutan pendidikan, meningkatnya risiko kesehatan, ketidaksiapan menghadapi tanggung jawab rumah tangga, serta munculnya persoalan ekonomi dan psikologis.

"Remaja perlu memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi. Karena itu, masa sekolah sebaiknya dimanfaatkan untuk membangun karakter, mengembangkan potensi diri, menyelesaikan pendidikan, dan mempersiapkan masa depan secara matang," jelas Indah dalam pemaparannya.

Selain membahas dampak pernikahan dini, mahasiswa KKN juga mengajak peserta didik membangun pola pergaulan yang sehat. Lingkungan pertemanan, penggunaan media sosial, kemampuan menentukan batas diri, serta komunikasi dengan keluarga menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para siswa kelas XII tampak antusias menyimak materi serta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari.


Salah seorang siswa mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.

"Kegiatan ini menambah pengetahuan dan membuat kami lebih memahami dampak pernikahan dini. Kami juga semakin menyadari pentingnya menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan terlebih dahulu," ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berupaya menghadirkan edukasi preventif yang tidak sekadar memberikan informasi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memiliki kemampuan mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.

Edukasi mengenai pernikahan dini juga menjadi bagian dari penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan pendidikan, mahasiswa berupaya membantu generasi muda mengenali tantangan sosial sekaligus menemukan pilihan yang lebih konstruktif bagi masa depan mereka.

Mahasiswa KKN berharap siswa-siswi SMA Negeri 1 Sugie Besar dapat menjadikan masa remaja sebagai fase untuk belajar, berkarya, mengembangkan kompetensi, dan mengejar cita-cita. Dengan pendidikan yang kuat dan kesiapan yang matang, generasi muda diharapkan mampu membangun kehidupan masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan berkualitas.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa investasi terbaik bagi generasi muda bukan hanya melalui pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga melalui penguatan pengetahuan, karakter, dan kemampuan mengambil keputusan. (LF/KKN Desa Sugie)