السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Malang Rapat, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Menanamkan literasi finansial sejak usia sekolah menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang cerdas mengelola keuangan sekaligus memiliki rasa bangga terhadap identitas bangsa. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah dan Budaya Menabung Sejak Dini di SDN 008 Gunung Kijang, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan
yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti 43 siswa kelas III dan
IV. Bertempat di ruang kelas III, kegiatan dikemas secara edukatif dan
interaktif agar materi literasi keuangan dapat dipahami siswa melalui
pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kepala
SDN 008 Gunung Kijang, Dewi Astuty, S.Pd.SD., menyambut baik pelaksanaan
kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri yang
menghadirkan edukasi finansial dengan pendekatan yang sesuai dengan
karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Sementara
itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Ziyan Manurung, berharap sosialisasi
tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan sesaat, tetapi dapat membentuk
kebiasaan positif yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Materi
pertama disampaikan mahasiswa KKN Bintan 07, Giska Fitriani dan Laila
Rahmadani. Keduanya mengenalkan konsep Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah
dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif.
Para
siswa diajak memahami pentingnya memperlakukan Rupiah dengan baik, antara lain
melalui kebiasaan merawat uang kertas agar tidak dilipat, diremas, dicoret,
atau dirusak. Selain itu, siswa diperkenalkan pada pentingnya mengenali
ciri-ciri keaslian Rupiah serta menumbuhkan kebanggaan menggunakan mata uang
resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Rupiah
bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga merupakan salah satu simbol
kedaulatan negara. Karena itu, sejak dini anak-anak perlu memiliki sikap cinta,
bangga, dan memahami fungsi Rupiah dalam kehidupan sehari-hari," jelas
mahasiswa KKN dalam penyampaian materi.
Memasuki
sesi berikutnya, mahasiswa KKN Bintan 07, Wawan, mengajak siswa mengenal
pentingnya budaya menabung. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis,
tetapi dipadukan dengan aktivitas kreatif melalui praktik mewarnai celengan.
Dengan
penuh antusias, siswa kelas III dan IV menghias celengan masing-masing
menggunakan beragam warna. Mahasiswa KKN turut mendampingi siswa sekaligus
memberikan simulasi sederhana mengenai cara menyisihkan sebagian uang saku
untuk ditabung secara rutin.
Aktivitas
tersebut membuat suasana pembelajaran semakin hidup. Siswa tidak hanya
memperoleh pemahaman tentang pentingnya menabung, tetapi juga mendapatkan
pengalaman langsung bahwa mengelola keuangan dapat dimulai dari kebiasaan
sederhana dan menyenangkan.
"Menabung
tidak harus dimulai dari jumlah yang besar. Yang terpenting adalah membangun
kebiasaan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki dan belajar membedakan antara
kebutuhan dan keinginan," tegas Wawan.
Melalui
kegiatan tersebut, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berupaya menghadirkan literasi
finansial yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Edukasi tentang Rupiah dan
budaya menabung diharapkan menjadi fondasi awal bagi terbentuknya generasi yang
tidak hanya memiliki kecakapan finansial, tetapi juga tumbuh dengan kesadaran
nasionalisme dan tanggung jawab.
Melalui
edukasi yang sederhana namun bermakna, mahasiswa KKN Bintan 07 berharap siswa
SDN 008 Gunung Kijang semakin mencintai dan menghargai Rupiah, sekaligus
membangun kebiasaan menabung sejak dini. Kebiasaan kecil yang ditanamkan hari
ini diharapkan tumbuh menjadi karakter finansial yang positif dan menjadi bekal
bagi masa depan generasi muda Kabupaten Bintan. (LF/Bintan07)
PKM Internasional, STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Siapkan Gen-Z Melek Keuangan Syariah
Doa Menag Nasaruddin Umar: Menyatukan Hati dan Merawat Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan