السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Babak Baru STAIN SAR Kepri Dimulai: Prof. Azni Resmi Nahkodai Kampus, Tegaskan Akselerasi Transformasi Menuju IAIN

  • 07 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 234
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Suasana hangat penuh optimisme menyelimuti Ruang Rapat Dosen Gedung Baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, Jumat (7/8/2026), dalam agenda penyambutan Ketua STAIN SAR Kepri periode 2026–2030, Prof. Dr. Azni, M.Ag., yang baru saja dilantik oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua STAIN SAR Kepri periode 2018–2026 Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., para Wakil Ketua, Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK), para kepala pusat, ketua dan sekretaris program studi, dosen, serta tenaga kependidikan. Momentum ini menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan transformasi kelembagaan menuju Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Mewakili sivitas akademika, Kepala Bagian AUAK STAIN SAR Kepri Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I. menyampaikan ucapan selamat datang kepada Prof. Azni beserta keluarga serta harapan besar agar kepemimpinan baru mampu melanjutkan cita-cita pengembangan kampus.

"Kami menyambut dengan penuh sukacita kehadiran Bapak Prof. Azni sebagai Ketua STAIN Kepri periode 2026–2030. Semoga kepemimpinan beliau membawa kampus ini semakin maju dan mewujudkan cita-cita bersama untuk bertransformasi menjadi IAIN," ujarnya.

Sementara itu, Ketua STAIN SAR Kepri periode 2018–2026, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepercayaan pemerintah kepada Prof. Azni untuk memimpin STAIN SAR Kepri.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa selama hampir satu dekade memimpin, berbagai fondasi pengembangan kampus telah dibangun bersama seluruh civitas academica. Menurutnya, estafet kepemimpinan merupakan momentum penting untuk melanjutkan berbagai capaian menuju tahap yang lebih tinggi.

Muhammad Faisal juga menegaskan bahwa STAIN SAR Kepri memiliki modal sumber daya manusia yang kuat. Mayoritas dosen masih berada pada usia produktif dengan kualifikasi akademik doktor yang terus bertambah. Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk mempercepat peningkatan kualitas akademik sekaligus memperkuat daya saing institusi.

"Kami berharap kepemimpinan Prof. Azni dapat menjadi energi baru bagi STAIN SAR Kepri. Dengan pengalaman akademik yang beliau miliki, kami optimistis kampus ini akan semakin berkembang, memperbanyak dosen bergelar profesor, meningkatkan mutu akademik, dan mempercepat transformasi menuju IAIN," ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Muhammad Faisal juga mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru demi kemajuan institusi.

Sementara itu, dalam sambutan perdananya sebagai Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag. menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa penugasannya di STAIN SAR Kepri merupakan bentuk pengabdian untuk memajukan pendidikan tinggi Islam di Kepulauan Riau.

Prof. Azni mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Kepulauan Riau sebagai wilayah yang memiliki akar budaya Melayu yang kuat. Menurutnya, identitas tersebut menjadi salah satu motivasi utama untuk bersama-sama membangun STAIN SAR Kepri menjadi perguruan tinggi Islam yang semakin unggul dan berdaya saing.

"Saya datang ke sini dengan satu niat, yaitu memajukan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Target besar kita bersama adalah mewujudkan transformasi kelembagaan menjadi IAIN. Ini bukan cita-cita pribadi, tetapi harapan seluruh civitas academica dan masyarakat Kepulauan Riau," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa percepatan transformasi kelembagaan akan dilakukan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah maupun berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, Prof. Azni menaruh perhatian besar terhadap percepatan peningkatan kapasitas dosen. Ia mendorong seluruh dosen untuk melanjutkan studi, meningkatkan jabatan akademik, serta memperbanyak publikasi ilmiah sebagai fondasi lahirnya profesor-profesor baru di STAIN SAR Kepri.


"Perguruan tinggi yang unggul lahir dari sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, kami akan memberikan dukungan seluas-luasnya kepada dosen yang ingin melanjutkan studi, meningkatkan jabatan akademik, maupun mengembangkan kompetensinya sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa budaya akademik yang kolaboratif, terbuka terhadap inovasi, dan berorientasi pada mutu harus menjadi karakter bersama seluruh civitas academica dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.

Menutup sambutannya, Prof. Azni mengajak seluruh keluarga besar STAIN SAR Kepri menyatukan langkah, memperkuat komitmen, dan membangun sinergi dalam mewujudkan kampus Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

"Mari kita satukan niat, satukan semangat, dan bekerja bersama untuk membawa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menuju masa depan yang lebih baik. Insya Allah, dengan kebersamaan, cita-cita menghadirkan IAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau akan dapat kita wujudkan," pungkasnya.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang penyambutan pimpinan baru, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi civitas academica dalam memperkuat optimisme menuju transformasi kelembagaan. Dengan semangat kolaborasi, kepemimpinan baru diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mengantarkan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menjadi perguruan tinggi Islam yang semakin unggul di tingkat nasional maupun internasional. (LF/Gby)