السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Suasana hangat penuh optimisme menyelimuti Ruang Rapat Dosen Gedung Baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, Jumat (7/8/2026), dalam agenda penyambutan Ketua STAIN SAR Kepri periode 2026–2030, Prof. Dr. Azni, M.Ag., yang baru saja dilantik oleh Menteri Agama Republik Indonesia.
Pertemuan
tersebut dihadiri Ketua STAIN SAR Kepri periode 2018–2026 Dr. H. Muhammad
Faisal, M.Ag., para Wakil Ketua, Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan
Keuangan (AUAK), para kepala pusat, ketua dan sekretaris program studi, dosen,
serta tenaga kependidikan. Momentum ini menjadi penanda dimulainya estafet
kepemimpinan sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan transformasi
kelembagaan menuju Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
Mewakili
sivitas akademika, Kepala Bagian AUAK STAIN SAR Kepri Dr. H. Imam Subekti,
M.Pd.I. menyampaikan ucapan selamat datang kepada Prof. Azni beserta keluarga
serta harapan besar agar kepemimpinan baru mampu melanjutkan cita-cita
pengembangan kampus.
"Kami
menyambut dengan penuh sukacita kehadiran Bapak Prof. Azni sebagai Ketua STAIN Kepri
periode 2026–2030. Semoga kepemimpinan beliau membawa kampus ini semakin maju
dan mewujudkan cita-cita bersama untuk bertransformasi menjadi IAIN,"
ujarnya.


Sementara itu, Ketua STAIN SAR Kepri periode 2018–2026, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepercayaan pemerintah kepada Prof. Azni untuk memimpin STAIN SAR Kepri.
Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa selama hampir satu dekade memimpin, berbagai fondasi pengembangan kampus telah dibangun bersama seluruh civitas academica. Menurutnya, estafet kepemimpinan merupakan momentum penting untuk melanjutkan berbagai capaian menuju tahap yang lebih tinggi.
Muhammad
Faisal juga menegaskan bahwa STAIN SAR Kepri memiliki modal sumber daya manusia
yang kuat. Mayoritas dosen masih berada pada usia produktif dengan kualifikasi
akademik doktor yang terus bertambah. Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi
besar untuk mempercepat peningkatan kualitas akademik sekaligus memperkuat daya
saing institusi.
"Kami berharap kepemimpinan Prof. Azni dapat menjadi energi baru bagi STAIN SAR Kepri. Dengan pengalaman akademik yang beliau miliki, kami optimistis kampus ini akan semakin berkembang, memperbanyak dosen bergelar profesor, meningkatkan mutu akademik, dan mempercepat transformasi menuju IAIN," ungkapnya.


Pada
kesempatan tersebut, Muhammad Faisal juga mengajak seluruh dosen dan tenaga
kependidikan memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru demi kemajuan
institusi.
Sementara
itu, dalam sambutan perdananya sebagai Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni,
M.Ag. menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh Menteri Agama
Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa penugasannya di STAIN SAR Kepri
merupakan bentuk pengabdian untuk memajukan pendidikan tinggi Islam di
Kepulauan Riau.
Prof.
Azni mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Kepulauan Riau sebagai wilayah
yang memiliki akar budaya Melayu yang kuat. Menurutnya, identitas tersebut
menjadi salah satu motivasi utama untuk bersama-sama membangun STAIN SAR Kepri
menjadi perguruan tinggi Islam yang semakin unggul dan berdaya saing.
"Saya
datang ke sini dengan satu niat, yaitu memajukan STAIN Sultan Abdurrahman
Kepulauan Riau. Target besar kita bersama adalah mewujudkan transformasi
kelembagaan menjadi IAIN. Ini bukan cita-cita pribadi, tetapi harapan seluruh civitas
academica dan masyarakat Kepulauan Riau," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa percepatan transformasi kelembagaan akan dilakukan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah maupun berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu, Prof. Azni menaruh perhatian besar terhadap percepatan peningkatan kapasitas dosen. Ia mendorong seluruh dosen untuk melanjutkan studi, meningkatkan jabatan akademik, serta memperbanyak publikasi ilmiah sebagai fondasi lahirnya profesor-profesor baru di STAIN SAR Kepri.


"Perguruan
tinggi yang unggul lahir dari sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, kami
akan memberikan dukungan seluas-luasnya kepada dosen yang ingin melanjutkan
studi, meningkatkan jabatan akademik, maupun mengembangkan kompetensinya sesuai
ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Ia
menambahkan bahwa budaya akademik yang kolaboratif, terbuka terhadap inovasi,
dan berorientasi pada mutu harus menjadi karakter bersama seluruh civitas academica
dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.
Menutup
sambutannya, Prof. Azni mengajak seluruh keluarga besar STAIN SAR Kepri
menyatukan langkah, memperkuat komitmen, dan membangun sinergi dalam mewujudkan
kampus Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
"Mari
kita satukan niat, satukan semangat, dan bekerja bersama untuk membawa STAIN
Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menuju masa depan yang lebih baik. Insya
Allah, dengan kebersamaan, cita-cita menghadirkan IAIN Sultan Abdurrahman
Kepulauan Riau akan dapat kita wujudkan," pungkasnya.
Pertemuan
tersebut tidak sekadar menjadi ajang penyambutan pimpinan baru, tetapi juga
menjadi momentum konsolidasi civitas academica dalam memperkuat optimisme
menuju transformasi kelembagaan. Dengan semangat kolaborasi, kepemimpinan baru
diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan, riset, dan
pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mengantarkan STAIN Sultan Abdurrahman
Kepulauan Riau menjadi perguruan tinggi Islam yang semakin unggul di tingkat
nasional maupun internasional. (LF/Gby)
Kinerja Humas Diapresiasi, Kemenag Raih Popular Government Institutions Award 2026
Pengumumuamn Kelulusan Mahasiswa Baru magister STAIN Tahun 2026