السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S-2 MPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menuntaskan rangkaian Asesmen Lapangan (AL) akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (16–17/7/2026). Penutupan asesmen menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperoleh berbagai rekomendasi strategis sebagai pijakan dalam memperkuat budaya mutu menuju akreditasi unggul.
Tim
asesor LAMDIK yang terdiri atas Prof. Dr. Apud, S.Ag., M.Pd. dan Prof. Dr.
Chandra menyampaikan apresiasi atas komitmen STAIN SAR Kepri dalam membangun
tata kelola akademik, sekaligus memberikan sejumlah catatan konstruktif guna
meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Studi S-2 MPI di masa mendatang.
Dalam
penyampaian hasil asesmen, asesor menilai bahwa secara umum Program Studi S-2
MPI telah menunjukkan perkembangan yang baik pada berbagai aspek
penyelenggaraan pendidikan. Namun demikian, sejumlah rekomendasi tetap
diberikan agar proses peningkatan mutu dapat berlangsung secara berkelanjutan,
terutama pada aspek evaluasi, tata kelola, dokumentasi, publikasi ilmiah,
penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan sistem penjaminan
mutu internal.
Salah satu rekomendasi penting yang disampaikan adalah perlunya penguatan mekanisme evaluasi berbasis analisis SWOT dalam pengembangan visi keilmuan program studi sehingga proses evaluasi dapat dilakukan secara lebih terukur dan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, asesor juga menekankan pentingnya tindak lanjut hasil Audit Mutu Internal (AMI) sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu berkelanjutan.


Pada
bidang pendidikan, asesor mengapresiasi sistem informasi akademik, pelaksanaan
bimbingan mahasiswa, serta dokumentasi proses pembelajaran yang telah berjalan
dengan baik. Meski demikian, produktivitas luaran akademik, khususnya publikasi
ilmiah internasional, kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa, serta
penguatan roadmap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat masih perlu terus
ditingkatkan agar mampu mendukung pencapaian akreditasi unggul di masa
mendatang.
Asesor
juga mendorong STAIN SAR Kepri untuk terus memperkuat pengembangan sumber daya
manusia melalui percepatan kenaikan jabatan fungsional dosen, peningkatan
kapasitas publikasi ilmiah bereputasi, serta pengalokasian dukungan anggaran
yang berorientasi pada penguatan mutu akademik dan akreditasi institusi.
Menurut asesor, kualitas perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh sarana
dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan budaya mutu
yang dibangun secara konsisten.
Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada tim asesor LAMDIK atas berbagai masukan, arahan, dan rekomendasi yang diberikan selama proses asesmen berlangsung. Menurutnya, seluruh catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting bagi kampus dalam memperkuat sistem penjaminan mutu serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.


"Kami
mengucapkan terima kasih atas seluruh arahan dan rekomendasi yang telah
diberikan. Berbagai masukan tersebut menjadi energi sekaligus pijakan bagi kami
untuk terus melakukan pembenahan, memperkuat monitoring dan evaluasi,
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun budaya mutu yang
berkelanjutan demi mewujudkan Program Studi S-2 MPI yang semakin
berkualitas," ujar Dr. Faisal Jum'at, (17/7/2026).
Ia
menambahkan bahwa meskipun institusi menghadapi berbagai tantangan, termasuk
keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi nasional, STAIN SAR Kepri
tetap berkomitmen mengoptimalkan berbagai strategi pengembangan, seperti
peningkatan kapasitas dosen, penguatan jejaring kerja sama, pengembangan riset,
serta perluasan akses pembiayaan pendidikan melalui berbagai skema kemitraan.
Dengan
berakhirnya Asesmen Lapangan Prodi S-2 MPI, STAIN SAR Kepri semakin optimistis
melangkah menuju pencapaian akreditasi terbaik. Berbagai rekomendasi yang
diperoleh diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas Program Studi S-2 MPI,
tetapi juga menjadi referensi strategis dalam pengembangan budaya mutu seluruh
program studi sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan transformasi kelembagaan
menuju perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. (LF/Gby)