السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa STAIN SAR Kepri Ambil Bagian dalam KKN Nusantara 2026, Siap Tebarkan Semangat Ekoteologi dan Pengabdian Nasional

  • 16 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 78
Berita Utama

Serang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau dalam mendorong mahasiswa berkiprah di tingkat nasional kembali diwujudkan melalui partisipasi aktif pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia Tahun 2026. Program yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Serang.

Pada pelaksanaan KKN Nusantara tahun ini, STAIN SAR Kepri mengirimkan satu mahasiswa terbaik, Syah Fitri Pasaribu dari Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), yang akan bergabung bersama 240 mahasiswa dari 42 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri dan Swasta se-Indonesia untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Keikutsertaan mahasiswa STAIN SAR Kepri didampingi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN SAR Kepri, Sella Kurnia Sari, M.Sc., yang turut hadir dalam rangkaian pembukaan sekaligus memastikan kesiapan mahasiswa menjalankan program pengabdian nasional tersebut.

Dalam arahannya, Menteri Agama RI menegaskan bahwa mahasiswa peserta KKN harus mampu hadir sebagai intelektual yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pengabdian tidak hanya berorientasi pada penerapan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai ISTIQAMAH, yakni Ikhlas, Sabar, Tawaduk, Ihsan, Qanaah, Akhlak, Muruah, dan Al-Haya'.


"Mahasiswa harus memiliki cara pandang yang arif dalam melihat tradisi masyarakat. Jangan membenturkan teori modern dengan kearifan lokal, tetapi belajarlah dari masyarakat yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan alam," pesan Menteri Agama.

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa KKN Nusantara VI mengangkat tema Merawat Ekoteologi dengan menjadikan masyarakat Baduy sebagai laboratorium pembelajaran. Mahasiswa diharapkan dapat mempelajari praktik pelestarian lingkungan, menjaga harmoni sosial, serta memahami nilai-nilai kehidupan masyarakat adat yang tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Adapun Kasubdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, M.Sc., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Nusantara VI berlangsung selama kurang lebih 40 hari hingga Agustus 2026. Program ini berfokus pada penguatan kesadaran ekoteologi, edukasi pengelolaan sampah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR).

Menurutnya, KKN Nusantara diharapkan menjadi model pengabdian nasional yang mencerminkan implementasi moderasi beragama melalui harmoni hubungan manusia dengan sesama, lingkungan, dan Tuhan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN SAR Kepri, Sella Kurnia Sari, M.Sc., menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam KKN Nusantara merupakan wujud komitmen kampus untuk memberikan ruang kepada mahasiswa mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memperluas pengalaman pengabdian dalam skala nasional.

"Partisipasi mahasiswa STAIN SAR Kepri dalam KKN Nusantara menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk belajar dari keberagaman budaya, memperluas jejaring akademik, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam konteks pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter kepemimpinan, kepekaan sosial, dan semangat kolaborasi yang semakin kuat pada diri mahasiswa," ujarnya Kamis, (16/7/2026).

Sementara itu, Syah Fitri Pasaribu mengaku bersyukur mendapat kesempatan mewakili STAIN SAR Kepri pada KKN Nusantara VI 2026. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi untuk memberikan kontribusi terbaik sekaligus membawa nama baik almamater di tingkat nasional.


"Saya merasa bangga dapat menjadi bagian dari KKN Nusantara bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Semoga pengalaman ini menjadi sarana belajar yang berharga untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Rangkaian pembukaan KKN Nusantara VI 2026 ditutup dengan prosesi penabuhan beduk oleh Menteri Agama RI sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai lokasi penempatan. Momentum tersebut sekaligus menegaskan semangat kolaborasi perguruan tinggi keagamaan dalam menghadirkan pengabdian yang berorientasi pada pembangunan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia. (LF/SKS)