السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Dalam rangka memberikan pemahaman kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun 2026, Camat Teluk Bintan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, Dede Willis Silalahi, S.Sos., M.M., menyampaikan materi mengenai kondisi sosial, budaya, dan karakteristik masyarakat di wilayah Kecamatan Teluk Bintan.
Dalam pemaparannya, Dede Willis Silalahi menjelaskan bahwa Kecamatan Teluk Bintan memiliki masyarakat yang beragam dari sisi latar belakang budaya dan etnis. Beberapa wilayah didominasi oleh masyarakat bersuku Jawa, sementara wilayah lainnya mayoritas dihuni oleh masyarakat Melayu. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan sosial yang telah lama terjalin dan hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat.
Menurutnya, hingga saat ini berbagai adat istiadat, tradisi, dan nilai-nilai budaya masih sangat kental diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Teluk Bintan. Oleh karena itu, mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di wilayah tersebut perlu memahami karakteristik masyarakat setempat agar dapat beradaptasi dengan baik selama menjalankan program pengabdian.
“Mahasiswa perlu melakukan penyesuaian dengan lingkungan tempat mereka mengabdi. Setiap wilayah memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda, sehingga penting untuk memahami budaya, adat istiadat, serta norma yang berlaku di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa senantiasa menjaga sikap dan perilaku selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, perbedaan latar belakang budaya tidak boleh menjadi pemicu kesalahpahaman ataupun kegaduhan di tengah masyarakat. Sebaliknya, keberagaman tersebut harus dijadikan sebagai sarana untuk mempererat hubungan sosial dan membangun komunikasi yang harmonis dengan warga.
Lebih lanjut, Dede Willis Silalahi menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN sebagai agen perubahan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pemberdayaan, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Sebagai agen perubahan, mahasiswa hendaknya mampu menjadi teladan, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa harus mampu membawa dampak positif bagi lingkungan tempat mereka melaksanakan KKN,” jelasnya.

Melalui pemaparan tersebut, para peserta KKN diharapkan dapat memahami pentingnya sensitivitas sosial dan budaya dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat. Dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, menghormati adat istiadat setempat, serta membangun kolaborasi dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program KKN secara efektif dan memberikan kontribusi yang bermakna bagi pembangunan daerah. (Gby)
Kenalkan Potensi Wilayah kepada Mahasiswa KKN, Plt. Camat Gunung Kijang Paparkan Profil Kecamatan
Mengenal Kecamatan Teluk Bintan Lebih Dekat, Mahasiswa KKN Dibekali Wawasan Sosial dan Budaya