السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan praktik pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Darussalam pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan implementasi Mata Kuliah Manajemen Rumah Tahfidz yang diampu oleh Islamiyah, M.Ag., sebagai bentuk penguatan kompetensi mahasiswa dalam mengelola dan mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.
Kegiatan
ini dirancang sebagai ruang praktik lapangan yang mengintegrasikan teori
perkuliahan dengan pengalaman nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui
pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, mahasiswa berupaya
menghadirkan suasana belajar yang mampu meningkatkan pemahaman keislaman para
santri.
Dalam
pelaksanaannya, mahasiswa IAT mengembangkan media pembelajaran edukatif berupa
permainan teka-teki silang yang memuat berbagai pertanyaan seputar pengetahuan
Islam. Aktivitas tersebut dirancang untuk membantu santri memahami materi
keagamaan melalui proses belajar yang aktif, kreatif, dan partisipatif.
Selama kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif menjawab setiap pertanyaan serta terlibat dalam proses diskusi yang dibangun oleh mahasiswa. Metode pembelajaran berbasis permainan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir, meningkatkan daya ingat, serta memperluas wawasan keislaman santri.


Dosen
pengampu Mata Kuliah Manajemen Rumah Tahfidz, Islamiyah, M.Ag., menegaskan
bahwa kegiatan praktik lapangan ini menjadi bagian penting dalam membentuk
kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika pendidikan Al-Qur’an di masyarakat.
Menurutnya,
mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman konseptual mengenai manajemen rumah
tahfidz, tetapi juga diarahkan untuk mampu merancang pembelajaran yang kreatif,
komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
“Mahasiswa
diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di ruang perkuliahan
menjadi praktik pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan memberikan dampak
positif bagi masyarakat. Pengalaman ini juga menjadi bekal penting dalam
membangun kompetensi profesional dan sosial mereka sebagai calon pendidik dan
penggerak pendidikan Al-Qur’an,” tegasnya.
Melalui
kegiatan tersebut, mahasiswa IAT tidak hanya berkontribusi dalam penguatan
pendidikan keagamaan di lingkungan TPQ, tetapi juga mempererat hubungan antara
perguruan tinggi dan masyarakat melalui praktik pengabdian yang edukatif dan
berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen STAIN SAR Kepri
dalam menghadirkan pembelajaran yang berdampak dan berorientasi pada kebutuhan
masyarakat. (LF/Reno)
355 Mahasiswa STAIN Kepri Perkuat Kompetensi Fardhu Kifayah Sebelum Terjun ke Masyarakat
Sinergi STAIN Kepri, Peradi, dan IKADIN Cetak Calon Advokat Berintegritas
PB PMII dan STAIN Kepri Bersinergi, Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Zaman
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang