السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Terjun ke Masyarakat, Mahasiswa IAT STAIN SAR Kepri Hadirkan Pembelajaran Islam Interaktif di TPQ

  • 05 Juni 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 138
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan praktik pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Darussalam pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan implementasi Mata Kuliah Manajemen Rumah Tahfidz yang diampu oleh Islamiyah, M.Ag., sebagai bentuk penguatan kompetensi mahasiswa dalam mengelola dan mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang praktik lapangan yang mengintegrasikan teori perkuliahan dengan pengalaman nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, mahasiswa berupaya menghadirkan suasana belajar yang mampu meningkatkan pemahaman keislaman para santri.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa IAT mengembangkan media pembelajaran edukatif berupa permainan teka-teki silang yang memuat berbagai pertanyaan seputar pengetahuan Islam. Aktivitas tersebut dirancang untuk membantu santri memahami materi keagamaan melalui proses belajar yang aktif, kreatif, dan partisipatif.

Selama kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif menjawab setiap pertanyaan serta terlibat dalam proses diskusi yang dibangun oleh mahasiswa. Metode pembelajaran berbasis permainan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir, meningkatkan daya ingat, serta memperluas wawasan keislaman santri.


Dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Rumah Tahfidz, Islamiyah, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan praktik lapangan ini menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika pendidikan Al-Qur’an di masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman konseptual mengenai manajemen rumah tahfidz, tetapi juga diarahkan untuk mampu merancang pembelajaran yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

“Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di ruang perkuliahan menjadi praktik pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pengalaman ini juga menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi profesional dan sosial mereka sebagai calon pendidik dan penggerak pendidikan Al-Qur’an,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa IAT tidak hanya berkontribusi dalam penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan TPQ, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui praktik pengabdian yang edukatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen STAIN SAR Kepri dalam menghadirkan pembelajaran yang berdampak dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (LF/Reno)