السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pelatihan Hisab Rukyat Tingkat Pemula Bahas Pentingnya Penentuan Arah Kiblat

  • 10 Juni 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 69
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Laboratorium Hisab Rukyat STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan Pelatihan Hisab Rukyat Tingkat Pemula pada (10/06). Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai arah kiblat yang disampaikan oleh Rizki Pradana Hidayatullah, S.HI., M.Sos.

Dalam pemaparannya, Rizki menjelaskan bahwa arah kiblat merupakan arah yang dituju umat Islam ketika melaksanakan salat, yaitu menghadap Ka'bah yang berada di Masjidil Haram, Makkah. Penjelasan mengenai kiblat memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad SAW.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW, “Apabila engkau hendak melaksanakan salat maka sempurnakanlah wudu kemudian menghadap kiblat” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis tersebut menunjukkan bahwa menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan ibadah salat sehingga umat Islam perlu mengetahui arah kiblat secara benar.

Rizki juga menjelaskan urgensi penentuan arah kiblat. Menurutnya, penentuan arah kiblat yang tepat dapat menjamin kesesuaian pelaksanaan salat, menyatukan orientasi ibadah umat Islam, menghindari kesalahan arah masjid dan musala, serta menunjukkan ketelitian dalam menjalankan syariat Islam.

Selain membahas konsep dasar kiblat, peserta juga diperkenalkan dengan sejarah perubahan kiblat yang terjadi pada masa Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perkembangan syariat Islam dan menunjukkan ketaatan umat terhadap perintah Allah SWT.

Pada kesempatan tersebut, Rizki turut menjelaskan peran ilmu falak dalam penentuan arah kiblat. Ia menerangkan bahwa ilmu falak digunakan untuk menghitung posisi Ka'bah, menentukan arah kiblat secara matematis, menentukan waktu salat, serta menetapkan awal bulan Hijriah. Oleh karena itu, kajian kiblat menjadi salah satu pembahasan utama dalam disiplin ilmu falak.

Sebagai bagian dari materi pelatihan, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai berbagai metode penentuan arah kiblat yang dapat digunakan, baik melalui pendekatan astronomi, perhitungan matematis, maupun pemanfaatan teknologi modern. Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu mengetahui dan menentukan arah kiblat dengan lebih akurat sesuai kaidah ilmu falak.

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagipeserta untuk memahami dasar-dasar hisab rukyat sekaligus meningkatkan literasi keislaman yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah secara tepat dan sesuai tuntunan syariat. (Gby/Rizki)