السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Satu-satunya PTKIN di Kepri, STAIN Siap Sukseskan SSE UM-PTKIN 2026

  • 08 Juni 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 81
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Sebagai bagian dari penyelenggara Seleksi Sistem Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) 2026, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut berpartisipasi dalam kegiatan Pembukaan Nasional SSE UM-PTKIN 2026 yang dilaksanakan pada Senin (08/06). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Dr. H. Muhammada Faisal, M.Ag. sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan seleksi nasional di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Kegiatan pembukaan nasional yang dipusatkan di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., dan diikuti oleh seluruh Panitia Lokal UM-PTKIN dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.

Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Provinsi Kepulauan Riau, STAIN Kepri turut mengambil peran penting dalam pelaksanaan seleksi nasional tersebut dengan menjadi Panitia Lokal (Panlok) penyelenggara SSE UM-PTKIN 2026.

Tahun ini, tercatat sebanyak 172 pendaftar memilih STAIN Kepri sebagai kampus tujuan studi melalui jalur UM-PTKIN. Sementara itu, jumlah peserta yang memilih lokasi ujian di Panlok STAIN Kepri mencapai 182 peserta. Pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan tujuh sesi ujian yang dipusatkan di Laboratorium Komputer Gedung SBSN Perkuliahan Terpadu STAIN Kepri.

Panitia lokal menyiapkan satu ruang ujian dengan total penggunaan 30 nomor ruang ujian selama pelaksanaan SSE berlangsung. Adapun total peminat program studi di STAIN Kepri melalui jalur UM-PTKIN 2026 mencapai 379 peminat, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kampus yang menjadi pusat pendidikan tinggi keagamaan Islam negeri di Kepulauan Riau tersebut.

Dalam arahannya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa UM-PTKIN merupakan gerbang strategis dalam menjaring calon mahasiswa terbaik yang akan melanjutkan pendidikan di PTKIN seluruh Indonesia. Oleh karena itu, seluruh panitia diminta menjaga integritas, profesionalisme, transparansi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada peserta.

"UM-PTKIN bukan sekadar proses seleksi, tetapi juga wajah pelayanan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Karena itu, seluruh panitia harus memastikan proses seleksi berlangsung jujur, profesional, transparan, dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta," tegasnya.

Menurutnya, pelaksanaan UM-PTKIN berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) merupakan bagian dari transformasi digital Kementerian Agama dalam menghadirkan sistem seleksi yang modern, efektif, dan akuntabel.

Menanggapi hal tersebut, Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammada Faisal, M.Ag., menyatakan kesiapan penuh panitia lokal dalam menyukseskan pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 di Kepulauan Riau.

"Sebagai satu-satunya PTKIN di Provinsi Kepulauan Riau, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan dengan baik, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Kami ingin para peserta merasakan suasana ujian yang nyaman, tertib, serta didukung fasilitas yang memadai," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa UM-PTKIN merupakan momentum penting bagi calon mahasiswa dalam menentukan masa depan akademiknya. Oleh sebab itu, pelayanan yang diberikan kepada peserta harus mencerminkan nilai-nilai profesionalisme, integritas, dan keramahan yang menjadi budaya pelayanan di lingkungan STAIN Kepri.

"Kesuksesan pelaksanaan UM-PTKIN tidak hanya diukur dari kelancaran teknis pelaksanaan ujian, tetapi juga dari kualitas layanan yang diberikan kepada peserta. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan tenang dan memperoleh hasil terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki," tambahnya.


Pembukaan nasional SSE UM-PTKIN 2026 sekaligus menjadi momentum konsolidasi seluruh PTKIN di Indonesia dalam memperkuat komitmen penyelenggaraan seleksi masuk perguruan tinggi yang objektif, transparan, akuntabel, serta memanfaatkan teknologi informasi secara optimal untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. (Gby)