السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Senat Mahasiswa (SEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menggelar Seminar Kemahasiswaan bertema “Agent of Change: Masih Relevan atau Hanya Slogan?” pada Jumat (22/5/2026) di Auditorium Razali Jaya STAIN SAR Kepri. Kegiatan tersebut menjadi ruang reflektif dan diskusi kritis bagi mahasiswa dalam meninjau kembali posisi strategis mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah dinamika sosial dan perkembangan era digital.
Seminar
menghadirkan Sekretaris Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin, sebagai
narasumber utama. Kegiatan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di
lingkungan STAIN SAR Kepri dengan antusiasme tinggi dalam mengikuti diskusi
mengenai peran sosial dan intelektual mahasiswa di masa kini.
Dalam
pemaparannya, Wahyu Wahyudin menegaskan bahwa mahasiswa sejak dahulu memiliki
posisi penting sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa. Namun,
perkembangan teknologi digital, budaya instan, tekanan ekonomi, serta derasnya
arus informasi dinilai menjadi tantangan baru yang memengaruhi idealisme dan
keterlibatan sosial generasi muda.
Menurutnya, istilah agent of change tidak boleh berhenti sebatas slogan akademik, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Mahasiswa
tidak dituntut menjadi pahlawan besar, tetapi menjadi individu yang peduli,
berpikir kritis, dan berani mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di
sekitarnya. Agent of change bukan gelar, melainkan tindakan nyata,” tegas
Wahyu.
Ia
juga menyoroti bahwa mahasiswa memiliki modal intelektual yang kuat karena
akses terhadap ilmu pengetahuan dan ruang berpikir kritis. Oleh sebab itu,
mahasiswa diharapkan mampu membaca persoalan sosial secara objektif, menawarkan
solusi berbasis data, serta menjaga integritas moral dalam kehidupan publik.
Selain
membahas makna agent of change, seminar tersebut turut mengulas sejarah
panjang keterlibatan mahasiswa dalam perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari
Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, gerakan Tritura 1966, Reformasi
1998, hingga perkembangan aktivisme digital pada era 2019–2024. Sejarah
tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kontribusi besar dalam mengawal
perubahan sosial dan demokrasi di Indonesia.
Dalam diskusi, narasumber juga menyoroti fenomena slacktivism atau aktivisme simbolik di media sosial yang dinilai semakin marak di kalangan generasi muda. Menurutnya, media digital memang membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk melakukan edukasi publik, kampanye sosial, hingga advokasi masyarakat. Namun, aktivitas digital tersebut perlu diimbangi dengan aksi nyata agar gerakan sosial tidak berhenti pada sebatas unggahan dan komentar di media sosial.

Seminar
turut menghadirkan berbagai contoh keterlibatan mahasiswa dalam program
pengabdian masyarakat, seperti pendampingan UMKM, literasi digital, pengolahan
sampah, pendidikan masyarakat, hingga advokasi lingkungan. Keterlibatan
tersebut dinilai menjadi bukti bahwa peran mahasiswa sebagai agen perubahan
masih relevan apabila diwujudkan melalui gerakan yang konsisten, kolaboratif,
dan solutif.
Sebagai
bentuk aktualisasi peran mahasiswa di era modern, narasumber mendorong generasi
muda untuk memperkuat riset sosial berbasis data, membangun komunitas
kolaboratif, menggunakan media digital secara positif, melakukan advokasi yang
santun dan konstruktif, serta menjalankan aksi sosial yang berkelanjutan.
Melalui
seminar tersebut, mahasiswa STAIN SAR Kepri diharapkan tidak hanya unggul
secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, keberanian moral,
serta kemampuan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat di
tengah perkembangan zaman yang terus berubah. (LF)
Bangkitkan Spirit Perubahan, SEMA STAIN SAR Kepri Soroti Krisis Idealisme Mahasiswa Era Digital
Mahasiswa TBI STAIN SAR Kepri Tembus 10 Besar Finalis Putri Duta Bahasa Kepri 2026
STAIN SAR Kepri dan TVRI Kepri Perkuat Kolaborasi Broadcasting melalui Penandatanganan MoU
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN