السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat penguatan wawasan keilmuan Al-Qur’an kembali digaungkan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui Seminar Al-Qur’an bertema “Proses Pentashihan Mushaf Al-Qur’an” yang diselenggarakan pada Rabu (20/5/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai proses standarisasi dan pentashihan mushaf Al-Qur’an di Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga kemurnian dan keotentikan Al-Qur’an.
Seminar
menghadirkan Ahli Pertama Pentashih Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama Republik
Indonesia, Ust. Mustakim, Lc., M.Ag., sebagai narasumber utama. Kegiatan ini
turut didampingi oleh dosen pengampu Mata Kuliah Metode Pentashihan Al-Qur’an,
Devi Nirmayuni, M.Ag., dengan Grandis Rangga Putra sebagai moderator.
Pelaksanaan
seminar diikuti oleh mahasiswa Program Studi IAT sebagai bagian dari
implementasi pembelajaran pada Mata Kuliah Metode Pentashihan Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut bertujuan menambah wawasan mahasiswa mengenai proses
pentashihan, standarisasi mushaf Al-Qur’an di Indonesia, serta memperkuat
kesiapan akademik mahasiswa yang relevan dengan prospek lulusan Program Studi
IAT.
Dalam
pemaparannya, Ust. Mustakim menjelaskan pentingnya proses pentashihan mushaf
Al-Qur’an sebagai upaya menjaga keaslian, ketepatan, dan kemurnian teks
Al-Qur’an sebelum diterbitkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. Ia juga
menjelaskan tahapan-tahapan pentashihan, standar penulisan mushaf Al-Qur’an di
Indonesia, serta peran strategis Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ)
Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menjaga kualitas mushaf yang beredar
di tengah masyarakat.
Dosen pengampu Mata Kuliah Metode Pentashihan Al-Qur’an, Devi Nirmayuni, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan akademik semacam ini menjadi sarana penting dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menanamkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kemurnian Al-Qur’an.

“Seminar
Al-Qur’an ini diselenggarakan untuk menambah wawasan dan memperluas pengetahuan
mahasiswa mengenai proses pentashihan mushaf Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan
ini juga menjadi sarana untuk bersama-sama menjaga kesucian, keotentikan, dan
kemurnian Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam,” ungkapnya.
Sementara itu,
salah satu mahasiswa IAT, Muhammad Rauf Amrullah, mengungkapkan bahwa seminar
tersebut memberikan pemahaman baru mengenai proses penyusunan dan standarisasi
mushaf Al-Qur’an di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengetahui proses penyusunan Al-Qur’an, tetapi juga memahami lebih dalam tentang standarisasi mushaf Al-Qur’an di Indonesia yang memiliki karakteristik tersendiri meskipun tetap mengacu pada standar yang sama dan telah mendapatkan izin tashih dari LPMQ Kemenag RI,” ujarnya.

Ketua Program
Studi IAT STAIN SAR Kepri, Nur Ikhlas, M.A., turut menyampaikan dukungannya
terhadap pelaksanaan seminar tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya
akademik berbasis kajian Al-Qur’an.
Menurutnya,
kegiatan seminar ilmiah yang relevan dengan bidang keilmuan mahasiswa perlu
terus dikembangkan agar mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara
akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kecintaan yang tinggi terhadap
kajian Al-Qur’an.
Melalui kegiatan
Seminar Al-Qur’an tersebut, Prodi IAT STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa mampu
meningkatkan kompetensi akademik, memperluas wawasan keislaman, serta memiliki
kesiapan yang lebih matang dalam berkontribusi menjaga kemurnian dan otentisitas
Al-Qur’an di tengah masyarakat. (LF/Devi-Rauf)
Sinergi STAIN Kepri, Peradi, dan IKADIN Cetak Calon Advokat Berintegritas
PB PMII dan STAIN Kepri Bersinergi, Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Zaman
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang