السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa IAT STAIN SAR Kepri Perdalam Ilmu Pentashihan Mushaf melalui Seminar Al-Qur’an

  • 20 Mei 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 207
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat penguatan wawasan keilmuan Al-Qur’an kembali digaungkan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui Seminar Al-Qur’an bertema “Proses Pentashihan Mushaf Al-Qur’an” yang diselenggarakan pada Rabu (20/5/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai proses standarisasi dan pentashihan mushaf Al-Qur’an di Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga kemurnian dan keotentikan Al-Qur’an.

Seminar menghadirkan Ahli Pertama Pentashih Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama Republik Indonesia, Ust. Mustakim, Lc., M.Ag., sebagai narasumber utama. Kegiatan ini turut didampingi oleh dosen pengampu Mata Kuliah Metode Pentashihan Al-Qur’an, Devi Nirmayuni, M.Ag., dengan Grandis Rangga Putra sebagai moderator.

Pelaksanaan seminar diikuti oleh mahasiswa Program Studi IAT sebagai bagian dari implementasi pembelajaran pada Mata Kuliah Metode Pentashihan Al-Qur’an. Kegiatan tersebut bertujuan menambah wawasan mahasiswa mengenai proses pentashihan, standarisasi mushaf Al-Qur’an di Indonesia, serta memperkuat kesiapan akademik mahasiswa yang relevan dengan prospek lulusan Program Studi IAT.

Dalam pemaparannya, Ust. Mustakim menjelaskan pentingnya proses pentashihan mushaf Al-Qur’an sebagai upaya menjaga keaslian, ketepatan, dan kemurnian teks Al-Qur’an sebelum diterbitkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. Ia juga menjelaskan tahapan-tahapan pentashihan, standar penulisan mushaf Al-Qur’an di Indonesia, serta peran strategis Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menjaga kualitas mushaf yang beredar di tengah masyarakat.

Dosen pengampu Mata Kuliah Metode Pentashihan Al-Qur’an, Devi Nirmayuni, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan akademik semacam ini menjadi sarana penting dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menanamkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kemurnian Al-Qur’an.


“Seminar Al-Qur’an ini diselenggarakan untuk menambah wawasan dan memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai proses pentashihan mushaf Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk bersama-sama menjaga kesucian, keotentikan, dan kemurnian Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa IAT, Muhammad Rauf Amrullah, mengungkapkan bahwa seminar tersebut memberikan pemahaman baru mengenai proses penyusunan dan standarisasi mushaf Al-Qur’an di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengetahui proses penyusunan Al-Qur’an, tetapi juga memahami lebih dalam tentang standarisasi mushaf Al-Qur’an di Indonesia yang memiliki karakteristik tersendiri meskipun tetap mengacu pada standar yang sama dan telah mendapatkan izin tashih dari LPMQ Kemenag RI,” ujarnya.


Ketua Program Studi IAT STAIN SAR Kepri, Nur Ikhlas, M.A., turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan seminar tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya akademik berbasis kajian Al-Qur’an.

Menurutnya, kegiatan seminar ilmiah yang relevan dengan bidang keilmuan mahasiswa perlu terus dikembangkan agar mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kecintaan yang tinggi terhadap kajian Al-Qur’an.

Melalui kegiatan Seminar Al-Qur’an tersebut, Prodi IAT STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa mampu meningkatkan kompetensi akademik, memperluas wawasan keislaman, serta memiliki kesiapan yang lebih matang dalam berkontribusi menjaga kemurnian dan otentisitas Al-Qur’an di tengah masyarakat. (LF/Devi-Rauf)