السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Lewat Siaran Edukatif RRI, EESA STAIN SAR Kepri Kenalkan Prodi TBI dan Ajak Generasi Muda Kuliah Bahasa Inggris

  • 15 Mei 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 159
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat memperkenalkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris kepada masyarakat kembali digaungkan oleh English Education Student Association (EESA) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan Sembang Komunitas yang berlangsung di RRI Tanjungpinang pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang edukatif bagi mahasiswa untuk mengenalkan Prodi TBI sekaligus membangun motivasi generasi muda agar tidak takut belajar bahasa Inggris.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum EESA, Wulan Zapriani, bersama Wakil Ketua Umum EESA, Saptahadi Ihsan Akbar, sebagai narasumber dalam sesi dialog interaktif yang disiarkan melalui RRI Tanjungpinang.

Dalam dialog tersebut, para narasumber menjelaskan berbagai hal terkait Program Studi Tadris Bahasa Inggris, mulai dari profil program studi, materi perkuliahan yang dipelajari mahasiswa, hingga berbagai peluang pengembangan kompetensi bahasa Inggris di lingkungan akademik STAIN SAR Kepri.

Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Inggris di era globalisasi sebagai bekal dalam dunia pendidikan, karier, dan komunikasi internasional. Melalui kegiatan tersebut, EESA berupaya membangun pemahaman masyarakat bahwa belajar bahasa Inggris dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang pendidikan.


Dalam sesi interaktif, perwakilan EESA menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang merasa malu atau minder untuk belajar bahasa Inggris karena menganggap diri mereka sudah terlambat mempelajarinya. Padahal, menurut mereka, kemampuan bahasa merupakan keterampilan yang dapat terus diasah melalui proses belajar yang konsisten.

“Kami ingin mengajak masyarakat agar tidak takut dan tidak malu belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris bukan hanya untuk kalangan tertentu, tetapi dapat dipelajari oleh siapa saja sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman,” ujar Wulan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Taqiyuddin, M.Pd., menegaskan bahwa Program Studi TBI STAIN SAR Kepri terus berkomitmen menghadirkan pendidikan bahasa Inggris yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia pendidikan modern.

Menurutnya, kegiatan promosi edukatif melalui media penyiaran menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas literasi masyarakat tentang pentingnya penguasaan bahasa asing sekaligus memperkenalkan potensi akademik Program Studi TBI kepada publik.


“Kami berharap Prodi TBI dapat terus berkembang dan menjadi ruang pembelajaran yang inklusif bagi mahasiswa maupun masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara akademik maupun praktis,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kualitas sumber daya akademik Prodi TBI terus mengalami penguatan, termasuk dengan hadirnya dosen-dosen yang telah menyelesaikan studi doktoral. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen program studi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Melalui kegiatan Sembang Komunitas tersebut, EESA STAIN SAR Kepri berharap semakin banyak siswa dan masyarakat yang termotivasi untuk belajar bahasa Inggris dengan percaya diri serta menjadikan bahasa sebagai sarana pengembangan diri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di era global. (LF/Ihsan)