السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat memperkenalkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris kepada masyarakat kembali digaungkan oleh English Education Student Association (EESA) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan Sembang Komunitas yang berlangsung di RRI Tanjungpinang pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang edukatif bagi mahasiswa untuk mengenalkan Prodi TBI sekaligus membangun motivasi generasi muda agar tidak takut belajar bahasa Inggris.
Kegiatan
ini menghadirkan Ketua Umum EESA, Wulan Zapriani, bersama Wakil Ketua Umum
EESA, Saptahadi Ihsan Akbar, sebagai narasumber dalam sesi dialog interaktif
yang disiarkan melalui RRI Tanjungpinang.
Dalam
dialog tersebut, para narasumber menjelaskan berbagai hal terkait Program Studi
Tadris Bahasa Inggris, mulai dari profil program studi, materi perkuliahan yang
dipelajari mahasiswa, hingga berbagai peluang pengembangan kompetensi bahasa
Inggris di lingkungan akademik STAIN SAR Kepri.
Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Inggris di era globalisasi sebagai bekal dalam dunia pendidikan, karier, dan komunikasi internasional. Melalui kegiatan tersebut, EESA berupaya membangun pemahaman masyarakat bahwa belajar bahasa Inggris dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang pendidikan.

Dalam
sesi interaktif, perwakilan EESA menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat
yang merasa malu atau minder untuk belajar bahasa Inggris karena menganggap
diri mereka sudah terlambat mempelajarinya. Padahal, menurut mereka, kemampuan
bahasa merupakan keterampilan yang dapat terus diasah melalui proses belajar
yang konsisten.
“Kami
ingin mengajak masyarakat agar tidak takut dan tidak malu belajar bahasa
Inggris. Bahasa Inggris bukan hanya untuk kalangan tertentu, tetapi dapat
dipelajari oleh siapa saja sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman,” ujar Wulan.
Sementara
itu, Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Taqiyuddin, M.Pd., menegaskan
bahwa Program Studi TBI STAIN SAR Kepri terus berkomitmen menghadirkan
pendidikan bahasa Inggris yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan
kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia pendidikan modern.
Menurutnya, kegiatan promosi edukatif melalui media penyiaran menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas literasi masyarakat tentang pentingnya penguasaan bahasa asing sekaligus memperkenalkan potensi akademik Program Studi TBI kepada publik.


“Kami
berharap Prodi TBI dapat terus berkembang dan menjadi ruang pembelajaran yang
inklusif bagi mahasiswa maupun masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan
bahasa Inggris secara akademik maupun praktis,” ungkapnya.
Ia
juga menambahkan bahwa kualitas sumber daya akademik Prodi TBI terus mengalami
penguatan, termasuk dengan hadirnya dosen-dosen yang telah menyelesaikan studi
doktoral. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen program studi dalam
meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan yang kompetitif di tingkat
nasional maupun global.
Melalui
kegiatan Sembang Komunitas tersebut, EESA STAIN SAR Kepri berharap
semakin banyak siswa dan masyarakat yang termotivasi untuk belajar bahasa
Inggris dengan percaya diri serta menjadikan bahasa sebagai sarana pengembangan
diri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di era global. (LF/Ihsan)
355 Mahasiswa STAIN Kepri Perkuat Kompetensi Fardhu Kifayah Sebelum Terjun ke Masyarakat
Sinergi STAIN Kepri, Peradi, dan IKADIN Cetak Calon Advokat Berintegritas
PB PMII dan STAIN Kepri Bersinergi, Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Zaman
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang