السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Gaungkan Konservasi Laut, GenBI STAIN SAR Kepri Tanam 500 Lamun di Pantai Nara Bintan

  • 17 Mei 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 51
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan penanaman 500 lamun di kawasan Pantai Nara, Bintan, pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampung Tripang dan Pantai Nara tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan sekaligus penguatan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dan laut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pembina GenBI STAIN SAR Kepri, M. Azmi, M.E., aktivis lingkungan Siti N. Setiawan dari Kampung Tripang dan Lamun Warrior Bintan, serta pengurus GenBI STAIN SAR Kepri Tahun 2026. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan semangat kolaboratif melalui aksi penanaman lamun dan edukasi mengenai ekosistem laut berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya ekosistem lamun sebagai salah satu penopang keseimbangan lingkungan pesisir. Lamun diketahui memiliki berbagai manfaat ekologis, seperti menjadi habitat biota laut, menjaga kejernihan air, mencegah abrasi pantai, menyerap karbon biru, serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

Pembina GenBI STAIN SAR Kepri, M. Azmi, M.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kepada mahasiswa tentang pentingnya penyerapan karbon biru oleh lamun sekaligus meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan laut.


“Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa agar memahami bahwa lamun memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Selain sebagai penyerap karbon biru, lamun juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti N. Setiawan dari komunitas Lamun Warrior Bintan menyampaikan bahwa pihaknya selama ini aktif melakukan pelestarian ekosistem lamun di kawasan pesisir Pulau Bintan. Selain fokus pada konservasi, komunitas tersebut juga mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar lamun sebagai bentuk edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Lamun Warrior hadir tidak hanya untuk menjaga kelestarian lamun, tetapi juga mengembangkan edukasi dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.


Ketua Umum GenBI STAIN SAR Kepri, M. Fadlu, turut menyampaikan bahwa kegiatan penanaman lamun menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini tidak sekadar menanam lamun, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus menjaga kelestarian alam dan memahami pentingnya ekosistem pesisir bagi keberlangsungan kehidupan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, GenBI STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya ekosistem lamun, serta terus menghadirkan inovasi dan aksi nyata bagi keberlanjutan laut dan masyarakat di Pulau Bintan. (LF/MA)