السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau terus mendorong penguatan literasi keislaman yang inklusif melalui pembelajaran Al-Qur’an Braille dalam mata kuliah Metode Pentashihan Al-Qur’an yang diampu oleh Devi Nirmayuni, M.Ag. Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) dan diikuti oleh mahasiswa Semester VI sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik berbasis pelayanan keagamaan inklusif.
Pembelajaran
Al-Qur’an Braille ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai
tata cara membaca dan menulis Mushaf Standar Braille yang menjadi salah satu
dari tiga mushaf standar yang diterbitkan oleh Lembaga Pentashihan Mushaf
Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia.
Hadir
sebagai narasumber, Hari Marianto, S.Hum., yang memberikan pengenalan terkait
sistem penulisan huruf Latin Braille dan huruf Hijaiyyah Braille. Dalam proses
pembelajaran, mahasiswa tidak hanya memperoleh materi teoritis, tetapi juga
langsung mempraktikkan teknik penulisan menggunakan alat Reglet dan Stylus
sebagai perangkat utama dalam penulisan Braille.
Selain praktik penulisan, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan cara membaca teks Al-Qur’an Braille guna memahami pola huruf, titik, dan struktur bacaan secara lebih mendalam. Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dan menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar mahasiswa.


Salah
satu mahasiswa Semester VI, Grandis Rangga Putra, menyampaikan apresiasinya
terhadap pelaksanaan pembelajaran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuka
wawasan baru terkait pentingnya penguasaan Al-Qur’an Braille sebagai bagian
dari pelayanan literasi keagamaan bagi penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah,
melalui kegiatan ini saya memperoleh pemahaman bahwa pembelajaran Braille
memerlukan praktik yang berkelanjutan dan tidak cukup hanya mengandalkan
hafalan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat terus
dilaksanakan agar memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat dalam
mengakses Al-Qur’an,” ungkapnya.
Melalui
pembelajaran ini, mahasiswa Prodi IAT diharapkan memiliki sensitivitas sosial
dan kemampuan akademik yang lebih luas dalam mendukung aksesibilitas literasi
Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas netra. Kehadiran
mahasiswa yang memahami sistem Al-Qur’an Braille dinilai dapat menjadi
kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperkuat pendidikan Islam yang
inklusif, humanis, dan berkeadaban. (LF/Devi)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN